Home>Better Health>Info Kesehatan>Terapi Epilepsi untuk Mengurangi dan Mencegah Kejang

Better Health

Terapi Epilepsi untuk Mengurangi dan Mencegah Kejang

terapi epilepsi

Mengidap epilepsi tentunya bisa mengganggu aktivitas harian. Anda bisa mengalami kejang saat menghadapi stres, saat bangun, atau bahkan saat tidur. Kabar baiknya ada terapi epilepsi yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi kejang dan membuat Anda bisa beraktivitas tanpa gangguan.

Apa itu terapi epilepsi?

Terapi epilepsi adalah tindakan yang membantu penderita menyeimbangkan kembali "arus listrik" di otak agar tidak terjadi korsleting yang memicu kejang. Tujuan utamanya untuk menghentikan kejang, mengurangi frekuensinya, atau setidaknya meminimalisir dampak serangan terhadap kualitas hidup penderita.

Apakah epilepsi bisa disembuhkan?

Epilepsi sebenarnya tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan. Kabar baiknya, jika seseorang sudah bebas kejang dalam waktu yang lama (biasanya beberapa tahun) dengan bantuan obat, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk menurunkan dosis secara bertahap hingga lepas obat. Pada beberapa kasus, terutama anak-anak, mereka bisa “lepas” dari kondisi ini.

Jenis-jenis terapi epilepsi

Setiap orang punya "pola listrik" otak yang berbeda, jadi terapinya pun bisa berbeda untuk tiap orang:

  1. Obat antiepilepsi (OAE):  Pemberian obat bertujuan mengubah cara sel otak mengirim sinyal satu sama lain. Sekitar 70% penderita bisa bebas kejang lewat konsumsi obat yang rutin.
  2. Diet ketogenik:  Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat yang diawasi ketat oleh ahli gizi ini terbukti membantu mengurangi kejang pada kasus tertentu, terutama anak-anak yang sulit merespons obat.
  3. Operasi bedah syaraf: Jika kejang dipicu oleh area spesifik di otak yang bisa diangkat tanpa mengganggu fungsi vital, operasi bisa menjadi solusi permanen.
  4. Stimulasi saraf vagus (VNS): Pemasangan alat kecil di bawah kulit dada yang mengirimkan getaran listrik teratur ke otak melalui saraf vagus untuk mencegah kejang.

Kapan terapi dilakukan?

Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh dokter sebelum menentukan terapi adalah:

  • Jenis kejang: Apakah kejang seluruh tubuh atau hanya di area tertentu?
  • Usia dan gaya hidup: Misalnya, pilihan obat untuk wanita yang berencana hamil akan berbeda dengan orang tua.
  • Hasil rekam otak (EEG) & MRI: Untuk melihat "pusat badai" listrik di otak Anda.

Efek samping terapi epilepsi

Setiap terapi dan obat biasa memiliki efek samping. Berapa di antaranya adalah mengantuk, pusing, atau perubahan suasana hati. Jika efek samping ini mengganggu, jangan berhenti konsumsi obat sendiri tetapi selalu konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Peran keluarga dalam keberhasilan terapi

Keluarga adalah "asisten dokter" terbaik di rumah. Keberhasilan terapi sangat bergantung pada:

  • Minum obat tepat waktu: Terlewat satu dosis saja bisa memicu kejang kembali.
  • Mencatat kejadian kejang: Membantu dokter memantau perkembangan pasien secara akurat.
  • Dukungan moral: Menghilangkan stigma dan rasa rendah diri pada penderita.

Kapan terapi perlu dievaluasi atau diganti?

Jika kejang masih sering muncul meski sudah rutin minum obat, atau jika efek sampingnya membuat Anda tidak bisa berfungsi normal, inilah saatnya evaluasi. Jangan berkecil hati, terkadang dokter perlu melakukan trial and error yang terukur untuk menemukan kombinasi "resep ajaib" yang paling pas untuk otak Anda.

Solusi saraf terpadu di Eka Hospital

Terapi epilepsi membutuhkan kesabaran dan keahlian dokter spesialis saraf yang berpengalaman. Di Eka Hospital, kami memiliki pusat layanan saraf yang komprehensif untuk membantu Anda atau keluarga mengelola epilepsi dengan lebih baik—mulai dari diagnosis akurat menggunakan EEG hingga manajemen terapi jangka panjang.

Jangan biarkan epilepsi mengganggu aktivitas Anda. Dengan penanganan yang tepat, hidup terkontrol bukan sekadar impian. Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epilepsy/diagnosis-treatment/drc-20350098

    Diakses pada 30 January 2026

  • cdc.gov, https://www.cdc.gov/epilepsy/treatment/index.html

    Diakses pada 30 January 2026

  • nhs.uk, https://www.nhs.uk/conditions/epilepsy/

    Diakses pada 30 January 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved