Home>Better Health>Info Kesehatan>Trikomoniasis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Better Health

Trikomoniasis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

trikomoniasis

Ada banyak jenis penyakit kelamin yang menular melalui kontak dengan alat kelamin atau cairan tubuh selama aktivitas seksual. Salah satu contohnya adalah trikomoniasis yang disebabkan oleh parasit.

Cari tahu penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan penyakit kelamin ini selengkapnya!

Apa itu trikomoniasis?

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis (T. vaginalis).

Infeksi dapat ditularkan antara pria dan wanita, wanita dengan wanita, dan terkadang antar pria. WHO memperkirakan ada sekitar 156 juta kasus baru infeksi T. vaginalis di antara orang berusia 15–49 tahun secara global pada tahun 2020 (73,7 juta pada wanita, 82,6 juta pada pria).

Penyebab trikomoniasis

Parasit Trichomonas vaginalis berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seks vaginal, oral, atau anal tanpa kondom.

Parasit ini menginfeksi saluran genital bagian bawah. Pada wanita, infeksi dapat menyerang bagian luar alat kelamin (vulva), vagina, lubang rahim (leher rahim), dan lubang saluran kemih (uretra). Pada pria, parasit menginfeksi bagian dalam penis (uretra).

Namun, infeksi biasanya tidak sampai menyebar dan berwujud di area tubuh lain seperti tangan, mulut, atau anus.

Selain hubungan seks tanpa kondom, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena trikomoniasis meliputi:

  • Gonta-ganti pasangan seksual
  • Riwayat penyakit kelamin/infeksi menular seksual (IMS) lainnya
  • Pernah terjangkit trikomoniasis sebelumnya.

Gejala trikomoniasis

Kebanyakan orang yang terkena trikomoniasis tidak menunjukkan gejala berarti. Pada beberapa orang, tanda-tandanya mungkin tidak muncul sampai beberapa hari atau minggu setelah infeksi.

Ini karena waktu antara paparan parasit dan infeksi (masa inkubasi) tidak diketahui pasti. Secara umum, masa inkubasi parasit penyebab trikomoniasis diperkirakan berkisar antara empat hingga 28 hari.

Jika muncul gejala, ciri-ciri trikomoniasis pun bisa berbeda pada pria dan wanita. Gejala trikomoniasis pada wanita umumnya adalah:

  • Keluar cairan keputihan yang berbau tidak sedap dan berwarna putih, abu-abu, kehijauan atau kekuningan dan dapat disertai darah.
  • Bengkak di selangkangan.
  • Sensasi gatal, terbakar, kemerahan, atau nyeri pada vagina.
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks.
  • Dorongan untuk buang air kecil lebih sering (kebelet).
  • Pendarahan setelah berhubungan seks.

Ciri-ciri trikomoniasis pada pria mungkin termasuk:

  • Gatal atau iritasi di dalam penis.
  • Keluar cairan putih tipis dari penis.
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks.
  • Ingin buang air kecil lebih sering (kebelet).

Meski tanpa gejala, Anda atau pasangan masih bisa menyebarkan infeksi.

Diagnosis trikomoniasis

Dokter dapat mendiagnosis trikomoniasis dengan melakukan pemeriksaan alat kelamin dan tes laboratorium.

Dokter mungkin juga meminta sampel cairan vagina atau sampel dari dalam penis (uretra) untuk diperiksa di laboratorium. Jika hasil lab menunjukkan adanya parasit, tidak diperlukan tes lebih lanjut.

Jika hasil tes tidak membuktikan adanya parasit tapi dokter mencurigai gejala trikomoniasis, dokter mungkin akan meminta tes susulan pada sampel cairan vagina, usap uretra penis, atau terkadang urin. Tes yang dilakukan meliputi tes antigen cepat dan tes amplifikasi asam nukleat.

Jika Anda menderita trikomoniasis, dokter mungkin juga melakukan tes untuk infeksi menular seksual (IMS) lainnya agar penyakit tersebut juga dapat diobati.

Komplikasi trikomoniasis

Jika tidak diobati, infeksi trikomoniasis dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Memiliki infeksi ini menyebabkan iritasi pada area genital yang memudahkan kuman penyebab penyakit kelamin lain masuk ke dalam tubuh seperti klamidia, gonore, HPV, bakterial vaginosis (BV), hingga herpes simplex tipe 2 (HSV-2), dan menularkannya kepada orang lain.

Memiliki trikomoniasis yang tidak ditangani juga dikaitkan dengan peningkatan risiko tertular HIV sebesar 1,5 kali lipat.

Selain itu, trikomoniasis pada ibu hamil yang tidak diobati dikaitkan dengan komplikasi persalinan yang serius, termasuk berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan ketuban pecah dini. Meskipun jarang terjadi, penularan T. vaginalis pada masa perinatal dapat terjadi, menyebabkan infeksi vagina dan saluran pernafasan pada bayi baru lahir.

Pengobatan trikomoniasis

Trikomoniasis dapat diobati dengan antibiotik oral yang efektif melawan infeksi parasit. Pengobatan dapat diberikan selama kehamilan.

Minumlah semua obatnya sampai habis sesuai aturan dokter, meskipun Anda mulai merasa lebih baik sebelum selesai.

Pengobatan akan menghilangkan parasit, namun Anda masih bisa tertular lagi. Jadi, Anda dan pasangan harus menjalani pengobatan yang sama pada waktu yang bersamaan untuk mencegah terjadinya infeksi lagi (reinfeksi).

Anda juga harus menghindari hubungan seks untuk sementara waktu sampai pengobatan selesai dan gejalanya hilang. Ini biasanya memakan waktu sekitar seminggu setelah dosis antibiotik terakhir selesai.

Beri tahu dokter jika gejalanya tidak hilang setelah pengobatan. Sekalipun Anda sudah menjalani pengobatan untuk menghilangkan trikomoniasis, Anda masih bisa tertular lagi jika Anda terpapar dengan seseorang yang mengidap infeksi tersebut.

Pencegahan trikomoniasis

Satu-satunya cara agar Anda benar-benar terhindar dari trikomoniasis adalah dengan tidak melakukan hubungan seks

Namun jika Anda aktif secara seksual, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menekan risiko penularannya, seperti

  • Selalu gunakan kondom lateks. Anda bisa tertular atau menyebarkan bakteri melalui kontak saja, pastikan untuk memakai kondom sejak sebelum melakukan penetrasi atau sebelum penis menyentuh vagina.
  • Hindari melakukan douching. Vagina Anda memiliki keseimbangan bakteri alami untuk membuat organ intim Anda tetap sehat. Saat Anda melakukan douche, Anda menghilangkan beberapa bakteri bermanfaat tersebut, yang dapat meningkatkan peluang Anda terkena PMS.
  • Setia pada satu pasangan dan pastikan hasil tesnya negatif terhadap semua jenis penyakit kelamin.

Yang paling penting, bicarakan secara terbuka dengan pasangan Anda tentang riwayat seksual Anda dan potensi risiko infeksi. Ini dapat membantu Anda membuat pilihan terbaik untuk diri Anda sendiri. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi di Eka Hospital. Dokter spesialis kami siap membantu memberikan pemeriksaan hingga cara penanganan yang tepat. Anda bisa menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129.

Bagikan

  • cdc.gov, https://www.cdc.gov/std/trichomonas/STDFact-Trichomoniasis.htm

    Diakses pada 22 April 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichomoniasis/diagnosis-treatment/drc-20378613

    Diakses pada 22 April 2026

  • webmd.com, https://www.webmd.com/sexual-conditions/trichomoniasis#1-3

    Diakses pada 22 April 2026

  • who.in, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/trichomoniasis

    Diakses pada 22 April 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved