
Batuk tidak kunjung sembuh sering kali dicurigai jadi salah satu gejala tuberkulosis (TB) yang patut diwaspadai. Meski demikian, batuk tidak kunjung sembuh bukanlah satu-satunya gejala TBC.
Bahkan, batuk yang tidak sampai dua minggu pun bisa jadi tanda tuberkulosis jika disertai dengan tanda lain. Mengenali tanda tuberkulosis sejak dini dapat membantu mencegah penyebaran TBC.
Gejala TBC
Menurut Kemenkes RI, Indonesia menempati peringkat kedua dalam kasus TBC terbanyak di dunia. Mengenali gejalanya dapat membantu menekan penyebaran kasusnya.
Beberapa gejala TB yang patut diwaspadai, yaitu:
1. Batuk kronis
Batuk kronis atau tidak kunjung sembuh selama lebih dari 2 minggu bisa jadi salah satu tanda TBC. Ini menandakan adanya infeksi yang terjadi di dalam paru.
Batuk yang tidak kunjung sembuh dapat disertai batuk berdahak ataupun batuk yang disertai darah. Biasanya, batuk tidak kunjung sembuh sekalipun telah mendapatkan pengobatan.
2. Nafsu makan menurun
Sekalipun batuk belum sampai 2 minggu, gejala penyerta lainnya juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda tuberkulosis. Nafsu makan yang menurun bisa jadi salah satu tanda tuberkulosis yang perlu diwaspadai.
Apalagi jika nafsu makan menurun juga disertai dengan penurunan berat badan secara drastis, termasuk juga disertai batuk.
3. Penurunan berat badan
Nafsu makan menurun yang jadi gejala TBC bisa membuat berat badan turun. Namun selain itu, infeksi bakteri TBC juga dapat menghambat penyerapan nutrisi.
Hal inilah yang membuat seorang pasien TBC mengalami penurunan berat badan.
4. Demam hilang timbul
Selain batuk, orang yang mengalami TBC juga umum mengalami demam yang hilang timbul. Ini terjadi karena merupakan respons tubuh sedang melawan infeksi bakteri yang ada di dalam tubuh.
Hilangnya demam bukan berarti TBC sudah sembuh, terlebih jika tidak dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Anda perlu memeriksakan diri jika mengalami demam lebih dari 2 minggu.
5. Keringat dingin di malam hari
Keringat dingin di malam hari tanpa melakukan aktivitas apa pun dapat menjadi gejala TB yang juga perlu diwaspadai.
Selain itu, gejala juga dapat disertai dengan badan lemas, nyeri otot, dan nyeri sendi.
6. Nyeri dada
Infeksi bakteri TBC dapat menyebabkan produksi dahak di paru-paru meningkat.
kondisi tubuh yang lemas dan mengalami nyeri di bagian otot dan sendi. Hal ini dapat membuat dada terasa penuh sehingga bernapas jadi lebih sulit.
Beberapa orang dapat merasakan nyeri dada saat bernapas ataupun batuk.
7. Mudah lelah
Saat terinfeksi bakteri tuberkulosis, sistem imun tubuh akan fokus untuk berusaha menghilangkan bakteri dari dalam tubuh. Alhasil, energi dalam tubuh juga terfokus untuk proses penyembuhan. Itu sebabnya, tubuh akan jadi lebih mudah lelah.
Mungkinkah TBC tanpa Gejala?
Batuk tidak kunjung sembuh lebih dari 2-3 minggu adalah pertanda khas tuberkulosis, meski tidak selalu. Namun, Anda juga dapat terinfeksi bakteri tuberkulosis tanpa memiliki gejala sama sekali.
Tuberkulosis tanpa gejala sama sekali disebut dengan infeksi TB laten. Kondisi ini terjadi ketika Anda terpapar bakteri TB dan telah menginfeksi paru. Meski demikian, sistem imun Anda yang cukup kuat masih dapat mengendalikan sehingga tidak sampai muncul gejala.
Bakteri TB yang tinggal dalam tubuh ini dapat “terbangun” dan memulai infeksi aktif sehingga menyebabkan gejala ketika sistem imun Anda melemah.
Apakah TBC Bisa Sembuh?
TBC sangat bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, disiplin, dan dilakukan dengan tuntas.
Salah satu tantangan dalam pengobatan TBC adalah masa pengobatan yang cukup lama dan perlu dijalankan secara disiplin tanpa putus. Masa pengobatannya bisa berlangsung sekitar 3-6 bulan tanpa putus.
Ditambah, beberapa orang mungkin merasa sudah sembuh setelah beberapa hari minum antibiotik sehingga tidak melanjutkan obatnya tanpa konsultasi dokter. Hal ini justru dapat memperburuk kondisi. Sebab, hilangnya gejala bukanlah tanda bakteri tuberkulosis sudah benar-benar mati.
Pengobatan tuberkulosis yang tidak dilakukan dengan tuntas memperbesar risiko kebal obat. Hal ini justru akan semakin menyulitkan pengobatan TBC.
Apabila Anda mengalami masalah pernapasan, seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, terutama jika Anda tinggal di daerah yang berisiko tinggi mengalami TBC, segera berkonsultasi ke dokter spesialis paru dan mendapatkan diagnosis yang tepat.
Anda dapat mengunjungi dokter spesialis Paru Eka Hospital Permata Hijau, dr. Ikhsan Budi, Sp.P. Anda juga dapat menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu dan menemukan informasi dokter spesialis paru lain di Eka Hospital terdekat Anda.

