
Dalam dunia kesehatan, ada istilah yang dikenal dengan sebutan broken heart syndrome. Ini adalah salah satu masalah jantung yang muncul akibat stres. Dalam bahasa medis, kondisi ini dikenal dengan nama takotsubo syndrome.
Apa Itu Takotsubo Syndrome?
Broken heart syndrome, atau dalam bahasa medis dikenal dengan takotsubo syndrome, adalah kelainan jantung yang terjadi akibat stres emosional ataupun fisik secara berlebihan.
Itu sebabnya, kondisi ini dikenal juga dengan sebutan stress induced cardiomyopathy.
Takotsubo sindrom berasal dari bahasa Jepang yang berarti perangkap gurita. Kondisi ini menyebabkan lemahnya ventrikel kiri jantung, ruang utama jantung dalam memompa darah.
Kelainan ini membuat ventrikel kiri jantung berbentuk seperti perangkap gurita.
Kabar baiknya, kondisi ini bersifat sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala.
Gejala Sindrom Patah Hati
Gejala utama yang paling sering muncul dari sindrom patah hati adalah nyeri dada, sesak napas, hingga pingsan. Gejala ini mirip dengan gejala serangan jantung.
Beberapa orang mungkin merasakan nyeri dada yang lebih ringan, tapi disertai dengan kelelahan, keringat dingin, atau pusing.
Penyebab Takotsubo syndrome
Penyebab utama Takotsubo syndrome adalah stres ekstrem, baik secara emosional ataupun fisik. Beberapa kejadian yang dapat meningkatkan risiko broken heart syndrome, yaitu:
- Diagnosis sakit berat yang tiba-tiba
- Kehilangan orang tersayang
- Kecelakaan serius
- Bencana alam besar
Para peneliti menduga, saat mengalami stres berat, tubuh akan mengeluarkan hormon stres yang tinggi pula. Hormon stres, seperti adrenalin, inilah yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan jantung sementara waktu.
Faktor Risiko
Takotsubo syndrome dapat terjadi pada siapa pun. Namun, hampir 90% kasusnya lebih umum terjadi pada perempuan.
Salah satu penyebabnya adalah karena pada usia menopause, hormon estrogen di tubuh perempuan mengalami penurunan drastis. Padahal, estrogen memiliki fungsi dalam menjaga kesehatan jantung.
Ditambah, perempuan juga cenderung lebih rentan mengalami stres emosional. Sementara pada laki-laki, sindrom patah hati ini juga dapat terjadi. Biasanya, pemicu utamanya adalah stres fisik yang berlebihan.
Selain jenis kelamin, usia dan kesehatan mental seseorang juga menentukan apakah seseorang berisiko tinggi mengalami takotsubo syndrome atau tidak.
Cara Mengatasi Sindrom Patah Hati (Takotsubo Syndrome)
Umumnya, sebagian besar orang yang mengalami takotsubo syndrome alias broken heart syndrome dapat pulih sepenuhnya dalam hitungan beberapa minggu atau bulan.
Namun, belum ada pengobatan standar yang untuk kondisi ini. Biasanya, dokter akan memberikan pengobatan yang serupa dengan serangan jantung biasa sampai diagnosis ditegakkan.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:
- Tes darah
- EKG
- USG jantung atau echocardiogram
- Angografi jantung
- MRI jantung
Walau pengobatannya di tahap awal mungkin mirip, pengobatan untuk serangan jantung seringnya tidak dapat digunakan terus-menerus untuk mengatasi takotsubo syndrome, terlebih jika hasil tes sudah mengonfirmasi bahwa itu bukan serangan jantung biasa.
Sebab, meski gejalanya serupa, penyebab serangan jantung biasa dan broken heart syndrome sangat berbeda. Jadi, pengobatannya pun akan berbeda.
Jika dokter sudah menegakkan diagnosis bahwa Takotsubo syndrome adalah penyebab Anda mengalami nyeri dada, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengurangi tekanan pada jantung. Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.
Komplikasi Takotsubo syndrome
Walaupun sering kali dianggap ringan, takotsubo syndrome juga bisa menyebabkan komplikasi, seperti:
- Penumpukan cairan di paru-paru (edema paru)
- Tekanan darah rendah
- Irama jantung tidak teratur
- Gagal jantung
- Gumpalan darah di jantung
Apabila Anda mengalami nyeri dada berulang, bahkan sampai pingsan, segeralah periksakan ke dokter. Anda bisa berkonsultasi dengan salah satu dokter spesialis jantung terbaik kami di Eka Hospital BSD, yaitu dr. Hendyono Lim, Sp.JP(K), FIHA. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk janji temu.

