Home>Better Health>Diabetes>6 Tips Aman Persiapan Puasa Bagi Penderita Diabetes

Better Health

6 Tips Aman Persiapan Puasa Bagi Penderita Diabetes

Bagi penyandang diabetes, puasa terkadang menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi berpuasa dapat menurunkan kadar gula darah secara berlebihan (hipoglikemia). Di sisi lain penderita ingin tetap mengikuti ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Meski sebenarnya puasa tidak direkomendasikan untuk penyandang diabetes, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar Anda dapat berpuasa.

1. Konsultasi dokter

Langkah pertama dan paling penting adalah berkonsultasi ke dokter. Setidaknya 2 hingga 4 minggu sebelum bulan puasa dimulai, Anda sangat disarankan melakukan konsultasi medis. Dokter akan memberikan evaluasi apakah Anda dapat berpuasa atau tidak.

Setiap penyandang diabetes memiliki risiko yang berbeda. Ada yang masuk kategori risiko tinggi (misalnya diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol) dan ada yang risiko rendah. Penentuan kategori ini akan menentukan seberapa ketat pemantauan yang harus dilakukan selama berpuasa.

2. Pola makan yang tepat

Pola makan adalah kunci utama agar energi tetap stabil sepanjang hari.

  • Sahur: Jangan pernah melewatkan sahur. Melewatkan sahur akan meningkatkan risiko hipoglikemia di siang hari. Saat makan sahur pilihlah karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, oat, atau gandum. Tambahkan protein dari ikan, ayam, atau tempe, serta sayuran tinggi serat agar gula darah dilepaskan secara bertahap ke dalam aliran darah.
  • Berbuka secara bertahap: Saat maghrib tiba, hindari "balas dendam". Mulailah dengan minum air putih dan 1–2 butir kurma untuk menaikkan kadar gula darah secara perlahan. Hindari takjil yang terlalu manis seperti kolak dengan santan kental atau sirup berlebihan secara langsung dalam porsi besar.
  • Makan malam yang seimbang: Setelah salat Maghrib atau Isya, konsumsilah makanan utama yang seimbang. Batasi makanan berlemak tinggi dan gorengan, karena lemak berlebih dapat menghambat kerja insulin dan memicu kenaikan berat badan selama Ramadan.

3. Pola minum yang tepat

Dehidrasi adalah musuh utama diabetesi saat berpuasa, terutama karena kadar gula darah yang tinggi dapat memicu pengeluaran urin yang lebih sering. Terapkan pola minum 2-4-2 agar Anda lebih sehat:

  • 2 Gelas saat sahur.
  • 4 Gelas di antara waktu berbuka hingga menjelang tidur.
  • 2 Gelas saat berbuka puasa. Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh kental saat sahur karena bersifat diuretik (memicu buang air kecil lebih sering) yang dapat mempercepat dehidrasi.

4. Aktivitas fisik dan salat tarawih

Meski puasa Anda harus tetap bergerak, namun jangan berlebihan. Hindari olahraga dengan intensitas tinggi di siang hari, terutama beberapa jam sebelum berbuka, karena risiko hipoglikemia sangat tinggi pada waktu tersebut.

Menariknya, aktivitas ibadah seperti salat tarawih dapat dianggap sebagai bagian dari aktivitas fisik moderat. Gerakan salat yang dilakukan secara berulang membantu membakar glukosa, namun pastikan Anda sudah cukup terhidrasi dan mengonsumsi makanan yang pas saat berbuka agar tidak merasa lemas saat beribadah.

5. Pantau gula darah mandiri (SMBG)

Pemeriksaan gula darah secara mandiri ( finger-stick ) secara berkala adalah wajib. Melakukan tes gula darah tidak membatalkan puasa. Waktu yang disarankan untuk mengecek adalah saat menjelang tengah hari, sore hari sebelum berbuka, dan dua jam setelah berbuka. Data ini sangat penting untuk mendeteksi dini jika ada kejanggalan pada metabolisme Anda.

6. Kenali kapan harus berhenti

Puasa memang ibadah, tapi kesehatan tetap yang utama. Anda harus memiliki keberanian untuk segera membatalkan puasa jika:

  • Kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL.
  • Kadar gula darah melonjak di atas 300 mg/dL.
  • Merasakan gejala Hipoglikemia: Gemetar, keringat dingin, pusing hebat, dan jantung berdebar.
  • Merasakan gejala Hiperglikemia: Sangat haus, kebingungan, dan lemas yang luar biasa.

Konsultasi persiapan puasa bersama ahlinya

Setiap penyandang diabetes memiliki tantangan yang unik. Tanpa bimbingan medis yang tepat, puasa yang niatnya untuk kesehatan justru bisa berisiko bagi jantung dan ginjal. Dengan persiapan yang matang dan personal, Anda tetap bisa menjalani Ramadan dengan nyaman dan aman.

Diskusikan rencana puasa, pengaturan menu, hingga penyesuaian dosis obat Anda bersama dr. Cindy Astrella, B.Med.Sci., SpPD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono

Beliau akan memberikan evaluasi mendalam mengenai kesiapan fisik Anda serta panduan jadwal obat yang disesuaikan dengan ritme Ramadan, sehingga ibadah Anda berjalan lancar tanpa gangguan metabolisme yang berarti.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • Instagram Post Eka Hospital MT Haryono, https://www.instagram.com/reel/DUkrxFNDx4L/

    Diakses pada 25 February 2026

  • diabetes.org.u, https://www.diabetes.org.uk/living-with-diabetes/eating/fasting

    Diakses pada 25 February 2026

  • pmc.ncbi.nlm.nih.gov, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12517626/

    Diakses pada 25 February 2026

  • ese-hormones.org, https://www.ese-hormones.org/media/wmcjbg52/could-intermittent-fasting-diets-increase-diabetes-riskdoc.pdf

    Diakses pada 25 February 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved