.jpeg)
Gigi keropos adalah kondisi di mana lapisan luar gigi, yaitu enamel, mengalami penipisan atau kerusakan, membuat gigi menjadi lebih rapuh dan rentan terhadap kerusakan lebih lanjut. Enamel gigi adalah lapisan pelindung terkuat yang melindungi bagian dalam gigi dari kerusakan. Ketika enamel terkikis, gigi menjadi lebih mudah berlubang, sensitif, dan bahkan bisa patah.
Penyebab gigi keropos
Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat membuat gigi keropos
1. Konsumsi makanan dan minuman asam
Minuman bersoda, jus buah, dan makanan asam seperti jeruk dan tomat dapat mengikis enamel gigi jika dikonsumsi terlalu sering.
2. Tidak menjaga kebersihan gigi
Jarang menyikat gigi atau menyikat dengan teknik yang salah dapat menyebabkan penumpukan plak dan asam yang merusak enamel.
3. Kekurangan kalsium dan fluorida
Kekurangan mineral penting ini dapat melemahkan enamel gigi dan meningkatkan risiko kerusakan.
4. Mulut kering
Kondisi mulut yang kering atau kurangnya air liur dapat menyebabkan asam menumpuk lebih cepat di gigi, mempercepat proses pengikisan enamel.
5. Gangguan pencernaan
Penyakit seperti refluks asam lambung (GERD) atau gangguan makan (bulimia) dapat menyebabkan asam lambung naik ke mulut, yang merusak enamel gigi.
6. Bruxism (menggemeretakkan gigi)
Kebiasaan menggertakkan atau menggemeretakkan gigi dapat menyebabkan enamel gigi terkikis dan menjadi rapuh.
Gejala gigi keropos
Tanda dan gejala gigi keropos dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Beberapa gejala yang umum adalah:
- Gigi sensitif: Gigi terasa nyeri atau tidak nyaman saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas, dingin, atau manis.
- Gigi berubah warna: Gigi yang mengalami keropos mungkin terlihat lebih kuning atau transparan di ujungnya karena lapisan enamel telah menipis.
- Gigi berlubang: Gigi yang rapuh lebih mudah mengalami pembentukan lubang yang awalnya kecil, tetapi dapat berkembang menjadi masalah serius.
- Permukaan gigi tidak rata: Tekstur permukaan gigi mungkin menjadi kasar atau tidak rata akibat erosi enamel.
- Patah atau retak: Gigi yang keropos lebih mudah mengalami keretakan atau patah.
Pencegahan gigi keropos
Pencegahan adalah kunci untuk menjaga gigi tetap kuat dan sehat. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gigi keropos:
- Batasi konsumsi makanan dan minuman asam dan manis: Usahakan untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda, jus buah yang sangat asam, dan makanan yang memiliki tingkat keasaman tinggi maupun manis.
- Menjaga kebersihan gigi: Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Fluorida membantu memperkuat enamel dan melindungi gigi dari asam.
- Menggunakan benang gigi: Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi dapat mencegah penumpukan plak yang berkontribusi terhadap kerusakan enamel.
- Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium: Makanan seperti susu, keju, dan sayuran hijau dapat membantu memperkuat gigi.
- Gunakan sedotan untuk minuman asam: Minum menggunakan sedotan dapat mengurangi kontak langsung antara minuman asam dan gigi.
- Rutin periksa ke dokter gigi: Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat membantu mendeteksi kerusakan enamel atau masalah lainnya sejak dini, sehingga perawatan bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk.
- Mengunyah permen karet bebas gula. Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan dapat meningkatkan produksi air liur
Pengobatan untuk gigi keropos
Jika gigi sudah keropos, dokter gigi mungkin merekomendasikan beberapa penanganan seperti
- Pemberian fluorida: Jika enamel masih bisa diperbaiki, dokter mungkin akan memberikan perawatan fluorida untuk membantu memperkuat gigi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
- Bonding gigi: Jika keropos sudah menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar atau berlubang, dokter gigi dapat menerapkan resin komposit untuk memperbaiki bentuk dan melindungi gigi.
- Crown gigi: Untuk kasus kerusakan enamel yang parah, pemasangan crown dapat melindungi gigi yang tersisa dan mengembalikan fungsinya.
- Perawatan saluran akar: Jika kerusakan enamel telah menyebabkan infeksi atau kerusakan pada saraf gigi, perawatan saluran akar mungkin diperlukan sebelum pemasangan crown.
- Penggunaan pelindung gigi: Jika keropos disebabkan oleh bruxism, dokter akan merekomendasikan penggunaan pelindung gigi untuk mencegah gigi semakin terkikis saat tidur.
Gigi keropos adalah kondisi yang bisa menyebabkan masalah serius jika tidak segera ditangani. Mencegah kerusakan gigi dengan menjaga kebersihan mulut, menghindari makanan dan minuman asam, serta menjalani pemeriksaan gigi secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi. Jika Anda mengalami tanda-tanda gigi keropos, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan menjaga kesehatan gigi Anda.
Poli Gigi Eka Hospital
Poli Gigi Eka Hospital menawarkan layanan perawatan gigi yang komprehensif dengan kualitas tinggi. Dilengkapi dengan teknologi modern dan didukung oleh tenaga medis profesional, Eka Hospital memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang optimal. Mulai dari pemeriksaan rutin, perawatan saluran akar, pencabutan gigi, hingga pemasangan gigi palsu, semua dapat dilakukan di sini.
Selain itu, pelayanan yang ramah membuat pengalaman perawatan gigi di Eka Hospital menjadi lebih menyenangkan. Jangan ragu untuk mengatasi masalah gigi Anda di Eka Hospital.
Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

