.jpeg)
Bagi Anda yang perlu menjalani operasi caesar dalam persalinan nanti, kini mungkin sudah mulai mempertimbangkan apakah hendak menggunakan ERACS atau non-ERACS, mengingat perencanaan biayanya juga berbeda.
Meski demikian, baik metode ERACS dan non-ERACS memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Apa Itu ERACS?
Tidak semua kehamilan dapat melalui persalinan normal. Terkadang, operasi caesar dipilih karena lebih aman untuk ibu dan bayi. Namun, banyak ibu khawatir terhadap pemulihan operasi caesar.
ERACS adalah salah satu teknologi kesehatan terbaru yang memungkinkan ibu yang menjalani operasi caesar dapat memiliki pemulihan yang lebih cepat dan lebih nyaman.
ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Surgery) adalah sebuah teknik anestesi yang memungkinkan ibu melahirkan caesar mengalami efek samping pasca operasi yang lebih minimal.
Salah satu efek samping operasi yang paling umum adalah mual, muntah, gatal, hingga menggigil. Efek samping inilah yang membuat ibu hamil yang harus menjalani caesar memiliki kekhawatiran.
Metode terbukti mampu menurunkan ERACS dapat membantu menurunkan keluhan yang umum muncul setelah tindakan operasi caesar.
Selain itu, penggunaan metode ERACS untuk melahirkan caesar juga diketahui mengurangi penggunaan antinyeri pascamelahirkan.
Perbedaan Caesar dengan Metode ERACS dan Non-ERACS
Memahami perbedaan metode ERACS dan non-ERACS akan membantu Anda untuk memberikan rasa nyaman dan menentukan metode yang paling nyaman untuk Anda.
Berikut ini adalah perbedaan metode ERACS dan non-ERACS:
1. Durasi Puasa
Durasi puasa untuk melakukan metode ERACS cenderung singkat, yaitu hanya sekitar 6 jam puasa makan. Menjelang 2 jam sebelum tindakan dilakukan, ibu hamil boleh mengonsumsi minuman manis.
Sementara itu, caesar konvensional membutuhkan ibu untuk berpuasa makan dan minum selama 8 jam sebelum tindakan.
2. Rasa Sakit Pasca Operasi
Rasa sakit pasca operasi caesar dengan metode ERACS juga dilaporkan cenderung lebih ringan dibandingkan dengan operasi caesar konvensional.
Hal ini karena penggunaan metode bius yang diberikan saat operasi, seperti obat nyeri long-acting dosis kecil pada tulang belakang saat operasi atau penggunaan jarum spinal berukuran kecil.
3. Durasi Pemulihan
Operasi caesar dengan metode ERACS cenderung memiliki pemulihan yang lebih cepat. Sebab, metode ini memungkinkan pelepasan kateter urine lebih awal dan penghentian cairan infus di awal.
Dengan demikian, mobilisasi pasien dapat dilakukan lebih dini sehingga durasi rawat inap juga lebih cepat.
Selain itu, efek samping seperti mual, muntah, dan menggigil juga lebih minimal.
4. Luka Bekas Operasi
Metode ERACS dilakukan dengan menggunakan pisau bedah yang lebih kecil dan sangat tajam untuk membuat sayatan. Ini memungkinkan sayatan bisa mencapai jaringan otot lebih cepat sehingga kerusakan jaringan yang tidak diperlukan juga dapat dihindari.
Dengan begitu, luka bekas operasi juga dapat pulih dengan lebih cepat.
Siapa Saja yang Dapat Menjalani Operasi Caesar dengan ERACS?
Pada dasarnya setiap ibu yang menjalani operasi caesar elektif (bukan darurat) dapat menjalani metode ERACS. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter, sebab setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan yang menangani Anda. Anda juga dapat mengunjungi Eka Hospital Pluit dan berkonsultasi dengan dr. Ervan Surya, Sp.OG untuk mengetahui peluang dan kondisi Anda menjalani metode ERACS. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

