close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Cara Mengobati Luka Kaki Diabetes Agar Tak Berujung Amputasi

Diabetes sebagai penyakit dengan kondisi gula darah dalam tubuh tinggi bisa menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah luka kaki diabetes atau ulkus diabetikum. Seperti diketahui, gula darah tinggi pada penderita diabetes karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, atau insulin tidak dapat berkerja secara optimal (resistensi insulin). . Padahal insulin sangat dibutuhkan untuk menyerap glukosa atau gula dari makanan untuk dijadikan energi pada tubuh. Glukosa yang menumpuk dalam darah menyebabkan kadar gula darah tinggi.

Luka kaki diabetes adalah luka yang disebabkan infeksi atau kerusakan jaringan pada kaki orang yang menderita diabetes. Masalah kaki pada penderita diabetes ini terjadi seiring waktu saat gula darah tinggi merusak saraf dan pembuluh darah di kaki. Kerusakan saraf yang disebut neuropati diabetik itu dapat menyebabkan nyeri, kesemutan bahkan hilangnya sensasi rasa pada kaki. Pembuluh darah pasien diabetes juga kerap mengalami penyumbatan yang menyebabkan aliran darah menjadi terhambat..

Gejala yang muncul berupa luka terbuka yang sering tidak disadari penyebabnya dan luka kaki terus basah karena nanah. Infeksi pada kaki penderita diabetes mungkin tidak bisa sembuh dengan baik karena pembuluh darah yang rusak dapat menyebabkan aliran darah buruk pada kaki Anda.

luka kaki diabetes

Infeksi dan aliran darah yang buruk bisa menyebabkan kematian jaringan tubuh seperti otot, kulit dan jaringan lainnya. Jika luka kaki diabetes tidak sembuh dengan berbagai pengobatan, maka ancamannya adalah kaki harus diamputasi. Amputasi adalah operasi untuk memotong jari kaki, kaki atau bagian kaki yang rusak untuk mencegah penyebaran infeksi.

Penyebab luka kaki diabetes

Salah satu penyebab penyandang diabetes mengalami luka di kaki adalah karena hilangnya/berkurangnya sensasi di kaki. Akibatnya, penyandang diabetes kerap tidak sadar saat kakinya tergores atau terbentur oleh benda-benda di sekitar. Bahkan, sepatu yang terlalu sempit pun juga tanpa disadari dapat menyebabkan luka.

Luka pada penyandang diabetes akan menjadi sulit sembuh karena berbagai faktor. Kadar gula darah yang tinggi merupakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan bakteri. Selain itu, kadar gula darah tinggi juga dapat mengganggu sistem imunitas tubuh. Aliran darah yang optimal juga diperlukan untuk penyembuhan luka. Pada diabetes yang tidak terkendali, seringkali ditemukan adanya penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke kaki sudah berkurang.

Munculnya luka diabetes pada umumnya paling banyak terjadi pada kaki. Penyebabnya bisa karena apa yang Anda pakai seperti sepatu terlalu sempit. Dari luka kecil pada penderita diabetes akan berubah menjadi luka terbuka, basah dan sulit sembuh hingga butuh tindakan amputasi jika tak diobati segera.

Kapan harus berobat? 

Pengobatan yang tepat sejak dini tentu akan meningkatkan kesembuhan. Oleh karena itu, kenalilah berbagai tanda pada kaki diabetes yang menjadi indikasi sebaiknya Anda segera berobat. Beberapa tanda tersebut antara lain:

  1. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin melebar
  2. Luka cukup dalam hingga mencapai jaringan otot, tendon, bahkan tulang
  3. Luka berbau, dan mengeluarkan nanah
  4. Luka disertai demam
  5. Luka menghitam dengan cepat
  6. Kaki bengkak dan teraba hangat
  7. Kaki membiru/menghitam dan teraba dingin

Selain itu, kenalilah beberapa gangguan yang mungkin dialami penyandang diabetes yang meningkatkan risiko terjadinya luka pada kaki, antara lain:

  1. Kedua kaki baal / mati rasa
  2. Kaki teraba lebih dingin, kuku kebiruan, atau nyeri jika berjalan yang mungkin menandakan berkurangnya aliran darah pada kaki
  3. Adanya kapalan juga sering menyebabkan luka di dasarnya
  4. Kulit yang kering dan pecah-pecah sering menyebabkan lecet, dan gatal sehingga sering digaruk tanpa disadari
  5. Deformitas/perubahan bentuk kaki

