Home>Better Health>Ortopedi>Penanganan Nyeri & Cedera Saat Berolahraga

Better Health

Penanganan Nyeri & Cedera Saat Berolahraga

cedera olahraga

Bagi banyak orang, olahraga adalah kunci hidup sehat. Namun, risiko cedera bisa datang kapan saja. Saat mulai terasa nyeri, reaksi pertama yang sering muncul adalah berhenti total dari segala aktivitas fisik. Banyak yang beranggapan bahwa berhenti total dari aktivitas dapat mempercepat penyembuhan.

Padahal kenyataannya, berhenti sepenuhnya tidak selalu mempercepat pemulihan. Pendekatan medis modern menunjukkan bahwa latihan yang disesuaikan dan dilakukan secara bertahap sering kali jauh lebih membantu agar proses pulih lebih optimal.

Mengapa berhenti total bisa merugikan?

Istirahat memang diperlukan pada fase awal (sesaat setelah cedera terjadi). Namun, jika Anda berhenti bergerak sepenuhnya dalam waktu lama, otot dapat melemah (atropi) dan sendi menjadi kaku.

Proses pemulihan yang mengandalkan diam total berisiko membuat tubuh kehilangan kebugaran dan kesiapan saat Anda mencoba kembali berolahraga nanti. Sebaliknya, gerakan yang ringan membantu sirkulasi darah dan nutrisi menuju jaringan yang rusak, sehingga mempercepat regenerasi sel.

Pemulihan dengan metode optimum loading (beban bertahap)

Para ahli kedokteran olahraga kini menggunakan pendekatan optimum loading. Setelah nyeri hebat mereda (biasanya setelah 48–72 jam), jaringan yang cedera perlu diberikan beban secara perlahan dan terkontrol.

Latihan bertahap ini bermanfaat untuk:

  • Menjaga kekuatan otot: Menghindari penyusutan massa otot di sekitar area cedera.
  • Sendi tetap lentur: Memastikan rentang gerak tidak berkurang.
  • Tetap bugar: Menjaga tubuh tetap siap untuk kembali ke tingkat aktivitas sebelum cedera.

Kapan nyeri olahraga harus diwaspadai?

Anda tidak disarankan menangani cedera sendiri jika muncul tanda-tanda berikut yang mengindikasikan kerusakan serius:

  1. Nyeri akut yang Hebat: Rasa sakit yang menusuk atau membuat bagian tubuh tidak bisa digerakkan.
  2. Bengkak besar secara mendadak: Area cedera membengkak dalam waktu singkat.
  3. Perubahan bentuk: Seperti sendi yang bergeser (dislokasi) atau tanda patah tulang.
  4. Mati rasa: Hilangnya sensasi atau kesemutan hebat di area cedera.

Tahap pemulihan

Pemulihan yang sukses melibatkan tahapan yang jelas:

  • Return to Activity: Kembali ke aktivitas harian tanpa rasa nyeri.
  • Return to Sport: Kembali berlatih spesifik olahraga dengan intensitas rendah.
  • Return to Performance: Kembali ke performa puncak atau kompetisi.

Jangan biarkan cedera membuat Anda takut untuk bergerak kembali. Dengan bimbingan spesialis kedokteran olahraga, gerak tetap jalan, tubuh tetap siap, dan proses pulihnya jauh lebih maksimal.

Konsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga

Penanganan cedera yang tepat memerlukan analisis terhadap faktor internal (kondisi fisik) dan eksternal (fasilitas/alat). Untuk memastikan Anda mendapatkan program pemulihan dan latihan yang sesuai dengan batas kemampuan tubuh Anda (know your limit), Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp.ALK(K) Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Eka Hospital BSD

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • Instagram Post Eka Hospital, https://www.instagram.com/p/DSHknrjj0Xp/

    Diakses pada 16 December 2025

  • pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39527327/

    Diakses pada 16 December 2025

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved