Home>Better Health>Kanker dan Tumor>Kanker Nasofaring: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Better Health

Kanker Nasofaring: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

kanker nasofaring

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di bagian belakang hidung dan di atas tenggorokan bagian belakang. Bagian tubuh ini disebut nasofaring. Kanker ini relatif jarang terjadi, namun lebih sering ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Penyebab kanker nasofaring

Penyebab pasti kanker nasofaring belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker ini:

1. Infeksi Virus Epstein-Barr (EBV)

Virus ini diketahui memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kanker nasofaring. EBV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi mononukleosis, dan keberadaan virus ini ditemukan di hampir semua kasus kanker nasofaring.

2. Faktor Genetik
Orang dengan riwayat keluarga yang mengidap kanker ini sebelumnya memiliki risiko yang lebih tinggi terkena.

3. Mengonsumsi makanan berpengawet
Konsumsi makanan yang diawetkan dengan garam, seperti ikan asin, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring. Makanan yang diawetkan tersebut bisa menghasilkan nitrosamin, zat yang bersifat karsinogenik.

4. Paparan Bahan Kimia
Bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia tertentu, seperti debu kayu atau formaldehida, dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.

5. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Meski tidak sekuat pengaruhnya terhadap kanker paru-paru atau kerongkongan, merokok dan konsumsi alkohol dalam jumlah besar juga bisa berperan sebagai faktor risiko untuk kanker nasofaring.

Gejala kanker nasofaring

Kanker nasofaring pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang spesifik, yang membuat diagnosis dini sulit dilakukan. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Benjolan di leher
  • Gangguan pada hidung seperti hidung tersumbat
  • Telinga berdenging penurunan atau hilangnya pendengaran
  • Rasa penuh di telinga
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Wajah terasa kebas atau nyeri
  • Kesulitan menelan atau berbicara pada stadium lanjut
  • Penglihatan kabur
  • Infeksi telinga yang sering kambuh

Diagnosis kanker nasofaring

Diagnosis kanker nasofaring memerlukan beberapa langkah pemeriksaan. Dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik, terutama pada area leher dan hidung. Beberapa tes yang dapat dilakukan antara lain:

  • Nasofaringoskopi
    Alat khusus dengan kamera kecil digunakan untuk melihat langsung kondisi nasofaring.
  • Biopsi
    Jika ditemukan jaringan yang mencurigakan, dokter akan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi adanya sel kanker.
  • Pencitraan
    CT scan, MRI, atau PET scan dapat dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kanker.
  • Tes darah untuk EBV
    Tes ini dapat membantu mendeteksi keberadaan antibodi terhadap virus Epstein-Barr.

Pengobatan Kanker Nasofaring

Pengobatan kanker nasofaring tergantung pada stadium kanker saat didiagnosis. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi:

  • Radioterapi
    Radioterapi sering menjadi pilihan utama untuk kanker nasofaring karena area nasofaring yang sulit dijangkau melalui operasi. Radiasi dapat diberikan pada tumor dan kelenjar getah bening di sekitarnya untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  • Kemoterapi
    Pengobatan ini menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Kemoterapi sering diberikan bersamaan dengan radioterapi (kemoradioterapi) untuk meningkatkan efektivitas pengobatan.
  • Terapi Target
    Terapi ini melibatkan penggunaan obat yang secara khusus menargetkan molekul tertentu di sel kanker, sehingga lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan tumor.
  • Imunoterapi
    Metode ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien agar dapat melawan sel-sel kanker.

Pencegahan kanker nasofaring

Karena penyebab pasti kanker nasofaring belum sepenuhnya diketahui, tidak ada cara pasti untuk mencegahnya. Namun, beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko antara lain:

  • Mengurangi konsumsi makanan yang diawetkan dengan garam, seperti ikan asin.
  • Menghindari paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja.
  • Tidak merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.
  • Mempertahankan pola hidup sehat, termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah ke kanker nasofaring, seperti benjolan di leher, hidung tersumbat yang berkepanjangan, atau pendarahan dari hidung tanpa sebab yang jelas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Eka Tjipta Widjaja Cancer Center (ETWCC) merupakan pusat layanan kanker terpadu Eka Hospital. Untuk memastikan layanan terbaik untuk penanganan segala jenis kanker, termasuk kanker nasofaring, ETWCC dilengkapi dengan peralatan medis terbaru untuk penanganan kanker dan juga diisi oleh tim dokter spesialis multidisiplin yang berpengalaman akan membantu memberikan diagnosis tepat serta perencanaan pengobatan yang diperlukan.

Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasopharyngeal-carcinoma/symptoms-causes/syc-20375529

    Diakses pada 22 February 2026

  • nhs.uk, https://www.nhs.uk/conditions/nasopharyngeal-cancer/

    Diakses pada 22 February 2026

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21661-nasopharyngeal-cancer

    Diakses pada 22 February 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved