.jpeg)
Gigi ngilu sering terjadi, terutama saat Anda makan dan minum yang terlalu dingin atau panas. Bahkan, makanan yang terlalu manis atau asam juga bisa menyebabkan gigi terasa ngilu.
Kondisi ini seringnya menyebabkan sakit pada gigi yang tajam dan tiba-tiba, seolah menembus saraf. Apa saja penyebabnya?
Penyebab gigi ngilu
Gigi ngilu umumnya terjadi karena gigi sensitif. Biasanya, kondisi ini lebih sering dialami orang berusia 25-30 tahun, tapi tetap bisa terjadi pada siapa pun.
Gigi sensitif terjadi ketika lapisan terluar gigi terkikis atau berlubang, dan menyebabkan lapisan dalam gigi menjadi terekspos dan menyebabkan gigi ngilu.
Beberapa penyebabnya, antara lain:
1. Menyikat gigi terlalu keras
Menyikat gigi terlalu keras dapat menyebabkan lapisan terluar gigi, yakni enamel, terkikis. Lama-kelamaan, enamel gigi bisa menipis dan menyebabkan dentin (lapisan dalam gigi) jadi terekspos dan menyebabkan ngilu ketika bertemu makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, ataupun manis.
Sikat gigi yang terlalu keras dan kasar juga bisa menyebabkan gusi jadi turun (resesi gusi) dan menyebabkan akar gigi terekspos dan membuat Anda merasa ngilu.
2. Gigi retak
Terkadang retakan atau lubang pada gigi bisa terlihat. Meski berukuran mikro dan tak terlihat oleh mata telanjang, lubang-lubang ini juga bisa menyebabkan lapisan dalam gigi terekspos dan menyebabkan ngilu.
3. Terlalu sering makan makanan yang bersifat asam
Ngilu akibat gigi sensitif juga bisa disebabkan oleh terlalu sering makan makanan yang bersifat asam.
Terlalu banyak makan dan minum yang bersifat asam dapat menyebabkan erosi gigi, yaitu kondisi menipisnya enamel gigi dan menyebabkan ngilu.
4. Kebiasaan mengertakkan gigi
Kebiasaan mengertakkan gigi, baik saat tidur atau bangun (bruxism) dapat menyebabkan gigi ngilu. Sebab, hal itu bisa menyebabkan enamel gigi terkikis dan membuat dentin terekspos.
5. Gigi patah
Gigi patah dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam lapisan gigi dan menyebabkan infeksi. Akibat patah, dentin gigi juga dapat terekspos. Biasanya, gigi ngilu karena gigi patah hanya akan terasa di area gigi yang bermasalah.
6. Bleaching gigi
Proses memutihkan gigi atau bleaching juga bisa menyebabkan ngilu. Produk pemutih gigi umumnya menggunakan peroksida. Inilah yang dapat membuat enamel gigi menjadi terkikis.
Enamel yang terkikis menyebabkan peroksida bisa masuk ke lapisan dentin menyebabkan gigi ngilu.
7. Baru menjalani prosedur gigi
Baru menjalani prosedur gigi tertentu, seperti tambal gigi, pemasangan crown, dan scaling gigi juga bisa menyebabkan gigi ngilu. Biasanya, ngilu akan terasa pada gigi yang baru saja dirawat atau gigi di sebelahnya.
Namun, kondisi ini hanya berlangsung sementara sekitar maksimal 6 minggu.
Ngilu yang muncul karena baru saja menjalani prosedur gigi biasanya terasa
8. Penggunaan obat kumur
Beberapa jenis obat kumur yang mengandung bahan yang bersifat asam sehingga meningkatkan risiko gigi sensitif dan menyebabkan gigi ngilu.
9. Kehamilan
Wanita hamil lebih rentan mengalami sakit gigi termasuk gigi sensitif. Pada saat hamil, tubuh mengalami banyak perubahan, baik secara fisik, psikologis, ataupun hormonal.
Gigi ngilu saat hamil dapat terjadi karena perubahan hormon, utamanya progesteron dan estrogen. Hal itu menyebabkan ibu hamil mengalami mual dan muntah.
Saat mual dan muntah, asam lambung yang naik dapat menyebabkan kondisi rongga mulut terlalu asam. Selain itu, risiko penumpukan plak juga lebih tinggi.
Cara mengatasi gigi ngilu
Untuk mengatasi gigi ngilu, dokter akan menyesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gigi ngilu, antara lain:
- Menggunakan pasta gigi dan obat kumur khusus gigi sensitif. Produk khusus gigi sensitif biasanya mengandung bahan yang dapat melapisi gigi, sehingga dapat membantu mencegah gigi sensitif.
- Pemberian fluoride. Dokter bisa memberikan fluoride pada area gigi yang ngilu untuk memperkuat enamel gigi. Menggunakan pasta gigi mengandung fluoride juga dapat membantu.
- Merawat gigi yang bermasalah, seperti menambal gigi berlubang, membersihkan karang gigi, melakukan saluran akar, pasang crown gigi, dan prosedur lainnya untuk memperbaiki gigi yang rusak.
- Hindari sikat gigi tepat setelah makan. Setelah makan, rongga mulut dan gigi biasanya berada pada kondisi yang paling asam. Menyikat gigi saat kondisi rongga mulut sedang asam membuat enamel gigi lebih rentan terkikis. Beri jeda setidaknya 30 menit.
- Gunakan sikat gigi yang lembut. Sikat gigi lembut dapat mengurangi gesekan yang menyebabkan enamel gigi terkikis. Menyikat gigi pada sudut 45 derajat terhadap gusi agar enamel gigi tetap bersih dan kuat. Hindari menyikat gigi terlalu keras.
- Penggunaan sealant gigi. Penggunaan perekat atau sealant gigi dapat membantu menutup dan melindungi akar gigi untuk mengurangi rasa ngilu.
Anda juga perlu ke dokter gigi secara rutin 6 bulan sekali untuk memeriksakan kesehatan gigi sekaligus menjaga kebersihan gigi. Anda bisa berkonsultasi ke poli gigi Eka Hospital untuk mendapatkan konsultasi terbaik. Anda bisa menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

