
Belakangan ini, kabar mengenai penularan campak semakin banyak terdengar. Saat ini, wabah campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Oleh karena itu sebagai orangtua kita perlu waspada.
Salah satu pasien dokter Spesialis Anak dr. Lies Dewi N, Sp.A(K) Neuropediatri bahkan mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun selama 10 hari berturut-turut. Nah, agar Anda bisa lebih bisa waspada perlu mengetahui apa itu campak dan gejalanya.
Apa itu penyakit campak?
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Paramyxovirus. Virus ini dikenal sangat menular, bahkan jauh lebih menular dibandingkan beberapa virus pernapasan lainnya.
Metode penularannya terjadi melalui droplet (percikan air liur saat batuk atau bersin) serta melalui udara. Virus ini bisa bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam, sehingga anak-anak yang berada di ruangan yang sama dengan penderita sangat berisiko tertular jika belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.
Gejala campak
Gejala campak sering kali dimulai dengan tanda-tanda yang mirip dengan flu biasa, namun bisa makin memburuk dengan pola yang sangat khas. Sebagai orang tua, Anda perlu mengenali urutan gejalanya:
- Demam tinggi yang terus menerus. Ini adalah gejala awal yang paling mencolok. Anak akan mengalami demam tinggi terus-menerus di atas 38°C selama kurang lebih 4 hingga 7 hari.
- Muncul batuk, pilek, dan kondisi mata yang memerah (konjungtivitis) serta sensitif terhadap cahaya.
- Sering kali disertai dengan diare.
- Setelah beberapa hari demam, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan leher, biasanya diawali dari area belakang telinga. Ruam ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh hingga ke tangan dan kaki.
- Ruam biasanya bertahan selama sekitar 7 hari. Uniknya, saat ruam mulai mereda, warnanya akan berubah menjadi kehitaman (hiperpigmentasi) sebelum akhirnya mengelupas dan hilang.
Mengapa campak berbahaya?
Banyak orang menganggap campak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat atau jika kondisi imun anak sangat lemah, campak dapat memicu komplikasi serius yang mengancam nyawa, antara lain:
- Pneumonia: Infeksi paru-paru yang merupakan penyebab kematian paling umum pada kasus campak.
- Ensefalitis (radang selaput otak): komplikasi ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.
- Diare berat: bisa menyebabkan dehidrasi akut pada balita.
- Kematian: jika tidak ditangani, campak dapat menyebabkan gagal organ yang berujung pada kematian.
Cara mencegah campak
Berbeda dengan penyakit bakteri yang bisa dilawan dengan antibiotik, campak tidak memiliki pengobatan khusus. Dokter hanya bisa memberikan pengobatan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Oleh karena itu, prinsip "mencegah lebih baik daripada mengobati" sangat berlaku di sini.
Satu-satunya perlindungan yang paling efektif dan terbukti secara ilmiah adalah dengan melengkapi imunisasi campak pada anak sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah dan IDAI:
- Imunisasi Pertama: Diberikan pada usia 9 bulan.
- Imunisasi Booster Pertama: Diberikan pada usia 18 bulan.
- Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): Diberikan kembali saat anak menginjak usia sekolah dasar, yaitu sekitar 7-8 tahun.
Konsultasi kesehatan anak di Eka Hospital Cibubur
Mengingat komplikasi campak bisa menyerang saraf dan otak (ensefalitis), penting sekali bagi orang tua untuk memantau perkembangan saraf anak selama dan setelah terinfeksi. Jika Anda menemukan gejala mencurigakan atau ingin memastikan status perlindungan imunisasi anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya.
Dapatkan pemeriksaan dan penanganan yang komprehensif bersama dr. Lies Dewi N, Sp.A(K) Neuropediatri Dokter Spesialis Anak Konsultan Neuropediatri Eka Hospital Cibubur.
Beliau memiliki keahlian khusus dalam menangani masalah saraf pada anak, termasuk pengawasan ketat terhadap risiko radang otak yang bisa dipicu oleh infeksi virus seperti campak. Jaga masa depan si kecil dengan langkah pencegahan yang tepat hari ini.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

