Home>Better Health>Info Kesehatan>Tanda Tanda Kamu Mengalami Sleep Apnea dan Bahayanya

Better Health

Tanda Tanda Kamu Mengalami Sleep Apnea dan Bahayanya

Pernahkah Anda merasa sudah tidur selama 7 hingga 8 jam, tetapi saat bangun pagi tubuh tetap terasa lelah, kepala pusing, dan tidak fresh? Atau, apakah Anda sering mengalami microsleep (tertidur sekilas beberapa detik) di siang hari saat sedang rapat atau menyetir?

Banyak orang mengira kondisi ini hanya karena faktor kelelahan biasa akibat aktivitas yang padat. Padahal, kelelahan kronis tersebut bisa jadi merupakan alarm tubuh bahwa Anda mengalami sleep apnea atau gangguan henti napas saat tidur.

Untuk mengupas tuntas kondisi yang sering kali tidak disadari ini, berikut adalah rangkuman wawancara mendalam bersama dr. Hendyono Lim, Sp.JP (K), FIHA, seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Aritmia dari Eka Hospital BSD.

Apa itu sleep apnea dan dampaknya?

dr. Hendyono Lim menjelaskan, Sleep Apnea adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan seseorang berulang kali terhenti dan kembali berjalan secara tidak sadar selama tidur. Jenis yang paling sering ditemukan adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang terjadi karena otot-otot di bagian belakang tenggorokan terlalu rileks, sehingga menyumbat jalan napas.

Ketika jalan napas tersumbat, oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru dan otak. Otak yang mendeteksi penurunan kadar oksigen ini akan mengirimkan sinyal darurat untuk membangunkan Anda secara sekilas agar jalan napas kembali terbuka. Proses terbangun ini terjadi sangat singkat sehingga pasien tidak mengingatnya di pagi hari.

Namun, karena proses ini bisa terjadi puluhan hingga ratusan kali dalam satu malam, fase tidur nyenyak pasien menjadi rusak. Akibatnya, kualitas tidur sangat buruk, dan pasien bangun dalam kondisi lelah serta mudah mengantuk di siang hari.

Gejala sleep apnea yang harus kita waspadai?

Menurut dr. Hendyono Lim Gejala yang paling umum dan mudah dikenali oleh pasangan tidur adalah mendengkur (ngorok) yang sangat keras. Namun, perhatikan polanya. Pada penderita Sleep Apnea, suara dengkurannya tidak konstan. Dengkuran tersebut biasanya akan tiba-tiba terhenti selama beberapa detik, tidak ada suara sama sekali, karena napasnya juga berhenti.

Setelah jeda berhenti napas itu, pasien biasanya akan terbangun secara mendadak sambil terengah-engah atau seperti tersedak. Gejala penyerta lainnya meliputi:

  • Terbangun dengan mulut terasa kering atau tenggorokan sakit.
  • Sakit kepala di pagi hari.
  • Mudah marah, cemas, atau sulit berkonsentrasi di siang hari.
  • Sering mengalami microsleep saat beraktivitas harian.

Seberapa bahaya sleep apnea?

dr. Hendyono Lim menjelaskan bahwa sleep apnea bisa berakibat fatal jika diabaikan. Setiap kali napas terhenti, kadar oksigen dalam darah drop drastis secara mendadak. Kondisi ini memaksa sistem saraf melepaskan hormon stres dan meningkatkan tekanan darah secara instan untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika proses ini terjadi setiap malam selama bertahun-tahun, jantung akan mengalami beban kerja yang sangat ekstrem. Akibatnya, sleep apnea menjadi salah satu pemicu utama terjadinya hipertensi yang sulit disembuhkan, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga aritmia (gangguan irama jantung) seperti atrial fibrilasi. Banyak kasus kematian mendadak saat tidur yang sering dikaitkan dengan serangan jantung, sebenarnya berakar dari kondisi sleep apnea yang tidak terdiagnosis.

Cara memastikan seseorang memiliki sleep apnea

Kita tidak bisa mendiagnosis kondisi ini hanya berdasarkan cerita pasien. Evaluasi medis secara menyeluruh sangat diperlukan melalui dua tahapan utama:

  1. Pemeriksaan jalan napas: Dokter akan memeriksa struktur fisik hidung, mulut, dan tenggorokan pasien untuk melihat apakah ada penyumbatan mekanis, seperti amandel yang membesar atau struktur rahang tertentu.
  2. Sleep test: Pasien akan menjalani pemeriksaan tidur di rumah sakit atau menggunakan alat khusus di rumah. Selama sleep test, alat medis akan merekam aktivitas otak, pola pernapasan, detak jantung, gerakan tubuh, serta kadar oksigen di dalam darah saat pasien tidur.

Melalui sleep test ini, kita dapat mendeteksi secara akurat tingkat keparahan penyakit, serta mengukur seberapa sering frekuensi terhentinya napas terjadi dalam satu jam.

Konsultasi spesialis jantung dan gangguan irama tidur

Mendengkur keras dan bangun dalam keadaan lelah bukanlah tanda bahwa Anda tertidur pulas, melainkan tanda adanya gangguan serius pada sistem pernapasan dan jantung Anda. Penanganan sleep apnea sejak dini dengan metode yang tepat  dapat menyelamatkan jantung Anda dari kerusakan permanen.

Bagi Anda yang mengalami gejala mendengkur terhenti, sering terbangun tersedak, atau ingin menjalani prosedur sleep test menyeluruh, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya, dr. Hendyono Lim, Sp.JP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah , Konsultan Aritmia Eka Hospital BSD.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

 

Bagikan

  • Instagram Post MYCardia Eka Hospital, https://www.instagram.com/p/DZWx9OvhOmY/

    Diakses pada 7 July 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-apnea/symptoms-causes/syc-20377631

    Diakses pada 7 July 2026

  • healthline.com, https://www.healthline.com/health/sleep/obstructive-sleep-apnea

    Diakses pada 7 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved