Home>Better Health>Jantung>Memahami Risiko Komplikasi Stroke pada Pasien dengan Atrial Fibrilasi

Better Health

Memahami Risiko Komplikasi Stroke pada Pasien dengan Atrial Fibrilasi

komplikasi stroke

Aritmia adalah kelainan irama jantung yang membuat jantung berdetak sangat cepat, tidak teratur, atau bahkan sangat lambat. Ada banyak jenis aritmia yang dapat terjadi, salah satunya adalah atrial fibrilasi.

Tanpa pengobatan yang tepat, atrial fibrilasi dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya stroke. Simak penjelasan lengkap dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS, konsultan aritmia di Eka Hospital MT Haryono berikut ini.

Risiko Stroke pada Pasien Atrial Fibrilasi

Menurut dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS, risiko stroke pada pasien atrial fibrilasi meningkat 5 kali lebih banyak dibandingkan orang yang tidak memiliki atrial fibrilasi.

Risiko ini dapat ditekan dengan menjaga detak jantung agar tetap stabil, sehingga komplikasi pun lebih rendah.

Terdapat 3 jenis atrial fibrilasi yang umum terjadi, yaitu:

  • Paroksismal atrial fibrilasi: kelainan irama jantung yang hilang timbul dan merupakan tahap awal atrial fibrilasi.
  • Persisten atrial fibrilasi: kelainan irama jantung yang terus ada selama 5-7 hari.
  • Long standing persistent atrial fibrilasi: kelainan irama jantung yang terus menetap lebih dari 1 tahun

Di antara ketiga, dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS menyebut, risiko stroke paling dapat diminimalisir ketika pengobatan atrial fibrilasi dilakukan saat masih di tahap awal, alias paroksismal atrial fibrilasi.

Penanganan Atrial Fibrilasi untuk Mencegah Stroke

Stroke adalah salah satu komplikasi atrial fibrilasi yang paling dihindari. Atrial fibrilasi menyebabkan jantung berdetak sangat cepat. Akibatnya, darah yang tidak terpompa sempurna akan menggenang di ruang jantung.

Genangan darah yang tidak terpompa sempurna inilah yang berisiko menyebabkan gumpalan dan gumpalannya berpotensi terbawa ke aliran darah dan menyebabkan stroke.

Menurut penjelasan dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS, mengontrol irama jantung agar tetap dalam batas normal, terutama pada pasien atrial fibrilasi tahap awal dapat menurunkan risiko stroke, risiko rawat inap, bahkan risiko kematian.

“Pada pasien yang mengalami paroksismal atrial fibrilasi, yang baru terdiagnosis, jika langsung mendapatkan terapi obat atau melakukan ablasi, success rate perbaikannya yang paling tinggi dibandingkan jenis aritmia lainnya,” terang dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS.

Maka itu, pengobatan sesegera mungkin pada pasien atrial fibrilasi dapat mengembalikan detak jantung normal dengan lebih baik.

dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS juga menambahkan, “Kalau atrial fibrilasinya sudah berlangsung lama, 3-5 tahun fokus pengobatannya lebih ke mencegah strokenya.”

Pengobatan sedini mungkin bukan hanya mencegah komplikasi, tapi juga mengendalikan gejalanya secara umum sehingga Anda bisa beraktivitas dengan lebih normal.

Ketika gejalanya terkendali, risiko stroke pun dapat menurun.

Apabila Anda mencurigai adanya gejala kelainan irama jantung, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Bahkan, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi masalah atrial fibrilasi sedini mungkin.

Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP (K), CCDS, dokter konsultan aritmia, Eka Hospital MT Haryono. Anda juga dapat menghubungi Call Center 1500-129 atau WhatsApp Center 0889-1500-129 MYCardia Eka Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung kami lainnya yang dekat dengan domisili Anda.

Bagikan

  • Instagram Post MYCardia Eka Hospital, https://www.instagram.com/mycardia.ekahospital/reel/DXoFCOcRVTp/

    Diakses pada 2 June 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved