Home>Better Health>Kehamilan>Waspada Peripartum Cardiomyopathy, Risiko Gagal Jantung pada Ibu Hamil dan Melahirkan

Better Health

Waspada Peripartum Cardiomyopathy, Risiko Gagal Jantung pada Ibu Hamil dan Melahirkan

ppcm

Saat hamil, beberapa ibu akan lebih rentan mengalami kondisi kesehatan tertentu karena adanya perubahan yang cukup drastis pada tubuh. Salah satu kondisi yang rentan dan bisa menyerang ibu hamil adalah peripartum cardiomyopathy alias PPCM.

Kondisi ini memengaruhi jantung ibu hamil dan dapat memiliki dampak jangka panjang. Simak penjelasan lengkap soal PPCM pada ibu hamil dan melahirkan dari dr. Dewi Anggraeni Setyaningrum, Sp.JP, FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah Eka Hospital BSD.

Apa Itu Peripartum Cardiomyopathy (PPCM)?

Peripartum Cardiomyopathy, atau PPCM, adalah kondisi lemah jantung yang terjadi pada ibu hamil di trimester 3 kehamilan atau setelah persalinan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Dewi Anggraeni Setyaningrum, Sp.JP, FIHA, menyebutkan kondisi ini umumnya dipicu oleh perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan dan pascapersalinan.

Hormon-hormon inilah yang kemudian membuat otot jantung melemah dan membesar. Akibatnya, kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh pun menurun dan sirkulasi tidak optimal.

PPCM adalah kondisi yang langka. Namun, beberapa kondisi kesehatan yang dialami ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya lemah jantung saat hamil dan pascamelahirkan.

Apa Saja Gejala PPCM?

“PPCM menyebabkan otot jantung melemah dan membesar, akibatnya jantung tidak bisa memompa dengan bagus,” terang dr. Dewi. Ketika jantung tidak dapat memompa dengan baik akibat PPCM, ibu hamil akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Sesak napas
  • Mudah lelah meski hanya aktivitas ringan
  • Retensi cairan dan menyebabkan kaki bengkak

Apa Penyebab Gagal Jantung pada Ibu Hamil dan Melahirkan?

Menurut dr. Dewi, hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan ibu hamil mengalami peripartum cardiomyopathy. Meski demikian beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya PPCM pada ibu hamil, seperti:

  •  Perubahan hormon kehamilan
  •  Kondisi fisik jantung
  •  Gangguan kekebalan tubuh atau sistem imun
  •  Kelainan genetik
  •  Infeksi tertentu

Peripartum cardiomyopathy adalah kondisi yang langka. Akan tetapi, ibu hamil dengan beberapa kondisi berikut ini memiliki risiko yang lebih besar, yaitu:

  • Kehamilan yang terjadi di usia yang sangat muda
  • Kehamilan yang terjadi di usia yang terlalu tua
  • Mengalami diabetes saat hamil
  • Mengalami hipertensi
  • Pernah mengalami PPCM sebelumnya
  • Bisakah PPCM Disembuhkan?

PPCM adalah kondisi yang langka. Namun, kabar baiknya, kondisi ini dapat pulih sepenuhnya dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat.

Tanpa pengobatan yang tepat, gagal jantung pada ibu hamil ini justru dapat berisiko menjadi gagal jantung kronis.

Pastikan Anda menjalani pemeriksaan kehamilan rutin dan menginformasikan setiap keluhan yang Anda alami pada dokter yang merawat Anda. Apabila dokter curiga akan adanya masalah jantung, dokter kandungan bisa merujuk Anda ke spesialis jantung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Anda bisa melihat video short Youtube Eka Hospital terkait PPCM untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap atau Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dr. Dewi Anggraeni Setyaningrum, Sp.JP, FIHA di Eka Hospital BSD bila memiliki gejala-gejala di atas.

Hubungi call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

Bagikan

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved