.jpeg)
Gigi adalah salah satu organ tubuh manusia yang punya peran penting, khususnya dalam sistem pencernaan. Sebab, di mulut inilah sistem pencernaan pertama kali dimulai. Gigi berfungsi memecah makanan yang masuk ke tubuh agar nantinya lebih mudah dicerna oleh lambung dan organ pencernaan lainnya.
Saat masih anak-anak, jumlah gigi susu adalah 20 buah. Nantinya, gigi susu ini akan digantikan dengan gigi dewasa. Manusia dewasa umumnya memiliki 32 buah gigi permanen.
Jenis gigi dan fungsinya
Untuk menggambarkan kondisi, jumlah, dan jenis gigi, dokter gigi biasanya membagi mulut manusia menjadi empat kuadran, yakni kuadran kiri-atas, kanan-atas, kiri-bawah, dan kanan-bawah.
Gigi manusia terdiri atas 4 jenis yang memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing.
1. Gigi seri
Manusia normalnya memiliki 4 buah gigi seri di rahang atas dan 4 di rahang bawah. Setiap kuadran gigi memiliki dua gigi seri.
Gigi seri adalah jenis gigi yang berada di bagian tengah rahang dan paling dapat terlihat.
Gigi ini berbentuk kotak dengan salah satu sisi yang lebih sempit. Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan.
2. Gigi taring
Gigi taring merupakan gigi yang berbentuk tajam dibandingkan gigi lainnya. Fungsi gigi taring adalah untuk mengoyak makanan.
Jumlah gigi taring manusia adalah 4 buah, yang terletak masing-masing satu di setiap kuadran gigi. Gigi taring terletak di antara gigi seri dan geraham depan.
3. Gigi geraham depan (premolar)
Gigi geraham depan atau premolar terletak tepat setelah gigi taring. Gigi geraham depan manusia berjumlah empat, dengan masing-masing satu di setiap kuadran.
Fungsi geraham depan (premolar) adalah gabungan dari gigi taring dan geraham belakang, yakni mengoyak sekaligus menghancurkan makanan.
4. Gigi geraham belakang (molar)
Fungsi utama gigi geraham belakang adalah untuk mengunyah dan menghaluskan makanan. Manusia dewasa memiliki gigi geraham belakang sebanyak 12—masing-masing 3 di setiap kuadran.
Tiga gigi geraham belakang tersebut termasuk gigi bungsu. Beberapa orang yang gigi geraham bungsunya tidak tumbuh mungkin hanya memiliki dua geraham di kuadran giginya.
Gigi geraham bungsu yang tidak tumbuh tidak akan memengaruhi kemampuan mengunyah Anda. Akan tetapi, pertumbuhan gigi geraham bungsu yang tidak benar dapat menyebabkan impaksi gigi yang membutuhkan penanganan dokter gigi spesialis bedah mulut.
Anatomi gigi
Komposisi utama penyusun anatomi gigi adalah kalsium. Secara struktur, gigi memiliki dua struktur utama, yaitu:
- Mahkota gigi: bagian gigi yang bisa dilihat, yang berada di atas gusi.
- Akar gigi: bagian gigi yang tertutup gusi dan menahan gigi agar tetap pada tempatnya. Akar gigi tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Akar gigi melekatkan gigi Anda pada jaringan periodontal, yakni jaringan lunak penyokong gigi.
Setiap gigi mungkin memiliki jumlah akar yang berbeda. Gigi seri dan taring umumnya hanya memiliki satu akar. Sementara gigi geraham depan dapat memiliki 1-2 akar gigi dan geraham belakang 2-3 akar gigi.
Sementara itu, jika dilihat dari lapisan penyusunnya, terdapat empat lapisan penyusun anatomi gigi, yaitu:
1. Enamel
Enamel adalah lapisan pelindung terluar gigi. Enamel adalah bagian tubuh yang paling kuat dan berfungsi melindungi lapisan dalam gigi, sekaligus mencegah gigi berlubang akibat bakteri.
Meski merupakan substansi paling kuat, enamel dapat terkikis dan menyebabkan gigi sensitif beserta masalah gigi lainnya.
2. Dentin
Dentin, atau lapisan dalam gigi, adalah anatomi yang berada tepat di bawah enamel. Saat enamel terkikis, dentin akan langsung terekspos dengan bakteri atau makanan dan minuman.
Dentin bisa saja mengalami kerusakan hebat, tapi tampilan mahkota gigi hanya retak. Hal ini terjadi karena retakan kecil pada mahkota gigi tetap bisa membuat bakteri masuk dan merusak lapisan dentin.
3. Cementum
Cementum adalah anatomi gigi yang melapisi akar gigi. Bersama dengan jaringan periodontal, cementum berfungsi untuk membuat gigi Anda melekat kuat pada rahang.
4. Pulpa
Pulpa adalah bagian gigi yang berisi saraf, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Ini adalah bagian paling dalam gigi.
Masalah gigi berlubang yang tak kunjung diobati dapat menyebabkan bakteri mencapai pulpa dan menyebabkan pulpitis ataupun polip gigi.
Masalah gigi yang umum muncul
Gigi berlubang dan gigi tanggal adalah kondisi yang paling umum yang dapat terjadi pada gigi. Umumnya, gigi berlubang terjadi karena infeksi bakteri yang lama-kelamaan mengikis lapisan gigi sehingga terbentuk lubang.
Selain itu, kondisi yang bisa mengganggu kesehatan gigi, antara lain:
- Mengertakkan gigi (bruxism)
- Gigi sensitif
- Gigi patah atau tanggal akibat trauma atau cedera
- Perubahan warna gigi
- Erosi gigi akibat asam atau gesekan
- Impaksi gigi
- Polip gigi
- Maloklusi gigi (gigi atas dan bawah tidak sejajar)
- Abses gigi
- Penyakit gusi
Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut
Kebanyakan masalah gigi dapat dicegah dengan menjaga kebersihannya dan melakukan perawatan yang tepat. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah gigi berlubang, termasuk:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari, setidaknya 30 menit sebelah makan. Menyikat gigi tepat setelah makan dapat meningkatkan risiko terkikisnya enamel gigi.
- Mempraktikkan cara sikat gigi yang benar, yaitu jangan terlalu keras dan dengan gerakan memutar agar pembersihan lebih maksimal.
- Melakukan flossing gigi setidaknya satu kali sehari sebelum sikat gigi menjelang tidur.
- Mengunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk pemeriksaan rutin.
Anda bisa berkunjung ke poli gigi Eka Hospital untuk mendapatkan konsultasi dengan dokter gigi terbaik. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

