
Ada beberapa pilihan pengobatan diabetes, yang paling sering diresepkan adalah suntik insulin dan obat oral, ketika gula darah tak lagi bisa dikontrol dengan perubahan gaya hidup. Namun, beberapa pasien diabetes memiliki kekhawatiran sehingga mempertanyakan antara suntik insulin vs obat oral, mana yang lebih baik?
Lebih Baik Suntik Insulin atau Obat Oral untuk Mengobati Diabetes?
Suntik insulin dan obat oral adalah dua jenis obat yang sering diresepkan dokter untuk membantu mengendalikan gula darah, selain perubahan pola hidup jadi lebih sehat.
Namun, menurut dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital, dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD, tidak ada satu obat diabetes yang lebih baik dibandingkan yang lain. Sebab, masing-masing obat memiliki indikasinya masing-masing.
“Pada kondisi tertentu, suntik insulin bisa jadi obat yang paling baik untuk mengendalikan kadar gula darah. Namun, untuk kondisi yang lain, mungkin obat oral atau obat minum sudah cukup untuk mengendalikan diabetes,” jelas dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD.
Artinya, suntik insulin vs obat sama-sama baik dalam mengobati diabetes tergantung dari kondisi pasien.
Kapan Pasien Diabetes Harus Suntik Insulin atau Minum Obat?
Pemberian obat diabetes berupa obat oral ataupun suntik insulin biasanya ditentukan dokter dari kondisi kesehatan pasien dan pengendalian gula darahnya.
dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD menyebutkan, pasien diabetes yang gula darahnya tidak terlalu tinggi dan memiliki HbA1C di bawah 7, biasanya pemberian obat oral sudah cukup untuk mengendalikan gula darah.
Sementara, bagi pasien yang gula darahnya tetap tidak terkontrol, sekalipun telah menggunakan berbagai macam atau 4 kombinasi obat, suntik insulin jadi pilihan yang lebih baik.
Selain itu, Anda juga mungkin membutuhkan suntik insulin untuk mengobati diabetes, jika:
- Memiliki diabetes tipe 1
- Mengalami diabetes saat hamil
- Dekompensasi metabolik (kondisi ketika pH darah terlalu asam akibat diabetes yang tidak terkontrol)
- Memiliki infeksi tuberkulosis
- Memiliki penyakit hati kronis
- Mengalami gangguan fungsi ginjal
Cara Kerja Insulin dan Obat Diabetes Oral
Suntik insulin vs obat untuk mengatasi diabetes memiliki cara kerja yang berbeda. Itu sebabnya, dokter mungkin saja meresepkan salah satunya ataupun kombinasi keduanya, tergantung dari kondisi yang Anda alami dan bagaimana tubuh Anda merespons obat diabetes yang diberikan.
Ada banyak jenis obat oral diabetes. Masing-masing obat ini memiliki cara kerja yang berbeda dalam membantu kontrol gula darah.
Beberapa cara kerja obat diabetes dalam mengendalikan gula darah di antaranya:
- Membantu pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak
- Membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik
- Membantu menurunkan gula darah
Sementara itu, suntik insulin bekerja menyerupai insulin alami yang ada di dalam tubuh. Jadi, ketika gula darah terlalu tinggi, insulin yang disuntik akan membantu menurunkan kadar gula darah dengan lebih cepat dibandingkan dengan obat.
Terdapat 3 cara kerja suntik insulin, yaitu:
- Long-acting insulin: bekerja mengendalikan kadar gula darah dalam beberapa jam setelah disuntikkan dan bertahan selama 24 jam
- Intermediate-acting insulin: bekerja mengendalikan kadar gula darah dalam beberapa jam setelah disuntikkan dan bertahan selama 12-18 jam
- Short-acting insulin: bekerja mengendalikan kadar gula darah sekitar 1,5 jam setelah disuntikkan dan bertahan dalam 3-6 jam
- Rapid-acting insulin: bekerja mengendalikan gula darah segera setelah disuntikkan dan bertahan 2-4 jam
Dokter mungkin akan memberikan beberapa jenis suntik insulin tergantung kebutuhan dan kondisi gula darah Anda.
Kelebihan dan Kekurangan Suntik Insulin vs Obat Oral Diabetes
Beberapa pasien diabetes berpikir suntik insulin lebih baik dibanding obat, ataupun sebaliknya. Beberapa orang juga berpikir, suntik insulin bisa menyebabkan ketergantungan. Namun, di sisi lain, ada pula yang berpikir bahwa konsumsi obat diabetes jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan ginjal.
Faktanya, yang paling bahaya bukanlah obat diabetes tertentu, melainkan kadar gula darah yang tidak terkontrol.
Masing-masing obat memiliki kelebihan dan kekurangan. Suntik insulin memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengendalikan kadar gula darah, tapi risiko hipoglikemia jauh lebih tinggi dibandingkan obat oral.
Namun, di sisi lain, obat oral punya punya efek samping yang lebih ringan, termasuk risiko hipoglikemia yang lebih rendah. Meski demikian, efektivitas obat oral diabetes tidak sebaik suntik insulin dalam mengendalikan diabetes.
Untuk itu, jika Anda memiliki diabetes, pastikan Anda selalu memantau kadar gula darah secara rutin dan melakukan pemeriksaan secara berkala sesuai anjuran dokter. Sebab, dokter akan terus melakukan evaluasi pengobatan diabetes yang Anda alami, tergantung dari perkembangan kontrol gula darah Anda.
Jangan menghentikan obat ataupun suntik insulin, sekalipun Anda merasa gejala diabetes yang Anda rasakan telah jauh membaik. Penyesuaian obat hanya boleh dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Kunjungi Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital untuk melakukan kontrol gula darah secara rutin dan komprehensif. Anda bisa menemui dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD di DCC Eka Hospital Bekasi ataupun DCC Eka Hospital terdekat dengan domisili Anda.
Anda dapat menghubungi Call Center 1500-129 atau WhatsApp Center 0889-1500-129 Eka Hospital untuk membuat janji temu dengan dokter.

