
Pernahkah merasa dada tiba-tiba terasa sesak atau tertekan saat sedang terburu-buru menaiki tangga atau berolahraga, namun hilang seketika begitu Anda duduk beristirahat?
Banyak orang cenderung mengabaikan kondisi karena merasa sudah sembuh. Namun tahukah Anda jika ini bisa menjadi pertanda gangguan jantung yaitu angina pektoris.
Meskipun tidak selalu berarti serangan jantung mendadak, kondisi ini adalah isyarat awal dari tubuh bahwa ada gangguan pada jantung Anda.
Mengapa dada terasa nyeri hanya saat bergerak?
Saat Anda tidak beraktivitas, kinerja jantung tidaklah berat. Namun, saat Anda beraktivitas fisik atau mengalami stres emosional, jantung membutuhkan pasokan oksigen yang jauh lebih besar.
Nyeri muncul saat kebutuhan dan pasokan oksigen tidak seimbang. Biasanya, hal ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak (aterosklerosis).
Saat Anda beristirahat, aliran darah yang sempit masih bisamemberikan pasokan oksigen yang cukup pada jantung. Tapi saat Anda bergerak, sumbatan tersebut menghalangi aliran darah tambahan yang dibutuhkan, menyebabkan otot jantung mengalami "kelaparan" oksigen sementara (iskemia). Itulah rasa nyeri yang Anda rasakan.
Apakah selalu karena jantung?
Memang, tidak semua nyeri dada bersumber dari jantung. Ada beberapa kemungkinan lain, seperti:
- Masalah otot dan tulang: Peradangan pada otot dada atau tulang rusuk.
- Gangguan pencernaan: Asam lambung yang naik (GERD) sering kali memberikan sensasi terbakar di dada.
- Gangguan paru: Infeksi atau peradangan pada selaput paru.
Namun, karena risiko masalah jantung jauh lebih fatal, perlu konsultasi ke dokter.
Gejala yang perlu diwaspadai
Pemeriksaan lebih lanjut menjadi sangat mendesak jika nyeri dada Anda disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Nyeri menjalar: Rasa sakit tidak hanya di dada, tapi menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
- Sesak napas: Rasa seperti tercekik atau sulit menghirup udara meski aktivitas tidak terlalu berat.
- Keringat dingin: Muncul keringat berlebih secara tiba-tiba saat rasa nyeri datang.
- Mual dan pusing: Perasaan ingin muntah atau pandangan yang mendadak gelap.
- Durasi yang berubah: Jika biasanya nyeri hilang dalam 2 menit, tapi kini menetap lebih lama atau muncul meski Anda sedang duduk diam.
Diagnosis jantung
Untuk mengetahui apakah nyeri tersebut berbahaya, dokter biasanya akan menyarankan rangkaian pemeriksaan objektif, seperti:
- Elektrokardiogram (EKG)
- Treadmill test untuk Memantau kerja jantung saat Anda diberikan beban aktivitas fisik terkontrol.
- Ekokardiografi. USG jantung untuk melihat struktur dan fungsi pompa jantung.
- CT Scan koroner atau kateterisasi. Hal ini dilakukan jika diperlukan untuk melihat secara langsung titik penyempitan pada pembuluh darah.
Solusi terpadu di MyCardia Eka Hospital
Eka Hospital memiliki pusat layanan jantung dan pembuluh darah yang komprehensif bernama MyCardia.
Layanan ini dirancang untuk menangani masalah jantung secara holistik, mulai dari deteksi dini, penanganan aritmia, hingga tindakan intervensi yang kompleks. Didukung oleh tim dokter multidisiplin dan teknologi mutakhir, kami membantu Anda menemukan jawaban atas keluhan kesehatan Anda sebelum berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi bersama Dokter Konsultan Intervensi Jantung Eka Hospital MT Haryono, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC. Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