Pengobatan luka kaki diabetes

Luka diabetes membutuhkan perawatan sedini mungkin agar tidak menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Anda bahkan bisa melakukan pengobatan awal di rumah secara mandiri dengan cara:
Membersihkan luka dengan air bersih mengalir
Memberikan antibiotik berupa krim atau salep
Menutup luka dengan plester

Jangan lupa kemudian Anda harus menemui dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Simak beberapa perawatan agar luka diabetes lekas kering, antara lain:

  • Memeriksakan luka secara teratur
  • Membersihkan jaringan mati secara rutin
  • Mengganti perban secara rutin
  • Menghindari tekanan pada kaki

Dokter juga biasanya akan memberikan saran kepada penderita diabetes untuk melakukan pencegahan agar luka diabetes tidak terjadi. Berikut ini cara mencegah luka diabetes yang bisa Anda lakukan:

  • Mengecek kaki setiap hari
  • Merawat kaki dengan baik, jika perlu pakai pelembab agar kulit tidak kering
  • Pastikan kaki nyaman saat pakai alas kaki
  • Rutin memotong kuku

Operasi luka diabetes

Operasi luka diabetes adalah tindakan bedah yang bertujuan mengatasi ulkus atau luka borok diabetes karena jika dibiarkan akan menyebar ke tulang-tulang kaki dan berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Tidak semua penderita luka kaki diabetes membutuhkan operasi. Tindakan medis ini dilakukan setelah Anda sudah melakukan pengobatan seperti perawatan luka dan obat-obatan namun tidak kunjung sembuh, bahkan luka meluas dan infeksi semakin parah. Berikut ini beberapa jenis operasi kaki diabetik, yakni:

  • Debridement: Tindakan medis dengan mengangkat jaringan mati pada luka. Dokter biasanya akan membersihkan borok untuk menghindari penyebaran infeksi.
  • Tindakan revaskularisasi: prosedur tanpa bedah yang dilakukan untuk memperbaiki aliran pembuluh darah yang tersumbat.
  • Amputasi: merupakan tindakan bedah untuk menyelamatkan kaki yang sehat dengan membuang jaringan kaki dan tulang yang telah rusak

Perlu diperhatikan, penanganan kaki diabetes tidak bisa dianggap remeh karena banyak kasus infeksi berat dan gangguan pembuluh darah pada penderita diabetes yang tidak bisa diselamatkan dan akhirnya diamputasi.

Anda bisa berkonsultasi dan melakukan perawatan luka diabetes sejak dini di salah satu rumah sakit yang memiliki layanan perawatan kaki diabetes terpadu yaitu Diabetes Connection Care Eka Hospital.

Diabetes Connection Care Eka Hospital

Diabetes Connection Care adalah pusat layanan yang memiliki tatalaksana penanganan diabetes dan perawatan kaki diabetes yang komprehensif. Pusat diabetes terpadu ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, seorang guru besar dan ahli endokrin metabolik diabetes.

Prof. Sidartawan mempunyai tim dokter terbaik dengan memadukan keahlian dokter spesialis konsultan diabetes endokrinologi dengan dokter konsultan bedah vaskular yang bertujuan mengendalikan gula darah, mengontrol infeksi dengan melakukan perawatan luka dan memperbaiki pembuluh darah.

DCC ini berkolaborasi dengan banyak dokter spesialis dari beragam multidisiplin, antara lain: dokter spesialis saraf, jantung, ginjal, mata, gizi klinik, rehabilitasi medik, ortopedi, psikolog dan lainnya. Tujuannya agar penyakit Anda bisa ditangani dengan baik dari ahlinya. 

Selain bekerjasama dengan tim dokter spesialis multidisiplin, Diabetes Connection Care juga memiliki peralatan lengkap untuk mendeteksi komplikasi diabetes terhadap mata, jantung, saraf dan pembuluh darah kaki.

Diabetes Connection Care dapat meminimalisir tindakan amputasi bagi penderita luka kaki diabetes karena ditangani oleh dokter ahli berpengalaman.

Berikut ini beberapa fasilitas yang dimiliki Diabetes Connection Care Eka Hospital, antara lain:

  • Diabetic Neuropathy Examination
  • Kamera Retina dengan Intelegensi Artifisial (AI)
  • Ankle Brachial Index (ABI) Doppler
  • HbA1c Point of Care Testing
  • Elektrokardiografi
  • Treatment chair

Tim dokter yang dimiliki Diabetes Connection Care Eka Hospital, beberapanya adalah:

1. Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE, FINASIM
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE, FINASIM adalah guru besar dan dokter spesialis endokrin metabolik diabetes. Beliau merupakan alumni Universitas Indonesia untuk pendidikan dokter umum, spesialis penyakit dalam hingga menjadi konsultan endokrinologi. Beliau sangat peduli dengan diabetes hingga mendirikan pusat perawatan diabetes, mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award for Diabetes Care dari India dan tentunya kerap menjadi tamu kehormatan di acara bertema diabetes. Beliau juga pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) selama 2 periode. Salah satu prestasinya adalah mengembangkan algoritma dan standar pelayanan di Diabetes Connection Care dengan spesialisasi lain untuk penanganan penderita diabetes lebih baik.

2. DR. Dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM
DR. Dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar Doctor of Endocrinology dari Universitas Hasanuddin Makassar dan Specialist 2 of Endocrinology dari Universitas Indonesia. Sebelumnya, beliau mendapatkan gelar dokter umum di Universitas Padjajaran Bandung, dokter spesialis di Universitas Indonesia dan Graduated of Pharmacology di Universitas Padjajaran Bandung.

3. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD, FINASIM
dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD adakah dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia. Baru kemudian menempuh pendidikan PhD di Leiden University Medical Centre, Belanda.

4. dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD
dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD adalah dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialisnya di Universitas Indonesia. Beliau juga kerap mengikuti kegiatan untuk menunjang profesinya seperti Program Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan Ultrasonografi dan 9th Pisa International Diabetes Foot Course.

5. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH
dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH merupakan dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau sering melakukan perawatan pada penyakit akut dan kronis orang dewasa. Beliau membangun komunitas pasien diabetes yakni Sobat Diabet. Riwayat pendidikannya, beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia. Beliau aktif mengikuti pelatihan di dalam maupun luar negeri. Beragam penghargaan juga kerap diterima salah satunya Scholarship awardee Temasek Foundation for education and training at National University Cancer Institute, NUS di Singapura.

Anda bisa kunjungi Eka Hospital yang tersebar di beberapa daerah seperti BSD City, Cibubur, Bekasi dan Pekanbaru.

Jika Anda membutuhkan perawatan luka kaki diabetes dengan dokter spesialis di Eka Hospital bisa buat janji melalui layanan WhatsApp Eka Hospital 0-8888-90-5555 atau lewat aplikasi kesehatan SehatQ. Caranya dengan download aplikasi SehatQ di Google Store atau Apple Store.
 

  • Diabetic Wounds https://www.woundcarecenters.org/article/wound-types/diabetic-wounds
    Diakses pada 17 Juli 2022
  • Diabetic Ulcers: Causes and Treatment https://www.healthline.com/health/diabetic-foot-pain-and-ulcers-causes-treatments
    Diakses pada 17 Juli 2022
  • Diabetic Foot https://medlineplus.gov/diabeticfoot.html#:~:text=They%20can%20happen%20over%20time,open%20sore)%20on%20your%20foot.
    Diakses pada 17 Juli 2022
  • Diabetic Foot Ulcers https://surgery.ucsf.edu/conditions--procedures/diabetic-foot-ulcers.aspx
    Diakses pada 17 Juli 2022
  • Diabetic Foot Problems https://www.webmd.com/diabetes/foot-problems
    Diakses pada 17 Juli 2022
  • How can diabetes affect the feet? https://www.medicalnewstoday.com/articles/317504#symptoms
    Diakses pada 17 Juli 2022

Dokter Terkait

dr. Vidya Sari, Sp.PD

Penyakit Dalam

hospital EKA Hospital Cibubur

Informasi Terkait

Kenali Komplikasi Penyakit Kencing Manis (Diabetes Melitus)

Diabetes : Faktor Keturunan Vs Gaya Hidup Tak Sehat

Apakah Vaksin Korona Aman Bagi Penderita Diabetes?

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo