
Diabetes melitus tipe 2 merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin), sehingga kadar gula darah meningkat. Seiring berkembangnya ilmu kedokteran, metode pengobatan diabetes terus berkembang. Salah satu terapi terbaru di dunia medis adalah Tirzepatide, yang sekarang juga sudah ada di Eka Hospital.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai apa itu tirzepatide, cara kerja, hingga efek sampingnya untuk penanganan diabetes tipe 2 dari Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di Eka Hospital BSD.
Apa itu tirzepatide?
Tirzepatide adalah obat resep dokter generasi terbaru yang digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Obat ini diberikan melalui suntikan subkutan (di bawah kulit) satu kali setiap minggu.
Keunikan tirzepatide terletak pada kemampuannya sebagai obat dual agonist pertama yang disetujui untuk terapi diabetes tipe 2. Tirzepatide bekerja dengan meniru kerja dua hormon inkretin alami, yaitu GLP-1 dan GIP, sehingga membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.
Cara kerja dan mekanisme tirzepatide di dalam tubuh
Tirzepatide bekerja secara cerdas dengan meniru hormon alami tubuh untuk memperbaiki metabolisme glukosa. dr. Sidartawan mengatakan, obat ini bekerja pada beberapa organ sekaligus dengan mekanisme sebagai berikut:
- Di otak (mengurangi rasa lapar): Tirzepatide bekerja pada pusat kendali nafsu makan di otak untuk menurunkan keinginan makan, menekan rasa lapar, dan memberikan rasa kenyang lebih cepat.
- Di lambung (menunda lapar): Obat ini memperlambat proses lambung dalam mengosongkan isinya (pergerakan makanan ke usus dihambat). Efek pengosongan lambung yang lambat ini membuat makanan bertahan lebih lama, sehingga menunda munculnya rasa lapar kembali.
- Di pankreas (meningkatkan insulin): Saat kadar gula darah melonjak setelah makan, tirzepatide merangsang kelenjar pankreas untuk melepaskan hormon insulin dalam jumlah yang tepat. Di saat yang sama, obat ini juga menekan produksi glukagon (hormon yang memicu pelepasan gula dari hati).
- Di jaringan Lemak (meningkatkan sensitivitas insulin): Obat ini membantu meningkatkan sensitivitas jaringan lemak dan otot terhadap insulin, sehingga sel-sel tubuh menjadi lebih efektif dalam menyerap dan menggunakan gula darah sebagai energi.
Efek samping pada awal terapi
Sama seperti obat medis lainnya, dr. Sidartawan mengatakan bahwa tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan tirzepatide. Sebagian besar efek samping bersifat ringan hingga sedang dan biasanya hanya muncul pada awal terapi atau saat dosis obat ditingkatkan. Gejala yang sering dirasakan pasien meliputi:
- Mual atau muntah.
- Diare atau justru sembelit (konstipasi).
- Perut terasa kembung, begah, atau tidak nyaman.
Untuk meminimalkan efek samping ini, dokter biasanya akan memulai terapi dari dosis terendah terlebih dahulu sebelum menaikkannya secara bertahap.
Persyaratan terapi: wajib dengan resep dokter
Terapi tirzepatide bukan obat bebas dan wajib menggunakan resep dokter. Tidak semua penderita diabetes tipe 2 otomatis bisa menggunakan obat ini.
Persyaratan utama sebelum terapi ini dijalankan meliputi:
- Evaluasi medis menyeluruh: Pasien harus menjalani pemeriksaan fungsi ginjal, hati, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
- Skrining riwayat penyakit: Obat ini tidak dianjurkan bagi pasien yang memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker tiroid medular (Medullary Thyroid Carcinoma) atau sindrom neoplasia endokrin multipel tipe 2 (MEN 2).
- Komitmen perubahan gaya hidup: Terapi ini akan memberikan hasil optimal jika dikombinasikan dengan pola makan sehat yang sesuai anjuran dokter atau ahli gizi serta aktivitas fisik/olahraga yang teratur.
Konsultasi Spesialis Endokrin dan Diabetes
Penanganan diabetes tipe 2 dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pemilihan jenis terapi pengobatan harus disesuaikan dengan profil kesehatan Anda agar aman dan efektif jangka panjang. Kabar baiknya. Terapi ini sekarang sudah tersedia di Eka Hospital.
Untuk mendapatkan pemeriksaan gula darah komprehensif, evaluasi kelayakan terapi tirzepatide, serta penanganan diabetes mutakhir, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di Eka Hospital BSD
Kendalikan kadar gula darah Anda sejak dini bersama tim medis yang tepat untuk mencegah risiko komplikasi di masa depan.
Segera buat janji dengan dokter melalui Appointment Center di 1-500-129 atau WhatsApp Center di 0889-1500-129.

