.jpeg)
Melakukan imunisasi saat hamil nyatanya tidak hanya bermanfaat pada ibu hamil, tapi juga bagi janin di kandungan hingga nanti ia lahir. Salah satu vaksin yang direkomendasikan saat hamil adalah vaksin RSV.
Apa manfaat vaksin RSV saat hamil dan adakah risiko kesehatannya? Ini dia ulasan lengkapnya.
Manfaat Vaksin RSV Saat Hamil
RSV, alias respiratory syncytial virus, adalah virus penyebab infeksi pernapasan bawah, khususnya tenggorokan dan paru-paru. Infeksi RSV sebenarnya kondisi yang cukup umum terjadi, gejalanya pun cenderung ringan.
Akan tetapi, infeksi RSV pada bayi di bawah usia 6 bulan ataupun lansia dapat meningkatkan risiko infeksi berat.
Manfaat vaksin RSV saat hamil yang utama adalah memberikan perlindungan bagi bayi yang nantinya akan dilahirkan dari infeksi RSV. Dengan demikian, vaksin RSV saat hamil dapat langsung memberikan perlindungan bagi bayi di bawah 6 bulan begitu ia dilahirkan.
Selain itu, vaksin RSV saat hamil juga dapat memberikan perlindungan pada ibu hamil dari infeksi RSV. Ini juga sekaligus menurunkan risiko komplikasi kehamilan yang dapat terjadi ketika seorang ibu hamil terinfeksi RSV.
CDC merekomendasikan pemberian vaksin RSV saat hamil paling tepat dilakukan pada usia kehamilan 32-36 minggu kehamilan.
Cara Kerja Vaksin RSV dalam Memberikan Kekebalan
Salah satu manfaat vaksin RSV adalah memberikan perlindungan bagi janin, sekalipun ibulah yang mendapatkan vaksinasinya secara langsung.
Hal ini mungkin terjadi karena saat ibu hamil mendapatkan vaksin RSV, tubuh akan mulai membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus RSV di masa depan.
Antibodi yang telah terbentuk ini kemudian akan ditransfer ke janin, lewat darah melalui plasenta. Itu sebabnya, anak yang nantinya dilahirkan juga akan memiliki antibodi untuk RSV.
Vaksin RSV sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil yang usia kehamilannya sudah lebih dari 36 minggu. Sebab, kemungkinan waktu yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk antibodi dan mentransfernya ke janin melalui plasenta tidak akan cukup karena terlalu mendekati jadwal kelahiran.
Amankah Vaksin RSV Saat Hamil?
Vaksin RSV direkomendasikan pemberiannya pada ibu hamil oleh CDC dan WHO. Ini menandakan bahwa vaksin RSV saat hamil aman diberikan.
Namun, jika ibu hamil mengalami demam dengan derajat sedang hingga berat saat hari imunisasi, pemberian vaksin sebaiknya ditunda sampai dokter menyatakan aman.
Seperti juga segala tindakan medis lainnya, vaksin RSV saat hamil dapat menyebabkan efek samping ringan, salah satunya adalah nyeri di area injeksi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini dapat membaik dalam 1-2 hari.
Vaksin Apa Saja yang Dapat Diberikan Saat Hamil?
Selain vaksin RSV, ada beberapa jenis vaksin lain yang juga direkomendasikan pemberiannya saat hamil, yaitu:
- Influenza
- Covid-19
- Tdap (tetanus, difteria, dan pertusis)
- Hepatitis B
Selalu konsultasikan segala keputusan medis Anda saat hamil dengan dokter yang menangani Anda. Tanyakan persiapan apa saja yang diperlukan sebelum menjalani vaksinasi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Eka Hospital PIK, dr. Angelina Vitria, Sp.OG atau spesialis obgyn terbaik lain di seluruh cabang Eka Hospital. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

