Home>Better Health>Mata>Katarak Tidak Selalu Terjadi Saat Lansia, Ini Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai

Better Health

Katarak Tidak Selalu Terjadi Saat Lansia, Ini Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai

katarak

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata mulai mengeruh. Akibatnya, orang yang memiliki katarak akan memiliki pandangan yang kabur. Katarak memang sangat umum terjadi pada lansia. Meski demikian, dalam beberapa kondisi, katarak juga bisa terjadi pada usia yang sangat muda.

Benarkah katarak hanya terjadi pada lansia?

Berbicara soal katarak, mereka yang masih ada dalam rentang usia produktif mungkin merasa tidak begitu peduli. Wajar saja, sebab katarak lebih umum terjadi pada lansia.

Meski demikian, bukan berarti katarak hanya dapat terjadi pada lansia. Katarak dapat terjadi pada usia muda, bahkan sejak bayi. Katarak yang terjadi pada usia anak, umumnya disebabkan oleh katarak kongenital.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi lain yang menyebabkan katarak dapat terjadi pada usia yang lebih muda, di antaranya:

  • Cedera yang menyebabkan kerusakan lensa mata
  • Kondisi genetik
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Mengalami diabetes
  • Memiliki kondisi kronis, seperti hipotiroid dan masalah endokrin
  • Penggunaan steroid jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter

Pentingnya skrining katarak di usia muda

Berhubung katarak tidak hanya terjadi pada lansia, tapi juga bisa menyerang anak muda, melakukan skrining menjadi sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Katarak disebut terjadi terlalu dini jika mengeruhnya lensa mata telah dimulai sejak sebelum seseorang menginjak usia 60 tahun.

Melakukan skrining katarak sedini mungkin membantu dokter menemukan katarak di tahap paling awal sehingga pengobatannya cenderung ringan, seperti melibatkan pola hidup sehat.

Meski tidak mengembalikan kejernihan lensa mata seperti sedia kala, perubahan pola hidup sehat dapat membantu katarak di tahap awal untuk tidak memburuk lebih cepat.

Berhubung prevalensi katarak lebih besar terjadi di lansia, dokter spesialis mata mungkin tidak akan langsung mendiagnosis katarak bila Anda yang masih berusia di bawah 60 atau 50 tahun memeriksakan diri ke dokter.

Untuk itu, penting bagi Anda memahami gejala katarak, di antaranya:

  • Warna terlihat kekuningan atau pudar
  • Sulit melihat saat berkendara, terutama di malam hari karena sensitivitas cahaya
  • Penglihatan ganda di salah satu mata
  • Butuh tambahan cahaya saat membaca
  • Pandangan kabur di salah satu mata

Jika dokter curiga Anda mengalami katarak, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Obat tetes mata untuk melebarkan pupil untuk melihat bagian mata
  • Pemeriksaan mikroskop slit-lamp untuk melihat retina
  • Tes refraksi mata

Risiko katarak pada orang diabetes

Diabetes adalah salah satu kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya katarak pada usia muda.

Saat seseorang memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol, kadar glukosa darah yang tinggi itu lama kelamaan dapat mengubah struktur jaringan mata, khususnya lensa. Kondisi inilah yang dapat mempercepat terjadinya katarak.

Semakin lama kadar gula darah tidak terkontrol, semakin tinggi dan cepat pula risiko katarak akan muncul. Bukan hanya katarak, diabetes yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan risiko seorang penderita diabetes untuk mengalami retinopati diabetik.

Kapan katarak perlu dioperasi?

Katarak tidak harus selalu dioperasi. Umumnya, ini akan tergantung tingkat keparahannya.

Biasanya, operasi katarak diperlukan jika gejalanya telah mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Umumnya, ini sudah memengaruhi penglihatannya sehingga membuat pasien kesulitan menjalani aktivitasnya secara mandiri, seperti membaca, menyetir, atau melihat dengan jelas di malam hari.

Namun, jika gejala katarak yang Anda alami cukup ringan dan tidak sampai mengganggu aktivitas, menggunakan kacamata mungkin sudah dapat membantu.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata jika Anda memiliki faktor risiko katarak atau tidak yakin masalah penglihatan yang Anda alami disebabkan oleh katarak atau bukan.

Salah satu dokter spesialis mata yang dapat Anda kunjungi adalah dr. Dearaini, Sp.M, di Eka Hospital Permata Hijau.

Anda dapat menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu ataupun mendapatkan informasi kesehatan lain, termasuk jadwal dokter di Eka Hospital terdekat Anda.

Bagikan

  • aao.org, https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-cataracts

    Diakses pada 4 July 2026

  • diabetes.org, https://diabetes.org/health-wellness/eye-health/curious-about-cataracts

    Diakses pada 4 July 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790

    Diakses pada 4 July 2026

  • healthline.com, https://www.healthline.com/health/early-cataracts#diagnosis

    Diakses pada 4 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved