.jpeg)
Gigi sensitif adalah kondisi saat gigi Anda terasa ngilu dan sakit yang tajam, terutama saat mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, dan terlalu manis. Bukan cuma saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin. Gejala gigi sensitif, seperti gigi ngilu, nyeri yang tajam juga dapat muncul saat Anda menyikat gigi.
Gigi sensitif adalah suatu tanda adanya masalah pada gigi, mulai dari ringan atau berat. Gigi sensitif bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Bahkan beberapa di antaranya hilang dengan sendirinya.
Penyebab gigi sensitif
Gigi tersusun atas beberapa lapisan. Enamel (atau email) gigi adalah lapisan terluar yang melindungi lapisan lain di dalamnya, seperti dentin, cementum (lapisan yang melindungi akar gigi), dan pulpa.
Gigi sensitif dapat terjadi karena lapisan enamel gigi terkikis, retak, ataupun rusak, sehingga lapisan di bawahnya, yakni dentin menjadi terekspos. Lapisan gigi bagian dalam mengandung banyak tubulus kecil yang terhubung dengan pulpa tempat saraf gigi.
Saat mengonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin, rangsangan itu dapat mencapai saraf sehingga menciptakan rasa ngilu dan sakit yang tajam.
Segala hal yang dapat mengikis atau merusak enamel gigi akan menyebabkan Anda mengalami gigi sensitif. Beberapa penyebab gigi sensitif, antara lain:
- Menyikat gigi terlalu keras
- Gigi retak
- Resesi atau penurunan gusi, sehingga akar gigi menjadi terekspos
- Penyakit gusi
- Mengertakkan gigi
- Penumpukan plak gigi
- Konsumsi makanan dan minuman yang asam
- Penggunaan obat kumur yang bersifat asam
- Penggunaan produk pemutih gigi yang tidak aman
- Usia
- Mengalami GERD, sehingga asam lambung yang naik membuat kondisi mulut lebih asam dan rentan mengikis enamel gigi
- Baru saja menjalani prosedur perawatan gigi, seperti scaling, tambal gigi, dan perawatan saluran akar
- Gangguan temporomandibular pada otot rahang, sendi temporomandibular atau saraf yang berhubungan dengan nyeri wajah kronis
Untuk dapat menyebabkan gigi sensitif, kerusakan yang terjadi pada enamel gigi tidak harus selalu tampak secara kasatmata. Itu sebabnya, Anda mungkin akan merasa gigi Anda terlihat baik-baik saja, tapi gigi sensitif tetap muncul.
Retakan halus sekecil apa pun yang tidak terlihat dapat membuat lapisan dentin dan akar gigi terekspos sehingga menyebabkan gigi sensitif.
Apakah gigi sensitif bisa disembuhkan?
Gigi sensitif bisa disembuhkan jika mendapatkan penanganan yang tepat. Bahkan, beberapa penyebab gigi sensitif bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus, seperti gigi sensitif akibat prosedur perawatan gigi yang baru dijalani.
Dokter gigi biasanya akan menyesuaikan pengobatan gigi sensitif dengan penyebabnya. Cara mengatasi gigi sensitif, di antaranya:
- Menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif dan mengandung fluoride
- Menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut
- Menjaga kebersihan gigi dan mulut, seperti sikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi
- Batasi makan dan minuman tinggi gula karena dapat membuat suasana mulut lebih asam
- Hindari mengertakkan gigi
- Gunakan pelindung gigi jika punya kebiasaan mengertakkan gigi
Apabila cara di atas belum mampu menghilangkan rasa sakit pada gigi sensitif, segera temui dokter gigi untuk melakukan tindakan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter gigi untuk mengatasi masalah gigi sensitif, yaitu:
- Pemasangan perekat atau dental sealant untuk menutup akar gigi yang terekspos
- Pemberian fluoride di area gigi yang sensitif untuk memperkuat enamel gigi
- Cangkok gusi untuk menutup akar gigi yang terekspos akibat masalah gusi
- Perawatan saluran akar untuk kasus gigi sensitif berat yang berdampak pada saraf gigi, yang bertujuan untuk membuang jaringan saraf yang rusak
Cara mencegah gigi sensitif
Penyebab gigi sensitif adalah terkikisnya atau rusaknya enamel sehingga saraf gigi jadi terekspos dan menyebabkan ngilu. Maka itu, untuk mencegah gigi sensitif, Anda harus menjaga kesehatan serta kekuatan gigi.
Untuk mencegah gigi sensitif, Anda bisa melakukan:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari, terutama sebelum tidur
- Jangan menyikat gigi terlalu keras
- Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat lembut
- Membersihkan sela gigi dengan dental floss minimal satu kali sehari sebelum tidur
- Menggunakan produk gigi dan mulut, seperti pasta gigi dan obat kumur, yang mengandung fluoride
- Menghindari makanan dan minuman penyebab gigi sensitif, seperti makanan dan minuman yang terlalu dingin atau panas, makanan dan minuman yang manis
Selain itu, selalu usahakan untuk konsultasi ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali. Kontrol rutin ke dokter gigi dapat membantu menemukan masalah gigi, seperti retak halus gigi, sebelum kerusakan bertambah parah dan menyebabkan gigi jadi sensitif.
Anda bisa berkunjung ke poli gigi Eka Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter gigi umum ataupun dokter gigi spesialis sesuai dengan keluhan yang Anda alami.
Anda bisa menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

