.jpeg)
Karies gigi, atau gigi berlubang, adalah masalah kesehatan gigi yang umum terjadi. Karies gigi disebabkan oleh asam yang tercipta dari interaksi antara bakteri di mulut dan sisa-sisa makanan yang mengandung gula atau pati. Asam inilah yang perlahan-lahan merusak email gigi.
Jika dibiarkan, karies gigi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulut yang lebih serius.
Penyebab karies gigi
Berikut ini beberapa penyebab karies gigi yang umum
- Plak gigi: Plak adalah lapisan lengket yang terbentuk di gigi ketika bakteri bercampur dengan sisa-sisa makanan dan air liur. Bakteri dalam plak akan mengubah gula menjadi asam, yang kemudian mengikis lapisan email gigi.
- Makanan dan minuman manis: Konsumsi berlebihan makanan dan minuman manis atau asam, seperti permen, kue, soda, dan jus buah, meningkatkan risiko terjadinya karies.
- Kurang menjaga kebersihan mulut: Kebiasaan buruk seperti tidak menyikat gigi secara teratur, tidak menggunakan benang gigi, atau tidak membersihkan gigi dengan benar dapat mempercepat pembentukan plak dan karies.
- Kekurangan fluoride: Fluoride adalah mineral yang membantu melindungi gigi dari kerusakan. Kekurangan fluoride, baik dari pasta gigi maupun air minum, dapat membuat gigi lebih rentan terhadap karies.
- Mulut kering: Air liur membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan plak. Mulut kering, yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu atau kondisi medis, dapat meningkatkan risiko karies.
- Asam lambung naik: Penyakit refluks asam lambung atau GERD dapat mengikis enamel gigi.
Gejala karies gigi
Karies gigi sering kali berkembang secara perlahan, dan pada tahap awal mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring dengan bertambahnya kerusakan pada gigi, gejala-gejala berikut dapat muncul:
- Nyeri gigi: pada gigi, terutama saat mengunyah makanan manis, panas, atau dingin.
- Gigi sensitif: Rasa ngilu atau sensitif terhadap makanan dan minuman panas, dingin, atau manis.
- Lubang gigi: Terbentuknya lubang kecil atau besar pada gigi yang bisa terlihat atau dirasakan dengan lidah.
- Perubahan warna gigi: Gigi yang terkena karies dapat berubah warna menjadi cokelat, hitam, atau putih keabuan.
- Bau mulut: Bakteri yang menyebabkan karies dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.
Pencegahan karies gigi
Mencegah karies gigi lebih mudah daripada mengobatinya. Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang efektif:
- Sikat gigi secara teratur: Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride membantu menghilangkan plak dan mencegah pembentukan karies.
- Gunakan benang gigi: Menggunakan benang gigi setiap hari membantu membersihkan sisa makanan di antara gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.
- Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis: Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis, terutama yang dikonsumsi di antara waktu makan.
- Rutin ke dokter gigi: Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setidaknya setiap enam bulan sekali memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi karies sejak dini.
- Obat kumur: Obat kumur yang mengandung fluoride dapat membantu memperkuat gigi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
- Konsumsi makanan sehat: Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, dan produk susu, dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Cara mengobati karies gigi
Berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk karies gigi yang bisa dilakukan:
- Tambalan gigi: Pada tahap awal, karies dapat diatasi dengan menambal gigi yang berlubang. Proses ini melibatkan pembersihan area yang terkena karies dan pengisian lubang dengan bahan tambal seperti komposit resin atau amalgam.
- Crown gigi: Jika kerusakan gigi sudah parah, dokter gigi mungkin akan menyarankan pemasangan crown gigi. Crown adalah penutup yang ditempatkan di atas gigi yang rusak untuk melindunginya dan mengembalikan fungsi gigi.
- Perawatan saluran akar (root canal): Jika karies telah mencapai bagian dalam akar gigi (pulpa), dokter akan melakukan perawatan saluran akar untuk membersihkan infeksi dan menyelamatkan gigi.
- Pencabutan gigi: Jika gigi sudah mengalami kerusakan yang parah dan tidak bisa diselamatkan, dokter akan mencabut gigi. Setelah pencabutan, gigi yang hilang bisa diganti dengan implan atau jembatan gigi.
Karies gigi adalah kondisi umum yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut yang baik, mengurangi konsumsi makanan manis, dan rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi. Jika tidak diobati, karies dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi dan kehilangan gigi. Dengan perawatan yang tepat, gigi yang rusak akibat karies masih bisa diselamatkan, dan kesehatan mulut dapat dipertahankan.
Poliklinik gigi Eka Hospital
Poliklinik gigi Eka Hospital menawarkan layanan perawatan gigi yang komprehensif dengan kualitas tinggi. Dilengkapi dengan teknologi modern dan didukung oleh tenaga medis profesional, Eka Hospital memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang optimal. Mulai dari pemeriksaan rutin, perawatan saluran akar, pencabutan gigi, hingga pemasangan gigi palsu, semua dapat dilakukan di sini.
Selain itu, pelayanan yang ramah membuat pengalaman perawatan gigi di Eka Hospital menjadi lebih menyenangkan. Jangan ragu untuk mengatasi masalah gigi Anda di Eka Hospital.
Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

