
Beberapa waktu ke belakang, tereksposnya publik figur yang meninggal dunia “diduga” GERD menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat, seperti “Apakah GERD bisa menyebabkan sakit jantung?” atau “Apakah GERD bisa bikin aritmia?” mulai menjadi bola liar.
Walau keduanya mungkin saja bisa berhubungan, GERD bukanlah penyebab utama masalah jantung, seperti aritmia, apalagi serangan jantung.
Hubungan GERD dan Aritmia
GERD adalah kondisi ketika asam lambung atau isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi ketika otot sfingter yang berfungsi sebagai katup penutup di lambung dan kerongkongan melemah.
GERD merupakan salah satu gangguan pencernaan.
Sementara itu, aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat jantung berdebar sangat cepat, sangat lambat, atau tidak beraturan. Kondisi ini disebabkan oleh aktivitas listrik jantung yang abnormal
Mengingat GERD dan aritmia melibatkan dua sistem organ yang berbeda, keduanya tidak saling berhubungan dan GERD tidak menyebabkan aritmia.
Gejala GERD Bisa Menyerupai Aritmia
Anggapan GERD bisa menyebabkan aritmia kemungkinan tidak terlepas dari gejala yang ditimbulkan. GERD bisa menyebabkan sensasi nyeri di ulu hati yang hebat.
Kondisi ini mirip dengan gejala aritmia yang juga dapat terjadi di ulu hati, terutama bila aritmia terjadi akibat gangguan kelistrikan di ruang jantung bawah. Sebab, jantung dan lambung posisinya berdekatan.
Di sisi lain, ketika mengalami nyeri, tubuh akan memunculkan respons alami, seperti meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan lebar pupil.
Jadi, gejala GERD mungkin saja memicu aritmia, pada orang memang sudah memiliki aritmia. Namun, GERD tidak menyebabkan aritmia pada orang yang sejak awal kondisinya tidak memiliki aritmia (kecuali aritmianya belum pernah terdiagnosis).
Perbedaan Gejala GERD dan Aritmia
GERD dan aritmia memang memiliki kemiripan gejala. Namun, sebenarnya gejala lain yang menyertai cukup berbeda.
Gejala GERD, yaitu:
- Sensasi terbakar di ulu hati
- Sakit perut bagian atas yang memburuk setelah makan
- Rasa asam di mulut
- Nyeri dada
- Susah menelan (disfagia)
- Tenggorokan terasa mengganjal
Bila diperhatikan, Anda akan merasakan gejala yang berhubungan dengan sistem pencernaan, mulai dari mulut yang asam hingga susah menelan.
Sementara, gejala aritmia biasanya tidak melibatkan saluran cerna bagian atas.
Gejala aritmia, antara lain:
- Detak jantung tidak teratur, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau melompat
- Nyeri dada
- Pusing atau lemas, bahkan pingsan
- Sesak napas
- Keringat dingin
Jika GERD sering kali gejalanya memburuk setelah makan, gejala aritmia dapat muncul tanpa dipengaruhi waktu makan.
Faktor Risiko Aritmia
GERD memang dapat memicu aritmia, tapi tidak menjadi penyebabnya. Aritmia terjadi karena adanya gangguan kelistrikan jantung.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami aritmia, yaitu:
- Riwayat serangan jantung sebelumnya
- Penyumbatan pembuluh darah jantung alias penyakit jantung koroner
- Pembengkakan jantung
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Infeksi Covid-19
- Sleep apnea
- Merokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Stres atau kecemasan
Secara sederhana, GERD tidak menyebabkan kematian, termasuk serangan jantung dan aritmia, karena keduanya tidak berhubungan.
Namun, yang sering kali terjadi adalah masalah jantung yang disalahartikan sebagai GERD, karena beberapa gejala yang mirip.
Baik mengalami GERD ataupun aritmia, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Terlebih jika gejalanya telah berulang.
Anda bisa memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam jika nyeri dada disertai dengan masalah pencernaan lainnya.
Namun, jika nyeri dada tidak kunjung membaik, sekalipun telah mengonsumsi obat maag, bahkan sampai hilang kesadaran, kemungkinan ini bukanlah nyeri dada akibat GERD, tetapi karena masalah jantung.
Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Untuk mendapatkan penanganan jantung terbaik, Anda bisa berkonsultasi ke dokter spesialis jantung terbaik di klinik jantung dan pembuluh darah, sekaligus pusat aritmia MYCardia Eka Hospital.
Anda dapat berkonsultasi dengan spesialis jantung terbaik dan berpengalaman dengan menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

