.jpeg)
Abses gigi adalah terbentuknya nanah di gusi atau gigi yang mengalami infeksi. Biasanya, ini adalah salah satu komplikasi yang terjadi jika gigi berlubang didiamkan begitu saja.
Abses gigi adalah kondisi yang membutuhkan penanganan di dokter gigi. Mengabaikannya bahkan dapat menyebabkan infeksi menyebar ke bagian tubuh lainnya dan dapat membahayakan nyawa.
Apa itu abses gigi?
Abses gigi terjadi saat munculnya nanah akibat infeksi bakteri. Nanah biasanya akan muncul di gigi yang berlubang atau area gusi di sekitar gigi yang terdampak tersebut.
Jika abses terjadi pada gigi, nanah umumnya akan terbentuk di ujung akar gigi yang tertutup gusi. Jadi, mungkin akan lebih sulit dilihat. Sementara, jika abses terbentuk di gusi, nanah akan tampak di sisi akar gigi dan umumnya dapat dilihat dengan kasatmata.
Abses gigi biasanya terjadi akibat gigi berlubang yang tidak ditangani dengan baik. Untuk mengobati abses gigi, dokter akan mengeluarkan nanah dan mungkin melakukan perawatan saluran akar untuk mempertahankan gigi Anda.
Gejala abses gigi
Apabila abses gigi muncul di gusi dekat gigi yang bermasalah, Anda akan dapat melihat benjolan nanah di depan cermin.
Selain itu, beberapa gejala abses gigi, antara lain:
- Rasa sakit gigi berdenyut yang menjalar di rahang, leher, bahkan telinga
- Rasa sakit saat gigi ditekan atau beradu saat mengunyah atau menggigit
- Bau mulut tidak sedap
- Gusi bengkak dan memerah
- Demam
- Bengkak di pipi, leher, atau wajah
- Pembengkakan kelenjar getah bening di rahang bawah
- Rasa asin dan bau tidak sedap yang tiba-tiba akibat abses yang pecah
Abses yang pecah juga bisa membuat rasa sakit di gigi mereda
Penyebab abses gigi
Abses gigi terjadi karena gigi bolong yang tidak diobati atau perawatan gigi berlubang yang kurang tepat. Akibatnya, bakteri dapat masuk ke pulpa gigi, yakni bagian terdalam gigi yang terdiri atas pembuluh darah, saraf, dan jaringan ikat dan menginfeksi di sana.
Bakteri tersebut masuk dari lubang atau bahkan retakan yang terjadi pada gigi. Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan bakteri masuk ke jaringan terdalam gigi dan berisiko menyebabkan abses gigi, yaitu:
- Gigi berlubang yang parah dan tidak ditangani
- Gigi patah atau retak yang tidak diobati
- Penyakit gusi
- Trauma yang terjadi pada gigi
Faktor risiko
Segala hal yang dapat menyebabkan gigi bolong akan membuat risiko Anda mengalami abses gigi bertambah pula.
Beberapa hal yang meningkatkan risiko abses gigi, antara lain:
- Tidak menjaga kebersihan gigi
- Cara menyikat gigi yang salah
- Makan makanan tinggi gula
- Mulut kering
Diagnosis
Abses gigi mungkin saja dapat terlihat secara kasatmata jika terjadi di luar gigi atau di gusi. Akan tetapi, untuk melihat abses yang ada di dalam gigi, dokter membutuhkan pemeriksaan tambahan.
Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan agar dokter dapat menentukan metode pengobatan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi abses gigi.
Beberapa pemeriksaan yang dapat direkomendasikan dokter jika Anda mengalami abses gigi, antara lain:
- Rontgen gigi
- CT scan gigi
- Menekan gigi untuk mengetahui abses di akar gigi
- Thermal test
Pengobatan abses gigi
Abses gigi paling sering muncul akibat gigi berlubang. Artinya, untuk menangani abses, gigi yang berlubang juga perlu mendapatkan perawatan yang tepat. Jadi, selain mengeluarkan nanah, dokter akan melakukan perawatan gigi berlubang.
Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin Anda jalani bila mengalami abses gigi, antara lain:
- Menghilangkan nanah
Dokter gigi akan membuat sayatan agar dapat menghilangkan nanah. Dokter juga bisa menempatkan karet khusus untuk membantu area infeksi terbuka, sehingga nanah dapat keluar dan dibersihkan
- Perawatan saluran akar
Prosedur perawatan saluran akar cukup umum dipilih untuk mengatasi sekaligus mencegah abses gigi. Dokter akan membuka gigi Anda, dan mengisi saluran akar dengan material khusus untuk mencegah infeksi baru. Untuk melakukan perawatan saluran akar, Anda mungkin akan butuh beberapa kali bolak-balik ke dokter gigi, tepatnya spesialis konservasi gigi (Sp.KG). Setelah prosedur perawatan saluran akar selesai, dokter gigi mungkin juga akan melakukan crown gigi agar gigi tetap kuat.
- Cabut gigi
Apabila gigi sudah terlalu berat kerusakannya, dokter mungkin akan memutuskan untuk mencabut gigi. Setelahnya, dokter juga dapat merekomendasikan pemasangan gigi palsu atau implan gigi, agar struktur gigi tidak terganggu.
Selain itu, dokter juga mungkin saja memberikan antibiotik untuk mengatasi atau menghilangkan bakteri yang ada.
Komplikasi
Abses adalah suatu tanda bahwa gigi berlubang telah menimbulkan komplikasi akibat infeksi bakteri yang terjadi. Jika didiamkan, bakteri bisa menyebar ke luar gigi, seperti tulang rahang (osteomielitis), jaringan lunak di wajah, dan leher (selulitis).
Dalam kasus yang jarang, bakteri penyebab infeksi gigi juga bisa menyebar ke jantung dan otak dan menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa, seperti endokarditis dan meningitis.
Cara mencegah abses gigi
Cara utama dalam mencegah abses gigi adalah memastikan kondisi gigi dalam keadaan baik bebas lubang ataupun retakan. Sebab, retakan halus dan lubang jadi pintu masuk untuk bakteri dan memperbesar risiko infeksi.
Hal itu dapat dilakukan lewat menjaga kebersihan gigi dan mulut, seperti:
- Menyikat gigi minimal dua kali sehari
- Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss
- Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
- Batasi makanan dan minuman manis manis yang tinggi gula
- Ganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali atau saat sudah rusak
- Berhenti merokok
Selain cara di atas, penting juga untuk kontrol rutin rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Melalui pemeriksaan ini, dokter gigi akan dapat menemukan retakan halus yang tidak terlihat mata sehingga dapat memberikan pengobatan sebelum kondisinya memburuk.
Buat janji temu dengan dokter gigi Anda. Apabila memiliki masalah gigi yang tak kunjung sembuh, Anda bisa berkunjung ke Eka Hospital untuk membuat janji temu dengan dokter gigi spesialis konservasi gigi.
Anda dapat menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

