.jpeg)
Veneer adalah lapisan tipis yang terbuat dari porselen atau resin untuk menutupi gigi asli. Prosedur ini umumnya digunakan sebagai salah satu prosedur estetik agar tampilan gigi menjadi lebih baik.
Itu sebabnya, prosedur ini termasuk ke salah satu prosedur kecantikan. Meski demikian, veneer gigi juga dilakukan untuk mengatasi gigi yang patah.
Apa itu veneer gigi?
Prosedur veneer gigi adalah prosedur pemasangan veneer untuk menutupi bagian depan gigi Anda. Veneer ini akan menempel secara permanen di gigi Anda.
Tujuan pemasangan veneer gigi adalah untuk menyembunyikan retakan, gigi patah, noda di gigi, dan masalah estetik gigi lainnya. Veneer dapat dipasang untuk menutupi seluruh gigi ataupun sebagian gigi saja.
Namun, seringnya, veneer gigi dilakukan untuk sekitar 6-8 gigi agar memiliki senyum dan tampilan senyum yang lebih baik dan simetris. Biasanya, pemasangan veneer lebih umum dilakukan pada 8 gigi depan.
Perbedaan veneer gigi dan crown gigi
Sepintas, veneer gigi dan crown gigi sama-sama menutup gigi asli Anda. Akan tetapi, kedua nya berbeda.
Veneer gigi adalah prosedur kosmetik yang bertujuan untuk meningkatkan tampilan senyum dan estetika. Selain itu, veneer hanya menutupi bagian depan gigi.
Sementara, crown gigi adalah prosedur medis untuk mengembalikan tampilan gigi yang mengalami kerusakan parah akibat gigi berlubang atau trauma. Crown gigi bertujuan untuk melindungi bagian dalam gigi sekaligus memperkuat gigi.
Siapa saja yang membutuhkan veneer gigi?
Veneer gigi umumnya dilakukan sebagai proses restorasi gigi untuk meningkatkan estetika. Mengingat tujuannya estetika, prosedur ini bersifat pilihan.
Anda bisa melakukan veneer untuk menutupi masalah gigi, seperti:
- Gigi patah
- Gigi renggang
- Noda gigi yang tidak dapat hilang dengan bleaching gigi
- Gigi terlalu kecil
- Bentuk gigi tidak rata
Meski demikian, prosedur veneer hanya dapat dilakukan jika Anda tidak memiliki gigi berlubang yang besar ataupun penyakit gusi. Anda harus memperbaiki masalah gigi dan gusi yang dimiliki terlebih dulu sebelum memutuskan menjalani prosedur kosmetik seperti veneer gigi.
Prosedur veneer gigi
Sering kali, untuk melakukan veneer, dokter gigi perlu mengikis enamel gigi agar veneer dapat melekat dengan baik. Enamel yang telah dikikis tidak dapat tumbuh kembali, sehingga ini bersifat permanen dan dapat terasa sakit.
Untuk proses pengikisan itu, dokter mungkin saja akan memberikan anestesi lokal.
Prosedur pemasangan veneer umumnya serupa. Namun, ada sedikit perbedaan, tergantung dari jenis veneer yang digunakan.
Veneer porselen
Porselen atau keramik adalah jenis veneer yang paling umum dilakukan. Untuk pemasangan veneer dari porselen, dokter akan mengikis gigi yang membuat permukaan gigi menjadi kasar untuk membantu veneer dapat menempel
Anda mungkin akan diberikan veneer sementara sebelum menggunakan veneer permanen. Proses pembuatan veneer juga dapat dilakukan secara digital di ruang praktik.
Veneer resin
Dokter gigi juga akan mengikis sebagian enamel gigi Anda sehingga permukaannya jadi lebih kasar. Ini akan membantu veneer menempel dengan lebih baik.
Dokter dapat menambah lapisan resi atau komposit agar tampilannya sesuai dengan yang Anda harapkan. Setelah pemasangan, dokter akan melakukan pengerasan veneer resin atau komposit dengan cahaya khusus.
No-prep veneers
Ini adalah prosedur yang lebih minimal invasif. Prosedurnya mirip dengan veneer porselen tapi pengikisan enamel yang lebih sedikit. Prosedur ini baik untuk memperbaiki tampilan gigi yang memiliki celah kecil.
Veneer temporer (removable)
Veneer temporer yang dapat dilepas pasang kapan pun, menyerupai retainer gigi. Veneer ini sama-sama dapat menutup ketidaksempurnaan gigi, tapi lebih sulit dipakai makan dan bisa memengaruhi kemampuan berbicara Anda.
Keuntungan veneer
Veneer gigi memiliki beberapa keuntungan yang bisa Anda pertimbangkan, seperti:
- Meningkatkan tampilan gigi dan senyum Anda
- Memberikan tampilan gigi yang alami
- Mencegah noda pada gigi lebih baik dibandingkan enamel alami
- Perawatan yang cukup mudah
- Tampilan veneer gigi dapat bertahan 10-15 tahun dengan perawatan yang tepat
Perawatan veneer gigi juga serupa dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti biasa, misalnya sikat gigi dua kali sehari, flossing minimal satu kali sehari, rutin ke dokter gigi, dan tidak menggigit benda-benda yang keras.
Risiko veneer gigi
Secara umum, veneer gigi adalah prosedur yang aman jika dilakukan di dokter gigi berpengalaman. Namun, terlepas dari berbagai keuntungan yang dihadirkan, tetap ada beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan, seperti:
- Nyeri rahang
- Veneer dapat retak atau copot terutama jika Anda mengatupkan atau menggertakkan gigi
- Meningkatkan risiko gigi sensitif karena enamel yang dikikis
- Warna veneer tidak dapat diubah begitu dipasang
- Warna gigi Anda yang lain dapat berubah dan tidak seragam lagi dengan warna veneer
Veneer gigi adalah prosedur kosmetik. Namun, tidak semua orang dapat menjalani prosedur ini. Ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak dapat menjalani veneer gigi, salah satunya memiliki masalah gigi dan mulut yang perlu diobati terlebih dulu.
Untuk itu, Anda perlu berkonsultasi dan memeriksakan kondisi gigi Anda sebelum memasang veneer. Pastikan juga Anda memilih dokter gigi yang terbaik dan berpengalaman.
Anda bisa berkunjung ke poli gigi Eka Hospital untuk mendapatkan konsultasi terbaik. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

