
Total knee replacement atau TKR adalah prosedur medis di mana sendi lutut yang sudah rusak diganti dengan implan. Metode ini telah menolong banyak pasien yang kesulitan berjalan kembali aktif bergerak. Namun, sama seperti prosedur medis lainnya, total knee replacement memiliki risiko infeksi. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini bisa mengganggu aktivitas bahkan membuat operasi menjadi sia-sia. Oleh karena itu perlu mengenali infeksi pada TKR.
Jenis infeksi pada TKR
Berdasarkan waktu terjadinya, infeksi pada TKR bisa dibagi menjadi dua, yaitu early complication dan late complication.
- Early complication: sesuai namanya, waktu infeksi ini terjadi tidak terlalu jauh dari waktu operasi. Umumnya pasien akan mengalami infeksi pada minggu ke-2 atau minggu ke-3 pascaoperasi. Biasanya infeksi ini timbul berkaitan dengan operasi maupun perawatan setelah operasi.
Pada infeksi TKR tahap awal, dokter akan melakukan prosedur one-stage revision, di mana dokter akan kembali melakukan operasi pengangkatan implan kemudian membersihkan area yang terinfeksi. Setelah itu dokter akan memasukkan implan yang baru. Pada early complication penanganan cenderung lebih singkat dan pasien bisa juga dapat pulih lebih cepat.
- Late complication: komplikasi ini terjadi agak lama pascaoperasi. Meski operasi dan perawatan setelah operasi berjalan lancar, pada suatu waktu tertentu pasien mengalami infeksi.
Penanganan untuk komplikasi jenis ini lebih rumit karena membutuhkan beberapa kali operasi. Pertama dokter akan mengangkat implan dan kemudian akan membersihkan area yang terinfeksi. Bedanya dengan early complication, pada tahap ini dokter tidak akan langsung memasukkan implan baru, tetapi meletakkan spacer yang berfungsi sebagai pengganti sementara. Setelah itu dokter akan memantau perkembangan kondisi infeksi. Jika infeksi sudah pulih, barulah dokter melakukan operasi kedua untuk memasukkan implan yang baru.
Mengenali gejala infeksi pada TKR
Agar bisa ditangani dengan segera, Anda perlu waspada terhadap tanda-tanda infeksi, terutama pada masa pemulihan. Gejala infeksi tidak selalu terlihat namun ada beberapa tanda-tanda yang perlu diperhatikan:
- Nyeri yang meningkat: rasa sakit pada lutut yang seharusnya membaik pascaoperasi, justru terasa semakin nyeri bahkan saat sedang beristirahat.
- Pembengkakan dan kemerahan: Area di sekitar lutut tampak merah meradang, terasa panas saat disentuh, dan bengkak yang tidak kunjung membaik.
- Keluar cairan dari luka: Jika terdapat cairan bening, kuning, atau nanah yang merembes dari bekas jahitan operasi.
- Demam dan menggigil: Sering lemas dan tidak enak badan .
- Sendi kaku: Lutut terasa sangat kaku dan sulit digerakkan melebihi batas kewajaran proses pemulihan normal.
Penyebab infeksi pada TKR
Infeksi pada implan lutut biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke area sendi. Bakteri ini bisa masuk selama prosedur operasi berlangsung, atau menyebar melalui aliran darah dari bagian tubuh lain (infeksi hematogen), seperti dari infeksi gigi atau infeksi saluran kemih, bahkan bertahun-tahun setelah operasi TKR dilakukan.
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi pada pasien TKR antara lain:
- Diabetes melitus: Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menghambat proses penyembuhan luka dan melemahkan sistem imun.
- Obesitas: Berat badan berlebih memberikan tekanan pada area operasi sehingga aliran darah ke area tersebut tidak optimal.
- Kondisi imun: Penyakit autoimun atau penggunaan obat-obatan imunosupresan dalam jangka panjang.
- Gaya hidup: Kebiasaan merokok dapat memperlambat aliran oksigen ke jaringan, sehingga memperlama proses penyembuhan luka.
Pencegahan infeksi
Pencegahan adalah langkah terbaik agar operasi TKR memberikan hasil yang maksimal. Pasien disarankan untuk:
- Menjaga kebersihan luka: Ikuti instruksi dokter mengenai cara merawat luka operasi dan pastikan area tersebut tetap kering dan bersih.
- Kontrol penyakit penyerta: Pastikan penyakit seperti diabetes atau hipertensi terkendali dengan baik sebelum dan sesudah operasi.
- Makan makanan bergizi: Protein dan vitamin sangat dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak setelah prosedur bedah.
- Waspada infeksi di bagian tubuh lain: Segera obati infeksi apa pun (seperti infeksi gusi atau kulit) agar bakteri tidak menyebar ke arah implan lutut melalui aliran darah.
Menangani infeksi pada TKR membutuhkan keahlian khusus dan fasilitas medis yang lengkap. Diagnosis yang cepat melalui pemeriksaan fisik, tes darah, hingga aspirasi cairan sendi sangat menentukan keberhasilan penyelamatan sendi lutut Anda. Jika Anda merasakan keluhan pada lutut setelah menjalani TKR, jangan menunda untuk berkonsultasi agar infeksi tidak merusak struktur tulang di sekitar implan.
Konsultasi dengan dokter spesialis orthopedi
Masalah pada sendi lutut, terutama yang berkaitan dengan prosedur Total Knee Replacement, memerlukan penanganan dari tim dokter ortopedi yang berpengalaman dalam bedah rekonstruksi sendi. Pastikan Anda mendapatkan penanganan medis terbaik untuk mengembalikan mobilitas Anda secara maksimal.
Dapatkan solusi dan perawatan komprehensif untuk kesehatan tulang dan sendi Anda di Eka Hospital BSD bersama dr. Ricky Edwin P. Hutapea, Sp.OT(K).
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

