Home>Better Health>Kehamilan>Proses Persalinan: Siapa yang Memicu Terjadinya Kontraksi?

Better Health

Proses Persalinan: Siapa yang Memicu Terjadinya Kontraksi?

kehamilan

Pernahkah Anda terpikir, dalam proses kehamilan, bagaimana tubuh bisa tahu kapan saatnya untuk melahirkan? Datangnya seolah tiba-tiba dan tidak bisa dikontrol oleh ibu yang mengandung.

Jika kita sadari, persalinan adalah proses alami yang luar biasa. Terlihat biasa dari luar tetapi kompleks di dalam. Salah satu fase paling penting dalam proses ini adalah kontraksi rahim. Saat ibu mengalami kontraksi, kita tahu bahwa tidak lama ia akan melahirkan bayi. 

Lewat kontraksi ini kita bisa melakukan persiapan, seperti ke rumah sakit untuk bersalin. Lalu apa yang menyebabkan kontraksi ini? Lewat artikel ini, dr. Anthonyus Natanael, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Eka Hospital PIK, akan memberikan jawabannya.

Banyak orang mengira bahwa kontraksi sepenuhnya diatur oleh tubuh ibu. dr. Anthonyus menjelaskan bahwa faktanya, kontraksi terjadi akibat kerja sama hormonal antara tubuh ibu dan bayi sebagai sinyal bahwa bayi sudah siap untuk dilahirkan.

Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai mekanisme medis di balik pemicu kontraksi persalinan.

Kerja sama hormon bayi dan ibu

dr. Anthonyus menjelaskan, terjadinya kontraksi bukan merupakan perintah satu arah dari tubuh ibu, melainkan hasil komunikasi hormonal dua arah:

  • Sinyal dari bayi: Ketika janin siap lahir, otak bayi lewat kelenjar hipotalamus dan pituitari akan melepaskan hormon Corticotropin-Releasing Hormone (CRH). Hormon ini merangsang kelenjar adrenal bayi untuk memproduksi kortisol (hormon stres). Peningkatan kortisol pada bayi ini mengirimkan sinyal kimiawi ke plasenta (ari-ari) bahwa paru-paru dan organ tubuhnya sudah siap menghadapi dunia luar.
  • Respons tubuh ibu: Menerima sinyal dari plasenta, tubuh ibu merespons dengan mengubah keseimbangan hormon. Kadar hormon progesteron akan menurun, sementara hormon estrogen akan meningkat drastis. Peningkatan estrogen membuat otot rahim menjadi sangat sensitif.
  • Pelepasan oksitosin: Otak ibu kemudian melepaskan oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon kontraksi. Oksitosin, bersama dengan senyawa lipid bernama prostaglandin yang diproduksi oleh rahim, bekerja langsung mengencangkan otot-otot rahim secara berkala, kuat, dan teratur. Inilah yang dirasakan ibu sebagai kontraksi persalinan.

Jenis kontraksi yang perlu diketahui

Selain itu, dr. Anthonyus menjelaskan, ibu hamil perlu membedakan antara tanda persalinan asli dengan alarm palsu:

  1. Kontraksi palsu (Braxton Hicks): Bersifat tidak teratur, intensitasnya tidak bertambah kuat seiring waktu, dan biasanya mereda jika ibu berpindah posisi, berjalan, atau beristirahat. Kontraksi ini berfungsi untuk melatih otot rahim.
  2. Kontraksi asli (persalinan): Bersifat teratur dan jeda waktunya semakin pendek, misalnya muncul setiap 5 menit sekali. Kontraksi ini terasa semakin intens/nyeri seiring waktu, tidak hilang dengan istirahat, dan disertai pembukaan serta penipisan leher rahim (serviks).

Konsultasi spesialis kebidanan dan kandungan

Memasuki trimester ketiga, pemantauan klinis terhadap kesejahteraan janin dan kesiapan jalur lahir sangat penting untuk menentukan kelancaran proses persalinan, baik secara normal maupun melalui tindakan medis lainnya.

Untuk merencanakan proses persalinan yang aman, Anda perlu melakukan pemeriksaan USG akhir kehamilan, serta berkonsultasi mengenai manajemen nyeri persalinan. Anda dapat membuat janji temu dengan ahlinya, yaitu dr. Anthonyus Natanael, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan di Eka Hospital PIK.

Kunjungi juga penjelasan langsung dr. Anthonyus di sini.

Persiapkan momen persalinan Anda dengan matang bersama tim medis yang tepat demi keselamatan ibu dan buah hati.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

 

Bagikan

  • Instagram Post Eka Hospital, https://www.instagram.com/reels/DYsgsBPhHg2/

    Diakses pada 13 July 2026

  • ncbi.nlm.nih.gov, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532927/

    Diakses pada 13 July 2026

  • clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/articles/22618-oxytocin

    Diakses pada 13 July 2026

  • vinmec.com, https://www.vinmec.com/eng/blog/is-uterine-contractions-in-the-first-3-months-of-pregnancy-dangerous-en

    Diakses pada 13 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved