
Sebagai orang tua, Anda tentu mendambakan si kecil tumbuh dengan bentuk kepala yang ideal. Umumnya, kepala peyang pada bayi terjadi akibat kebiasaan berbaring atau tidur dengan posisi yang sama secara terus-menerus. Namun, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang perlu dikenali sejak dini.
Artikel ini akan membahas penyebab, pencegahan, serta penanganan kepala peyang pada bayi bersama tim medis Orthopaedia Eka Hospital PIK.
Apa Itu Kepala Peyang pada Bayi?
Dalam dunia kedokteran, kepala peyang dikenal dengan istilah plagiocephaly atau brachycephaly. Kondisi ini ditandai dengan adanya area yang lebih datar pada bagian belakang atau samping kepala bayi, sehingga bentuk kepala terlihat tidak bulat sempurna atau tampak tidak simetris saat dilihat dari atas.
Sebagian besar kasus kepala peyang terjadi akibat tekanan dari luar yang berlangsung terus-menerus pada area tertentu kepala bayi. Kondisi ini umumnya lebih memengaruhi bentuk kepala, tetapi pemeriksaan oleh dokter tetap penting untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang mendasarinya.
Mengapa Posisi Tidur Bisa Menyebabkan Kepala Peyang?
Tulang tengkorak bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan masih lunak, fleksibel, dan belum menyatu sempurna. Kondisi ini memungkinkan kepala bayi melewati jalan lahir dengan lebih mudah serta memberi ruang bagi otak untuk tumbuh dengan cepat selama masa awal kehidupan.
Karena masih lunak, tengkorak bayi lebih rentan mengalami perubahan bentuk akibat tekanan yang terjadi secara berulang. Posisi tidur telentang tetap merupakan posisi tidur yang paling aman bagi bayi. Namun, jika kepala bayi terus-menerus menghadap ke sisi yang sama saat tidur atau berbaring, tekanan yang berulang pada area tersebut dapat menyebabkan bagian kepala menjadi lebih datar atau peyang.
Faktor Penyebab Kepala Peyang Selain Posisi Tidur
Selain kebiasaan posisi kepala yang sama dalam waktu lama, beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko kepala peyang pada bayi:
Prematuritas
Bayi yang lahir prematur memiliki tengkorak yang masih lebih lunak sehingga lebih rentan mengalami perubahan bentuk akibat tekanan pada kepala.
Kehamilan Kembar
Ruang yang lebih terbatas di dalam rahim dapat memberikan tekanan pada kepala bayi bahkan sebelum lahir.
Tortikolis
Tortikolis adalah kondisi ketika otot leher bayi tegang atau memendek pada salah satu sisi. Kondisi ini membuat bayi lebih sering memiringkan kepala ke arah tertentu sehingga meningkatkan risiko kepala peyang.
Terlalu Lama di Car Seat atau Stroller
Penggunaan car seat, stroller, atau ayunan bayi dalam waktu lama dapat memberikan tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala.
Cara Mencegah Kepala Peyang pada Bayi
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga bentuk kepala bayi tetap proporsional:
1. Variasikan Posisi Kepala Saat Tidur
Tetap tidurkan bayi dalam posisi telentang, tetapi ubah arah hadap kepala secara bergantian ke kanan dan kiri setiap kali tidur.
2. Lakukan Tummy Time Secara Rutin
Saat bayi terjaga dan dalam pengawasan penuh, posisikan bayi tengkurap (tummy time). Aktivitas ini membantu mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala sekaligus memperkuat otot leher, bahu, dan lengan.
3. Variasikan Cara Menggendong dan Menyusui
Mengubah posisi menggendong atau menyusui dapat membantu mengurangi tekanan yang berulang pada satu sisi kepala.
4. Letakkan Mainan di Sisi yang Berbeda
Tempatkan mainan, suara, atau sumber cahaya pada sisi yang berbeda untuk merangsang bayi menoleh ke berbagai arah.
Apakah Bayi Boleh Tidur Tengkurap Agar Tidak Kepala Peyang?
Tidak dianjurkan. Posisi tidur tengkurap bukanlah metode utama untuk memperbaiki atau mencegah kepala peyang. Orang tua dianjurkan untuk memberikan tummy time secara teratur saat bayi terjaga, mengubah posisi kepala secara berkala, serta mengurangi waktu yang terlalu lama di car seat, stroller, atau ayunan bayi. Langkah-langkah ini dapat membantu mendukung pertumbuhan bentuk kepala yang lebih seimbang.
Kapan Perlu ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat perubahan bentuk kepala yang menetap setelah bayi berusia 4–6 bulan atau jika terdapat tanda-tanda berikut:
- Bentuk kepala tetap peyang atau semakin jelas meskipun posisi kepala sudah sering diubah.
- Bayi tampak kesulitan atau menangis saat menoleh ke salah satu sisi.
- Bentuk wajah tampak tidak simetris atau posisi telinga terlihat tidak sejajar.
- Terdapat tonjolan atau garis tulang yang terasa keras pada kepala bayi.
- Anda merasa khawatir terhadap bentuk kepala atau perkembangan bayi secara keseluruhan.
Layanan Orthopaedia Eka Hospital PIK
Di Eka Hospital PIK, layanan Orthopaedia menyediakan evaluasi dan skrining komprehensif untuk mendeteksi kelainan bentuk kepala pada bayi. Pemeriksaan dilakukan oleh Ortotis guna menilai bentuk dan simetri kepala serta menentukan tingkat keparahan deformitas sebagai dasar penyusunan rencana penanganan yang tepat.

Evaluasi meliputi:
- Skrining bentuk kepala 3D, untuk menganalisis bentuk kepala, tingkat simetri, serta derajat keparahan kelainan bentuk kepala secara objektif.
- Pengukuran kepala secara klinis, untuk melengkapi dan mengkonfirmasi hasil pemeriksaan 3D.
- Interpretasi diagnosa hasil pemeriksaan, yang digunakan sebagai dasar dalam memberikan rekomendasi penanganan sesuai dengan usia bayi, tingkat keparahan kelainan, dan kebutuhan masing-masing bayi.
Before & After
Plagiocephaly

Combo

Brachycephaly

Melalui evaluasi sejak dini, kelainan bentuk kepala dapat dikenali lebih awal sehingga orang tua dapat memperoleh rekomendasi penanganan yang sesuai. Apabila diperlukan, terapi helmet korektif dapat dipertimbangkan pada periode pertumbuhan kepala yang paling optimal untuk membantu memperbaiki bentuk kepala bayi.
Konsultasikan bentuk kepala bayi sejak dini bersama tim Orthopaedia Eka Hospital PIK untuk membantu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Segera buat janji dengan dokter melalui Appointment Center di 1-500-129 atau WhatsApp Center di 0889-1500-129.

