.jpeg)
Cabut gigi adalah salah satu prosedur yang umum dilakukan dan direkomendasikan dokter untuk mengatasi masalah yang terjadi pada gigi Anda. Gigi berlubang parah, yang sampai merusak saraf gigi bisa jadi alasan dokter untuk melakukan cabut gigi.
Tergantung tujuan dari cabut gigi, prosedur ini kadang diikuti dengan prosedur tambahan, seperti pemasangan gigi palsu atau implan gigi. Hal itu bertujuan untuk mencegah susunan gigi bergeser akibat ruang gusi yang kosong.
Tujuan cabut gigi
Pada dasarnya, dokter gigi akan selalu berusaha mempertahankan gigi asli Anda selama gigi tersebut masih bisa dipertahankan. Itu sebabnya, gigi berlubang yang Anda alami bisa ditambal ataupun dicabut, tergantung dari tingkat keparahannya.
Tujuan utama cabut gigi adalah mencegah masalah gigi, seperti gigi yang saling bertumpuk ataupun mencegah infeksi menyebar dari gigi yang rusak berat.
Berikut ini adalah beberapa alasan Anda mungkin harus menjalani cabut gigi:
- Susunan gigi bertumpuk atau berantakan
- Gigi berlubang yang cukup besar
- Gigi patah
- Penyakit gusi yang parah
- Gigi bergeser atau cedera gigi
- Impaksi gigi
- Infeksi gigi yang dalam (abses) dan risiko infeksi menyebar
Gigi bungsu adalah salah satu kasus cabut gigi yang paling sering. Akan tetapi, tidak semua gigi bungsu harus dicabut.
Umumnya, dokter gigi akan merekomendasikan Anda untuk mencabut gigi bungsu jika posisi gigi bungsu mengalami impaksi ataupun menyebabkan masalah lain. Impaksi gigi adalah kondisi ketika posisi pertumbuhan gigi di dalam gusi, yang mendorong atau mendesak gigi lainnya.
Persiapan cabut gigi
Sebelum melakukan prosedur cabut gigi, dokter biasanya akan merekomendasikan Anda untuk melakukan rontgen gigi.
Anda biasanya tidak memerlukan persiapan khusus apa pun. Akan tetapi, beberapa kondisi dan obat-obat tertentu dapat meningkatkan risiko perdarahan setelah cabut gigi. Maka itu, pastikan Anda memberi tahu dokter apabila Anda sedang meminum obat pengencer darah.
Selain itu, informasikan pada dokter jika Anda memiliki kondisi berikut ini:
- Diabetes
- Hipertensi
- Kelainan jantung bawaan
- Riwayat endokarditis akibat bakteri
- Penyakit tiroid
- Penyakit ginjal
- Kerusakan katup jantung
- Masalah pada sistem imun
- Penyakit liver
Prosedur
Cabut gigi dapat dilakukan oleh dokter gigi umum ataupun dokter gigi spesialis. Dokter gigi spesialis bedah mulut dan periodontist adalah dokter gigi spesialis yang lebih umum untuk menangani cabut gigi.
Biasanya, untuk masalah gigi yang rumit perlu dirujuk ke dokter gigi spesialis untuk pencabutan gigi.
Untuk prosedur cabut gigi, Anda mungkin membutuhkan obat bius, tapi bisa juga tidak. Pemberian obat bius ini dapat dilakukan lewat infus, suntikan, atau menggunakan pil. Obat bius dapat berupa bius lokal ataupun umum, tergantung dari jenis prosedur cabut gigi yang digunakan dan seberapa banyak gigi yang harus dicabut.
Terdapat dua jenis prosedur cabut gigi yang dapat dilakukan, yaitu:
- Cabut gigi sederhana: dokter gigi akan memberikan anestesi lokal untuk membuat area gigi Anda mati rasa. Anda hanya akan merasakan tekanan, tapi tidak dengan rasa sakit.
- Cabut gigi dengan pembedahan: perbedaan cabut gigi dengan metode pembedahan adalah dokter akan membuat sayatan pada gusi untuk mencabut gigi Anda. sementara, prosedur cabut gigi sederhana tidak membutuhkan sayatan pada gusi. Setelahnya, dokter bisa menjahit kembali gusi ataupun tidak.
Berikut adalah tahapan prosedur cabut gigi:
- Dokter akan memberikan anestesi pada gigi yang akan menjalani prosedur.
- Dokter akan melonggarkan gigi yang masih berada di gusi dengan lembut, menggunakan alat khusus.
- Bila diperlukan, dokter akan membuat sayatan pada gusi agar bisa mencapai gigi Anda.
- Dokter akan mencabut gigi Anda dari gusi.
- Apabila sayatan dilakukan, dokter dapat menjahit gusi tempat gigi yang dicabut.
Perawatan setelah cabut gigi
Setelah gigi berhasil dicabut, dokter gigi akan memberikan kasa steril di tempat gigi yang baru dicabut. Anda bisa menggigitnya untuk membantu menghentikan perdarahan selama 30 menit.
Begitu perdarahan melambat, kasa bisa dicabut. Perdarahan ringan setelah cabut gigi biasanya terjadi selama 24 jam.
Lamanya lubang bekas cabut gigi akan tertutup tergantung pada seberapa besar lubang yang ditinggalkan. Lubang bekas cabut gigi sederhana akan menutup dan pulih sekitar 7 hari. Sementara, untuk prosedur pencabutan gigi yang cukup besar dan butuh pembedahan, lubang bekas cabut gigi dapat menutup antara 3-6 minggu hingga beberapa bulan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah cabut gigi:
- Minum obat antinyeri yang diresepkan dokter bila perlu
- Kompres dingin di pipi untuk mencegah pembengkakan
- Sikat gigi dan flossing seperti biasa, tapi hindari area yang dicabut
- Makan makanan lunak dan dingin
- Setelah 24 jam, berkumur lembut dengan air garam
- Meludah untuk menghilangkan darah dalam mulut
- Ganjal kepala dengan bantal saat tidur agar perdarahan tidak bertambah berat
Pantangan setelah cabut gigi
Berikut ini adalah pantangan atau larangan yang perlu Anda patuhi setelah mencabut gigi:
- Jangan merokok
- Jangan berkumur pada 24 jam pertama
- Hindari minum atau makan makanan panas dan pedas
- Hindari aktivitas mengisap di dalam mulut, termasuk meludah dengan keras
- Jangan menggunakan sedotan pada 24 jam pertama
- Hindari makan makanan kecil yang mungkin tersangkut di lubang
Efek samping
Secara umum, prosedur cabut gigi adalah prosedur yang aman. Namun, seperti prosedur lainnya, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi, seperti:
- Gumpalan darah di dalam soket yang akan keluar beberapa hari setelah pencabutan (kondisi ini disebut dry socket)
- Infeksi pada area cabut gigi
- Kerusakan saraf
- Retakan atau patahan gigi akibat instrumen yang digunakan selama prosedur
- Bengkak di area gigi yang dicabut
- Rasa sakit di area injeksi
- Reaksi obat bius yang digunakan
- Penyembuhan luka yang lambat
- Perdarahan
Untuk itu, bila terjadi tanda-tanda efek samping, Anda perlu segera ke dokter. Anda perlu segera ke dokter setelah cabut gigi jika:
- Bengkak hebat pada hari ketiga atau lebih setelah operasi cabut gigi
- Muncul rasa sakit baru
- Sakit berdenyut atau kesemutan pada lubang bekas cabut gigi
- Muncul nanah
- Perdarahan hebat
- Demam
- Melihat tulang di dalam lubang bekas cabut gigi
Untuk berkonsultasi masalah cabut gigi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi ataupun dokter gigi spesialis. Apabila Anda memiliki masalah gigi bungsu yang bermasalah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis bedah mulut di Eka Hospital mengenai kemungkinan cabut atau operasi. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

