
Saat memasuki masa kehamilan, mungkin ibu akan bertanya-tanya apakah masih boleh minum kopi saat hamil? Sebab, ada beberapa pantangan makanan dan minuman yang dapat memengaruhi janin.
Minum kopi saat hamil sebetulnya boleh-boleh saja. Akan tetapi, ada batas aman yang direkomendasikan agar tidak mengganggu kesehatan ibu dan bayi.
Berapa banyak kopi yang aman untuk ibu hamil?
Ibu hamil boleh minum kopi ketika masuk ke masa kehamilan tentunya dengan jumlah yang dibatasi. American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan dalam sehari, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg sehari. Ini setara dengan satu gelas kopi berukuran 350 ml atau 2 cangkir kopi kecil.
Berikut ini adalah takaran minum kopi per hari yang aman untuk ibu hamil:
- 1-2 cangkir espresso
- 2-3 cangkir kopi instan sachet
- 3-5 cangkir teh, cokelat panas, atau minuman cola
Saat mengonsumsi kopi sachet, ibu juga harus memperhatikan kandungan gulanya. Kandungan gula berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas pada ibu hamil termasuk berat badan lahir bayi yang terlalu besar.
Ingat pula bahwa kafein tidak hanya ada dalam kopi. Makanan dan minuman lain, seperti teh, cokelat, minuman soda, dan minuman berenergi juga mengandung kafein.
Untuk itu, pastikan memperhatikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi agar jumlah kafein yang masuk ke tubuh tidak berlebihan.
Efek kopi pada ibu hamil
Minum kopi dalam batas wajar terbilang aman untuk ibu hamil. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kafein juga dapat mengalir melalui plasenta. Artinya, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kafein akan memengaruhi janin.
Sekalipun Anda tidak melebihi dosis aman kafein untuk ibu hamil, minum kopi bisa berdampak pada bayi Anda yang mungkin belum dapat memproses kafein layaknya orang dewasa.
Hal itu bisa menyebabkan perubahan pola tidur bayi di dalam kandungan selama trimester akhir kehamilan.
Ada beberapa penelitian yang menyebutkan, minum kafein secara berlebihan, melebihi batas aman meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti:
- Keguguran
- Melahirkan prematur
- Berat badan lahir rendah (BBLR)
- Bayi berisiko mengalami obesitas saat usianya lebih besar
Penelitian lain juga menyebutkan kafein dalam membuat pembuluh darah ke rahim dan plasenta menyempit sehingga bisa mengurangi suplai darah ke janin dan menghambat perkembangannya.
Selain itu, pola tidur juga mungkin saja terganggu jika ibu hamil minum kopi secara berlebihan. Ini dapat menyebabkan Anda susah tidur (insomnia) dan morning sickness memburuk. Anda juga akan lebih sering pipis dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Minuman apa saja yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil?
Selain kopi, ada beberapa minuman lain yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, antara lain:
- Susu atau yogurt yang tidak dipasteurisasi
- Alkohol
- Teh herbal
- Minuman cokelat
- Minuman dengan tambahan gula
Anda bisa mengonsumsinya hanya jika telah berkonsultasi dengan dokter dan dalam jumlah aman yang dianjurkan.
Manfaat minum kopi saat hamil
Ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa minum kopi saat hamil dalam jumlah kecil mampu membantu menurunkan risiko diabetes gestasional. Manfaat ini paling besar dirasakan saat trimester kedua kehamilan.
Akan tetapi, selama hamil, Anda perlu mempertimbangka keuntungan yang didapatkan dibandingkan risiko kesehatan yang mungkin didapatkan. Apabila risikonya lebih besar dibandingkan manfaatnya, Anda sebaiknya tetap menghindarinya.
Untuk itu, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis obgyn yang menangani Anda, mulai dari dosis yang aman, alternatif kafein jika terlalu sulit menghindarinya, bahkan tips untuk menguranginya.
Apabila Anda belum mendapatkan dokter spesialis obgyn yang mampu memberikan ketenangan untuk diri Anda, Anda bisa mengunjungi poli spesialis kebidanan dan kandungan di Eka Hospital dan berkonsultasi dengan dokter terbaik kami.
Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

