
Salah satu masalah kesehatan yang rentan menyerang ibu hamil adalah kurang darah, alias anemia. Kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya terdapat sekitar 48,9% kasus anemia yang terjadi pada ibu hamil.
Sepintas, anemia tampak ringan. Namun, anemia saat hamil bisa membawa dampak negatif, baik bagi ibu ataupun janin yang dikandung.
Dampak Anemia pada Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ketika ibu kekurangan sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Anemia yang tidak ditangani dengan baik pada ibu hamil bisa berdampak pada ibu dan juga janin.
Pada trimester pertama, anemia pada ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan janin. Berikut ini adalah beberapa dampak anemia pada ibu hamil yang dapat memengaruhi janin, di antaranya:
- Gangguan tumbuh kembang janin di dalam kandungan
- Kelahiran prematur
- Berat bayi lahir rendah
- Gangguan tumbuh kembang setelah anak dilahirkan
Selain pada janin, anemia yang tidak ditangani dengan tepat juga bisa membawa dampak negatif pada kesehatan ibu hamil, salah satunya adalah perdarahan pasca persalinan, yang bahkan dapat berdampak pada kematian.
Sel darah merah yang terlalu rendah juga membuat ibu hamil mungkin membutuhkan transfusi darah, baik selama hamil atau saat melahirkan.
Penyebab Anemia pada Ibu Hamil
Saat hamil, tubuh akan memproduksi lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi di dalam kandungan. Akan tetapi, jika asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah kurang, ibu akan mengalami anemia.
Beberapa nutrisi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, di antaranya:
- Zat besi
- Asam folat (vitamin B9)
- Vitamin B12
Di antara ketiganya, kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab anemia yang umum terjadi pada ibu hamil.
Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil
Seorang ibu hamil lebih rentan mengalami anemia jika memiliki beberapa faktor risiko berikut:
- Jarak kehamilan berdekatan
- Hamil kembar
- Muntah-muntah yang cukup sering karena morning sickness
- Kurang konsumsi makanan yang mengandung zat besi
- Memiliki volume menstruasi yang sangat banyak
- Anemia sebelum hamil
Anemia pada ibu hamil adalah kondisi yang bisa dicegah dan ditangani untuk mencegah berbagai komplikasi.
Melakukan konsultasi kehamilan secara rutin akan membantu dokter menentukan jenis anemia yang tepat sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat pula. Umumnya, pengobatan anemia ringan pada ibu hamil terhitung sederhana, seperti pemberian suplemen.
Maka itu, pastikan Anda tidak melewatkan jadwal konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Eka Hospital Cilegon, dr. M. Arif Rahman AM, Sp.OG. Anda dapat membuat janji temu dengan menghubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129.

