
Saat terdiagnosis atrial fibrilasi, Anda mungkin bertanya-tanya, pengobatan apa yang paling tepat untuk mengobati kondisi ini, apakah cukup dengan perubahan gaya hidup atau perlu tindakan medis tertentu?
Simak penjelasan lengkap dari dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP (K), FIHA dokter konsultan aritmia Eka Hospital BSD mengenai langkah penanganan yang tepat untuk atrial fibrilasi.
Penanganan Atrial Fibrilasi
Anda mungkin akan bertanya-tanya, pengobatan apa yang paling tepat untuk mengatasi atrial fibrilasi. Apakah perubahan gaya hidup, konsumsi obat, atau harus sampai tindakan medis tertentu?
Menurut dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP (K), FIHA, untuk mengatasi atrial fibrilasi, ketiganya mungkin diperlukan tergantung dari seberapa berat atrial fibrilasi yang tergantung dari seberapa berat atrial fibrilasi yang Anda alami.
1. Perubahan Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup jadi lebih sehat adalah tahapan pertama yang perlu dilakukan secara terus-menerus dalam penanganan atrial fibrilasi. Bukan karena perubahan gaya hidup bisa menyembuhkan secara total, melainkan karena perubahan gaya hidup jadi lebih sehat dapat menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh.
Dalam kasus yang ringan, perubahan gaya hidup mungkin dapat mengembalikan detak jantung normal. Namun, perubahan gaya hidup saja mungkin tidak cukup, terutama jika atrial fibrilasi sudah cukup berat dan persisten muncul, bahkan menyebabkan gejala.
2. Pemberian Obat-obatan
Perubahan gaya hidup adalah permulaan yang harus dilakukan secara terus-menerus. Meski begitu, jika atrial fibrilasi yang Anda alami tak lagi dapat membaik dengan perubahan gaya hidup, maka pada saat ini obat-obatan mungkin dibutuhkan.
Biasanya, dokter akan meresepkan obat-obatan dengan beberapa tujuan, seperti:
- Mengembalikan detak jantung normal
- Mengembalikan irama jantung normal
- Mencegah komplikasi, terutama stroke
Pemberian obat-obatan harus dilakukan dengan kontrol dokter dan dilakukan evaluasi secara berkala untuk mengoptimalkan pengobatan
Selama minum obat, Anda tetap perlu mempertahankan gaya hidup sehat. Perubahan gaya hidup akan membantu mencegah komplikasi atau masalah kesehatan yang muncul akibat gaya hidup tidak sehat, yang dapat memperberat kerja jantung.
3. Tindakan Medis (Ablasi Jantung)
Dalam beberapa kasus, atrial fibrilasi dapat menimbulkan gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan. Jika obat-obatan dan perubahan gaya hidup tidak lagi dapat membantu dalam mengembalikan detak jantung normal atau mengendalikan gejala yang muncul, tindakan medis, dalam hal ini, ablasi jantung mungkin diperlukan.
Umumnya, dokter akan merekomendasikan ablasi jantung untuk mengatasi atrial fibrilasi yang simptomatik dan gejalanya sangat mengganggu serta sering kambuh.
Dalam hal ini, ablasi jantung jadi pilihan utama untuk mengatasi atrial fibrilasi jantung yang bergejala dan mengganggu.
“Jadi, ketiganya perlu dipertimbangkan, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan atrial fibrilasi itu sendiri,” ujar dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP (K), FIHA.
Untuk mengetahui pengobatan mana yang paling tepat untuk Anda, cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung.
Beberapa orang mungkin khawatir jika harus menjalani tindakan medis tertentu, tapi faktanya, tidak semua atrial fibrilasi harus ditangani dengan ablasi jantung.
Meski demikian, di sisi lain, atrial fibrilasi bisa jadi pilihan paling tepat untuk mengatasi atrial fibrilasi di tahap awal, untuk menghilangkan gejala serta menurunkan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.
Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP (K), FIHA, dokter konsultan aritmia Eka Hospital BSD. Anda juga dapat menghubungi Call Center 1500-129 atau WhatsApp Center 0889-1500-129 MYCardia Eka Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung kami lainnya yang dekat dengan domisili Anda.

