
Dislokasi bahu adalah kondisi gawat darurat medis di bidang ortopedi. Artinya, kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan medis.
Sayangnya, masih cukup banyak orang Indonesia yang memilih pengobatan alternatif terlebih dulu untuk menangani masalah ortopedi seperti keseleo bahkan dislokasi. Kondisi ini justru dapat memperburuk dislokasi dan menyebabkan prosedur yang sederhana jadi lebih kompleks dan berisiko.
Akibat Dislokasi Bahu Tidak Ditangani dengan Benar
Dislokasi bahu adalah kondisi ketika sendi bahu keluar dari bonggolnya. dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT(K) Sport menyebut, ini adalah kondisi gawat darurat medis ortopedi yang perlu mendapatkan penanganan segera.
“Semakin lama sendi bahu lepas dari bonggolnya atau tidak dalam posisinya, semakin lama sendi bahu tidak mendapat nutrisi yang dibutuhkan,” ujar dr. Erick.
Menurut dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT(K) Sport, berikut ini adalah beberapa akibat atau risiko yang muncul jika Anda tidak segera ke rumah sakit untuk mengatasi dislokasi bahu, atau lebih parah lagi diperbaiki secara sembarangan.
1. Nekrosis jaringan
Nekrosis atau matinya jaringan sekitar sendi bahu adalah salah satu komplikasi yang terjadi akibat penanganan dislokasi bahu yang salah. dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT(K) Sport, menyebut saat mengalami dislokasi, bahu layaknya ikan yang dibawa keluar dari air.
Di sekitar bahu, terdapat banyak saraf, pembuluh darah, dan jaringan lunak. Semuanya ini membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen.
Menangani dislokasi bahu secara sembarangan dapat merusak jaringan di sekitar bahu sehingga tak lagi mendapatkan asupan nutrisi. Ini menyebabkan bonggol bahu mengalami nekrosis.
2. Lumpuh area bahu atau tangan
Penanganan dislokasi bahu yang tidak tepat dapat menyebabkan patah, terutama ketika dipaksa kembali ke tempatnya tanpa prosedur yang benar.
Selain patah, dr. Erick juga menyebutkan bahwa dislokasi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan cedera yang disebut dengan cedera brachial plexus, yang berujung pada kelumpuhan di area bahu dan tangan.
Brachial plexus adalah jaringan saraf di bahu yang berfungsi untuk membawa sinyal gerak dan sensorik dari saraf tulang belakang ke tangan.
3. Pemulihan dan prognosis yang buruk
Dislokasi bahu adalah kondisi gawat darurat ortopedi. Meski begitu, jika ditangani dengan tepat dan segera, prosedur yang Anda jalani dapat sederhana, walau tetap tergantung pada tingkat keparahannya.
“Jika langsung dibawa ke rumah sakit mungkin penanganannya lebih sederhana. Pasien bisa kita bius kemudian kita kembalikan bahunya ke bonggonya,” jelas dr. Erick.
Namun, dalam kasus dislokasi bahu tidak segera ditangani atau bahkan ditangani tanpa prosedur yang jelas oleh seseorang yang bukan tenaga kesehatan, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan bertambah parah.
“Mereka bisa merasa sudah diperbaiki dan akhirnya tidak mencari pertolongan medis, padahal sebenarnya dislokasinya belum sepenuhnya ditangani,” jelas dr Erick. “Begitu didiamkan, jadilah nekrosis jaringan. Jadi, yang sebetulnya bisa dengan prosedur simple, malah jadi membutuhkan operasi besar untuk mengganti bonggol sendi.”
Selain prosedur lebih kompleks dan berisiko, lewat video berikut dr. Erick juga menyebut pemulihan juga lebih panjang, seperti membutuhkan fisioterapi hingga adanya risiko tidak bisa kembali ke aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Dislokasi Bahu?
Ketika mengalami dislokasi bahu, jangan mencoba mengembalikannya sendiri tanpa adanya pengawasan dari dokter ataupun pengobatan alternatif.
Anda harus segera ke rumah sakit atau dokter spesialis ortopedi untuk penanganan dislokasi yang benar.
Selain itu, minimalisasi gerakan yang menggunakan tangan dan sendi bahu. Anda dapat menyangga tangan dan berusaha untuk tidak menggerakkannya. Mengompres dengan es juga dapat membantu meredakan rasa sakitnya.
Segeralah ke IGD rumah sakit terdekat bila mengalami dislokasi bahu. Anda juga dapat berkunjung ke poli ortopedi jika jadwalnya memungkinkan untuk mendapatkan penanganan.
Anda juga dapat berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi Gatam Institute Eka Hospital, yakni dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT (K) Sport, konsultan cedera bahu dan tangan.
Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

