
Kolesistitis adalah peradangan yang terjadi pada kantung empedu. Sesuai namanya, kantung empedu adalah organ yang menyimpan cairan empedu. Dalam proses pencernaan, kantung empedu akan mengeluarkan cairan empedu sedikit demi sedikit ke usus.
Namun, saluran empedu yang tersumbat bisa menyebabkan cairan empedu tak dapat mengalir ke usus dan tertahan di kantung empedu sehingga menyebabkan kantung empedu meradang.
Apa itu kolesistitis?
Kolesistitis adalah peradangan kantung empedu, organ yang berfungsi menyimpan cairan empedu yang diproduksi hati, sebelum akhirnya dialirkan ke usus untuk proses pencernaan.
Kantung empedu merupakan organ kecil yang terletak di bawah hati. Cairan empedu yang diproduksi hati akan disimpan di sini, sebelum akhirnya dikeluarkan ke usus untuk membantu proses pencernaan.
Adanya penyumbatan di saluran empedu, akan menyebabkan cairan empedu terjebak. Sumbatan ini umumnya disebabkan oleh batu empedu. Itu sebabnya, kolesistitis merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat batu empedu.
Jenis kolesistitis
Secara umum, terdapat 4 jenis kolesistitis, yaitu:
- Akut
- Kronis
- Kalkulus
- Akalkulus
Jenis kolesistitis akut dan kronis merujuk pada seberapa lamanya peradangan yang terjadi. Peradangan yang terjadi secara tiba-tiba, singkat, dan berat disebut dengan kolesistitis akut. Sementara itu, kolesistitis kronis cenderung lebih ringan tapi bersifat kambuhan dalam waktu lama.
Anda mungkin saja merasa baik-baik saja dalam waktu lama, tapi terkadang rasa sakit perut kanan atas bisa muncul kembali. Kolesistitis kronis umumnya memiliki intensitas nyeri yang lebih ringan dibandingkan jenis akut.
Sementara itu, koelsistitis kalkulus dan akalkulus dibedakan dari terbentuknya batu empedu atau tidak. Kebanyakan, radang batu empedu disebabkan oleh batu empedu. Dokter akan menggunakan istilah akalkulus untuk merujuk pada kolesistitis yang tidak disebabkan oleh batu empedu.
Penyebab kolesistitis
Tersumbatnya saluran empedu jadi penyebab utama Anda mengalami kolesistitis. Batu adalah penyebab utama saluran empedu Anda tersumbat. Meski begitu, kelainan struktur organ juga bisa menyebabkan penyumbatan saluran empedu.
Beberapa hal berikut ini dapat menyebabkan Anda mengalami peradangan kantung empedu:
- Batu empedu
- Infeksi bakteri di sistem saluran empedu
- Tumor pankreas atau liver
- Kekurangan asupan darah, akibat diabetes
- Striktur empedu
Beberapa orang dengan kondisi berikut ini juga dapat memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kolesistitis:
- Berjenis kelamin wanita
- Wanita hamil
- Obesitas
- Memiliki diabetes
- Memiliki kadar kolesterol yang tinggi
- Mengalami penurunan berat badan secara drastis
- Berusia di atas 40 tahun
Gejala kolesistitis
Baik kolesistitis akut dan kronis, keduanya sama-sama menyebabkan rasa sakit perut bagian atas. Berikut ini adalah beberapa gejala radang empedu:
- Sakit perut bagian kanan atas ataupun tengah
- Rasa sakit yang menjalar ke area bahu atau punggung
- Area perut yang terasa kembung dan nyeri saat ditekan
- Mual dan muntah
- Demam
- Perut kembung
- Mata dan kulit yang menguning (jaundice)
- Feses yang berwarna pucat dan lunak
Diagnosis
Untuk mendiagnosis kolesistitis dokter akan memulai dengan tanya jawab. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya dengan menekan area perut bagian kanan atas.
Apabila terdeteksi rasa sakit, kemungkinan besar Anda mengalami kolesistitis. Meski demikian, untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Pemeriksaan darah lengkap
- Tes fungsi hati
- USG abdomen
- Endoskopi abdomen
- CT scan perut
Pengobatan
Pengobatan kolesistitis tergantung dari jenis yang Anda alami. Jika disebabkan oleh infeksi, kolesistitis mungkin saja bisa membaik dengan sendirinya.
Akan tetapi, kebanyakan kasus kolesistitis yang disebabkan oleh batu empedu tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala yang Anda rasakan mungkin saja membaik setelah 2-3 hari, tapi umumnya ini akan berpotensi kambuh. Dokter biasanya memberikan perawatan suportif seperti terapi cairan melalui infus, obat pereda nyeri, dan antibiotik.
Pengobatan kolesistitis akibat batu empedu biasanya dilakukan dengan operasi pengangkatan batu empedu.
Apabila Anda perlu menunda operasi pengangkatan kantung empedu karena kondisi kesehatan Anda, beberapa prosedur yang mungkin dilakukan oleh dokter, antara lain:
- Mengeluarkan cairan empedu untuk mengurangi tekanan pada kantung empedu
- Pengangkatan batu empedu dengan prosedur endoskopi
Selain itu, perubahan gaya hidup juga bisa mencegah gejala memburuk selagi menunggu jadwal operasi. Beberapa cara untuk membantu mengatasi kolesistitis, antara lain:
- Obat-obatan untuk menghancurkan batu empedu
- Obat-obatan untuk mencegah pembentukan batu empedu
- Diet rendah lemak
Komplikasi
Tanpa pengobatan yang tepat, kolesistitis bisa menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
- Infeksi kantung empedu
- Kematian jaringan kantung empedu
- Robekan kantung empedu
- Infeksi dan peradangan pada pankreas
- Infeksi dan peradangan pada dinding perut (peritonitis)
Pencegahan kolesistitis
Untuk mengurangi risiko kolesistitis, beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:
- Menurunkan berat badan perlahan
- Menjaga berat badan ideal
- Perbanyak makan sayur dan buah, hindari makanan tinggi lemak
Apabila Anda mengalami sakit perut bagian kanan atas yang tak kunjung hilang, konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam. Anda juga bisa memilih dokter internis yang telah mengambil subspesialis gastroenterologi-hepatologi, yang berfokus pada saluran cerna dan organ hati. Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan gastroenterologi-hepatologi di Eka Hospital. Ahli terbaik kami akan membantu Anda menemukan pengobatan yang tepat untuk Anda. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

