Home>Better Health>Ortopedi>Anak Muda Juga Rentan Saraf Kejepit, Ini Penyebabnya

Better Health

Anak Muda Juga Rentan Saraf Kejepit, Ini Penyebabnya

saraf kejepit anak muda

Dulu, saraf kejepit sangat identik dengan penyakit orang tua. Namun sekarang, mulai banyak anak muda yang juga mengalami saraf kejepit. Faktor gaya hidup dan kebiasaan jadi salah satu penyebab anak muda mengalami saraf kejepit.

Saraf kejepit yang sampai menyebabkan sakit tidak selalu membutuhkan operasi. Bahkan, beberapa kondisi “hanya” membutuhkan pengobatan konvensional.

Penyebab Saraf Kejepit pada Anak Muda

Saraf kejepit adalah kondisi ketika bantalan atau diskus tulang belakang menekan saraf yang berada di sepanjang tulang belakang. Dalam bahasa medis, kondisi ini disebut dengan herniated nucleus pulposus alias HNP.

“Postur dan kebiasaan yang tidak ergonomis menyebabkan kelompok remaja lebih rentan mengalami saraf kejepit,” ujar dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine, dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang di Gatam Institute Eka Hospital BSD.

Postur dan kebiasaan yang tidak ergonomis ini biasanya terjadi akibat duduk terlalu lama atau terus-terusan menunduk saat bermain gadget. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memberikan beban berlebih pada tulang punggung.

Beban berlebih ini yang kemudian dapat melemahkan bantalan tulang belakang sehingga mudah bergeser keluar dan menekan saraf tulang belakang.

Selain karena postur tubuh yang buruk, obesitas dan cedera olahraga berulang juga jadi penyebab anak muda mengalami saraf kejepit.

Gejala Saraf Kejepit pada Anak Muda

Saraf kejepit dapat terjadi di ruas mana pun di sepanjang tulang belakang, mulai dari leher sampai ke punggung bawah. Maka, gejala yang muncul akan tergantung pada area mana saraf mengalami tekanan.

Umumnya, gejala saraf kejepit sama pada kelompok usia berapa pun, yaitu:

  • Sakit di leher, pinggang, atau tulang ekor
  • Nyeri menjalar ke bahu dan lengan jika HNP terjadi di ruang tulang leher
  • Nyeri menjalar ke pinggul, bokong, paha, dan kaki jika HNP terjadi di ruang tulang belakang bagian bawah (punggung)
  • Kesemutan di tangan atau kaki tergantung dari ruas tulang yang mengalami HNP
  • Sensasi nyeri seperti tajam, nyeri, atau kebas

Dalam kasus yang sudah berat, jepitan saraf dapat menyebabkan kelemahan fungsi otot sehingga seseorang akan kesulitan menggerakkan tangan atau kaki. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa menyebabkan kelumpuhan.

Apakah Saraf Kejepit pada Anak Muda Harus Dioperasi?

Saraf kejepit pada usia berapa pun, termasuk anak muda, tidak selalu membutuhkan operasi. Pengobatan saraf kejepit akan bergantung pada tingkat keparahan.

Seringnya, saraf kejepit yang ringan, yang disebabkan oleh kebiasaan yang buruk justru dapat disembuhkan dengan metode konvensional, seperti fisioterapi, latihan otot inti tubuh (core), penguatan otot, stretching, dan perbaikan postur yang dilakukan secara konsisten.

Pilihan Pengobatan Saraf Kejepit pada Anak Muda

Apabila saraf kejepit tidak mengganggu kemampuan gerak dan bergejala ringan, fisioterapi, stretching, penguatan otot, dan perbaikan postur adalah pengobatan awal yang dapat dokter rekomendasikan.

Namun, apabila kondisinya sudah cukup berat ataupun tidak merespons metode konvensional, dokter tindakan medis tertentu mungkin perlu dilakukan, untuk membebaskan jepitan saraf.

Saat ini, saraf kejepit telah umum dilakukan dengan metode minimal invasif, yakni BESS. BESS adalah tindakan minimal invasif untuk mengatasi saraf kejepit.

Metode ini diketahui efektif untuk mengatasi saraf kejepit pada segala usia, termasuk remaja.

Metode minimal invasif berarti risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan dengan operasi terbuka untuk membebaskan jepitan saraf. Berhubung tidak membutuhkan sayatan yang besar, pasien juga dapat pulih dan kembali beraktivitas lebih cepat.

Mencegah Saraf Kejepit pada Anak Muda

Mengingat penyebab utama yang paling umum saraf kejepit pada anak muda adalah kebiasaan buruk, kondisi ini sangat bisa dicegah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah saraf kejepit pada remaja, di antaranya:

  • Berolahraga secara rutin untuk mencegah obesitas
  • Membiasakan diri dengan postur tubuh yang baik
  • Memperkuat otot inti tubuh
  • Tidak duduk atau menunduk terlalu lama
  • Lakukan stretching atau peregangan

Selain berbagai hal di atas, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga bisa membantu melakukan deteksi dini sebelum kondisinya memburuk, sekaligus melindungi tulang belakang sejak muda.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang jika curiga mengalami kondisi di atas. Anda dapat menemui dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine di Eka Hospital BSD untuk membuat janji temu.

Untuk informasi terkait saraf kejepit pada anak muda, Anda dapat melihat penjelasan dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine pada youtube video Eka Hospital berikut ataupun menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

Bagikan

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved