.jpeg)
Retainer gigi adalah alat bantu yang digunakan untuk menjaga posisi gigi setelah proses penggunaan kawat gigi. Setelah kawat gigi dilepas, retainer membantu menjaga gigi tetap berada di posisi baru yang sudah diperbaiki. Tanpa retainer, gigi bisa kembali bergeser ke posisi awal sebelum perawatan.
Fungsi retainer gigi
Seperti yang sudah disebutkan, fungsi retainer gigi adalah membantu mengurangi kemungkinan gigi bergeser setelah behel dilepas. Selain itu, retainer juga dapat membantu memperbaiki masalah kecil seperti gigi yang tidak sejajar. Beberapa dokter gigi merekomendasikan untuk menggunakan retainer selama setidaknya 12 bulan atau lebih.
Jenis-Jenis retainer gigi
1. Retainer non-permanen
Retainer gini ini bisa dilepas dan dipasang kembali sesuai kebutuhan. Ada dua jenis utama retainer non-permanen:
- Retainer Hawley: Terbuat dari kawat logam dan dasar plastik atau akrilik yang menutupi langit-langit mulut atau bagian bawah mulut. Kawat logam ini menjaga posisi gigi tetap stabil.
- Retainer transparan: Terbuat dari bahan plastik transparan yang dibuat sesuai cetakan gigi pasien. Retainer ini lebih nyaman dan hampir tidak terlihat, namun lebih rentan rusak dibandingkan retainer Hawley.
2. Retainer permanen
Retainer berbentuk kawat tipis yang direkatkan secara permanen di bagian belakang gigi, biasanya pada gigi depan bawah. Retainer ini bermanfaat menstabilkan formasi gigi dalam jangka lama. Selain itu tidak mudah terlihat oleh orang lain. Kekurangan dari retainer gigi ini adalah sulit dibersihkan sehingga membutuhkan usaha ekstra.
Perawatan retainer gigi
Merawat retainer dengan baik sangat penting untuk mencegah penumpukan plak dan bakteri. Berikut beberapa tips merawat retainer:
- Bersihkan secara teratur: Retainer lepasan harus dibersihkan setiap hari dengan sikat gigi dan air hangat. Hindari menggunakan pasta gigi yang abrasif, karena dapat merusak permukaan retainer.
- Simpan di tempat yang aman: Saat tidak digunakan, simpan retainer dalam wadah khusus untuk mencegah kerusakan dan kehilangan.
- Hindari makanan keras dan lengket: Bagi pengguna retainer lepasan, hindari mengunyah makanan keras atau lengket saat memakai retainer untuk mencegah kerusakan.
Efek samping
Meski membantu dalam proses pensejajaran gigi, retainer juga memiliki efek samping seperti:
- Rasa tidak nyaman di mulut: Retainer gigi mungkin akan terasa tidak nyaman atau menyebabkan iritasi pada mulut, lidah, atau gusi, terutama pada awal penggunaan
- Gigi menguning: Beberapa orang mungkin mengalami gigi yang menguning akibat retainer
- Penumpukan plak dan karang gigi: Retainer bisa menjadi tempat berkembangnya plak dan karang gigi jika tidak dibersihkan dengan baik
- Gigi kembali berantakan: Jika retainer tidak digunakan secara teratur, gigi bisa kembali berantakan
- Lidah sensitif: Beberapa orang mungkin merasakan lidah mereka lebih sensitif atau mengalami rasa berlebihan akibat retainer
- Kesulitan berbicara: pada sebagian orang retainer mengganggu kemampuan berbicara
Retainer gigi adalah alat penting yang membantu menjaga hasil perawatan gigi. Dengan berbagai jenis yang tersedia, dokter gigi akan merekomendasikan retainer yang sesuai dengan kebutuhan individu. Merawat retainer dengan baik dan mengikuti jadwal pemakaian yang disarankan adalah kunci untuk memastikan hasil perawatan gigi bertahan lama.
Poli Gigi Eka Hospital
Poliklinik gigi Eka Hospital menawarkan layanan perawatan gigi yang komprehensif dengan kualitas tinggi. Dilengkapi dengan teknologi modern dan didukung oleh tenaga medis profesional, Eka Hospital memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang optimal. Mulai dari pemeriksaan rutin, perawatan saluran akar, pencabutan gigi, hingga pemasangan gigi palsu, semua dapat dilakukan di sini.
Selain itu, pelayanan yang ramah membuat pengalaman perawatan gigi di Eka Hospital menjadi lebih menyenangkan. Jangan ragu untuk mengatasi masalah gigi Anda di Eka Hospital.
Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

