Home>Better Health>Jantung>Ada Berapa Kategori Penyebab Aritmia? Tanya Jawab Bersama Dokter Jantung

Better Health

Ada Berapa Kategori Penyebab Aritmia? Tanya Jawab Bersama Dokter Jantung

penyebab aritmia

Aritmia atau gangguan irama jantung seringkali membuat penderitanya cemas. Untuk mengetahui lebih dalam mengapa jantung seseorang bisa berdetak tidak beraturan, kami berbincang dengan dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP(K) FIHA, FAsCC, FAPSC, FHRS, dokter konsultan mengenai dua kategori besar penyebab aritmia yang perlu diwaspadai.

Apa saja kategori utama yang menjadi penyebab seseorang mengalami aritmia?

"Secara garis besar, kita membagi penyebab aritmia ke dalam dua kategori utama: kelainan bawaan dan kelainan didapat. Pembagian kategori ini penting karena karena akan mempengaruhi penanganannya."

Terkait kelainan bawaan, apakah ini selalu disebabkan oleh kerusakan fisik pada struktur jantung?

"Tidak selalu. Kelainan bawaan ini terbagi lagi menjadi dua. Pertama adalah kelainan struktural, di mana memang ada kejanggalan pada bentuk atau katup jantung sejak lahir.

Kedua, yang justru sering luput dari perhatian, adalah kelainan tanpa kelainan struktural. Dalam kondisi ini, jantung terlihat normal secara fisik, tetapi ada gangguan pada sistem kelistrikannya. Ini yang harus sangat diwaspadai karena sifatnya bisa berbahaya dan berisiko memicu serangan jantung mendadak."

Apa saja kondisi bawaan yang dianggap berbahaya?

"Beberapa yang paling sering menjadi kasus adalah Long QT Syndrome dan Brugada Syndrome. Keduanya adalah gangguan listrik jantung yang dapat menyebabkan pingsan mendadak atau bahkan henti jantung (sudden cardiac death), meski orang tersebut terlihat sehat dan bugar dari luar."

Lalu, apa yang dimaksud dengan kategori kelainan didapat?

"Kelainan didapat adalah gangguan irama jantung yang muncul di kemudian hari, bukan karena faktor genetik sejak lahir. Contoh yang paling umum ditemui adalah Atrial Fibrilasi (AF) atau Ventrikel Takikardia (VT). Kondisi ini biasanya dipicu oleh masalah kesehatan lain."

Penyakit apa saja yang biasanya meningkatkan risiko terjadinya aritmia kategori ini?

"Aritmia jenis ini sering kali muncul sebagai komplikasi dari penyakit metabolik atau penyakit jantung koroner. Beberapa faktor risiko utamanya meliputi:

  • Diabetes: Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah yang mempengaruhi kerja jantung.
  • Kolesterol tinggi: Penumpukan plak dapat mengganggu aliran darah ke otot jantung.
  • Riwayat serangan jantung: Kerusakan pada jaringan otot jantung akibat serangan jantung sebelumnya seringkali menyisakan 'bekas luka' yang mengganggu jalur listrik jantung.

Intinya, gaya hidup dan manajemen penyakit penyerta sangat membantu dalam mengendalikan risiko aritmia kategori didapat ini."

Konsultasi artimia di Eka Hospital

Kondisi aritmia dapat berbahaya jika tidak ditangani. Bila Anda mengalami gejala seperti jantung berdebar, sesak napas, hingga pusing, segera konsultasi dengan dokter spesialis jantung yang berfokus pada aritmia. Di Eka Hospital BSD, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP(K) FIHA, FAsCC, FAPSC, FHRS. Beliau akan membantu menjawab keluhan-keluhan aritmia Anda.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved