.jpeg)
Ada banyak bentuk tindakan pelecehan seksual, salah satunya adalah child grooming. Pelecehan seksual ini sangat rentan memengaruhi psikologis anak, terutama di masa dewasanya. Membekali anak dengan kepercayaan diri dan self esteem yang baik bisa menjauhkannya dari hal ini.
Apa Itu Child Grooming?
Child grooming adalah proses atau tindakan manipulasi psikologis oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umur. Tindakan ini dilakukan secara bertahap sehingga anak sering kali tidak menyadari bahwa dirinya tengah dimanipulasi.
Hal ini dapat dimulai dari tindakan yang wajar dan sederhana hingga manipulasi emosional, fisik, verbal, bahkan seksual. Sering kali, korban berhasil dimanipulasi sehingga merahasiakan tindakan ini dari orang tuanya.
Berikut ini adalah tahapan child grooming:
- Menargetkan anak, umumnya yang memiliki kerentanan tertentu.
- Membangun kepercayaan dengan anak.
- Mengisolasi anak dari kehidupannya terdahulu.
- Seksualisasi, yaitu pelaku akan memaparkan korban dengan perilaku, konten, atau diskusi seksual
- Mengontrol anak
Tanda-Tanda Anak Mengalami Child Grooming
Perilaku child grooming sering kali menyerupai perilaku atau hubungan yang normal antara orang dewasa dan anak-anak. Itulah sebabnya, kondisi ini sulit terdeteksi.
Perubahan perilaku pada anak bisa jadi tanda anak-anak telah menjadi korban child grooming.
Berikut ini adalah beberapa tanda yang perlu orang tua waspadai:
- Selalu membicarakan orang dewasa tertentu atau menghabiskan waktu bersamanya
- Berhubungan dengan orang yang mempunyai rentang umur jauh di atas anak
- Bolos sekolah
- Menarik diri dari pergaulan atau perubahan grup pertemanan secara tiba-tiba
- Mendapatkan hadiah atau pemberian yang tidak mau ia bicarakan dari mana asalnya
- Berbohong
- Membangkang
Selain memahami tanda-tanda anak telah menjadi korban grooming, penting bagi Anda untuk tahu ciri-ciri pelakunya. Sebab, dengan demikian Anda bisa mengambil langkah antisipasi.
Beberapa ciri seseorang melakukan grooming, yaitu:
- Melewati batas, seperti ke ulang tahun anak tanpa diundang, datang ke rumah tanpa memberi tahu sebelumnya
- Menawarkan diri untuk mengantar anak ke sekolah atau aktivitas lainnya
- Memberikan hadiah untuk keluarga Anda
- Menawarkan membantu pekerjaan rumah, seperti berkebun atau memperbaiki sesuatu
- Menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas anak Anda
Cara Mencegah Child Grooming
Pelaku child grooming kerap menargetkan anak-anak yang mungkin merasa “tidak aman” di dalam rumahnya. Itu sebabnya, membangun komunikasi secara terbuka sangat penting untuk membangun kepercayaan diri anak terhadap dirinya sendiri.
Penting bagi orang tua memvalidasi apa yang anak rasakan, sehingga ia tidak sungkan untuk berbicara mengenai hal apa pun pada orang tua. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman dan terlindungi.
Selain itu, beberapa hal yang juga dapat Anda lakukan, yaitu:
- Mengenali perubahan perilaku pada anak
- Mengawasi kegiatan anak secara online dan memasang batasan
- Memahami batasan perilaku orang luar terhadap anak ataupun keluarga
- Memberikan penjelasan terkait consent pada anak
Anak-anak mungkin tidak memahami apakah mereka sedang menjadi korban grooming atau tidak. Maka itu, penting bagi orang tua memahami tanda-tandanya.
Jangan lupa untuk membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan anak. Dengan demikian, anak menjadi lebih terbuka dalam menceritakan hal yang ia alami sehari-hari.
Apabila Anda merasa tidak yakin apa yang terjadi pada anak Anda atau bahkan mungkin Anda membutuhkan saran, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Anda bisa menemui psikolog Siti Sa'diah Syam, M.Psi, Psikolog di Poli Psikologi Klinis Eka Hospital Cibubur dan Bekasi.
Anda bisa menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

