
Sebagai orangtua, tahukah bahwa masalah lambung seperti GERD pada si kecil ternyata bisa berdampak pada kecerdasan (IQ) mereka di masa depan?
Hubungan antara GERD dan IQ memang tidak terjadi secara langsung tapi terasa. Ketika anak mengalami GERD, setiap kali makan ia akan merasa nyeri atau tidak nyaman, yang akhirnya membuat si kecil enggan makan (GTM/Gerakan Tutup Mulut).
Jika hal ini dibiarkan, asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan tubuh akan terhambat, memicu terjadinya stunting. Padahal, stunting sangat berkaitan erat dengan perkembangan kognitif yang tidak optimal, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan penurunan IQ.
Apa itu GERD pada anak?
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi di mana asam lambung atau isi lambung kembali naik ke kerongkongan secara berulang dan menyebabkan gangguan kesehatan.
Berbeda dengan gumoh biasa yang umum terjadi pada bayi, GERD pada anak dianggap sebagai penyakit karena gejalanya sudah menimbulkan rasa sakit, mengganggu aktivitas, hingga menghambat proses penyerapan nutrisi si kecil.
Gejala GERD pada anak yang perlu diwaspadai
Gejala GERD bisa berbeda tergantung usia anak, namun berikut adalah beberapa tanda yang paling umum ditemukan:
- Sering muntah : Cairan lambung sering keluar melalui mulut secara spontan.
- Rewel saat makan: Anak sering menangis atau melengkungkan punggung saat diberi makan karena rasa panas di dada (heartburn).
- Batuk kronis atau mengalami gangguan pernapasan: Asam lambung yang naik bisa terhirup ke saluran napas, memicu batuk atau napas berbunyi (mengi).
- Berat badan tidak naik: Anak sulit mencapai berat badan ideal sesuai usianya karena kurangnya asupan nutrisi.
- Nyeri dada atau perut atas: Pada anak yang sudah bisa bicara, mereka biasanya mengeluhkan rasa terbakar atau pahit di tenggorokan.
Apa penyebab GERD pada anak?
Beberapa faktor yang biasanya menjadi pemicu munculnya GERD pada si kecil antara lain:
- Otot kerongkongan bawah yang belum sempurna: Otot katup (sfingter) yang seharusnya menutup lambung belum bekerja secara optimal, sehingga cairan lambung mudah naik kembali.
- Proses pencernaan lambat: Makanan yang terlalu lama di lambung meningkatkan tekanan dan risiko refluks.
- Faktor anatomi atau kondisi medis tertentu: Seperti adanya hernia hiatal atau gangguan pada sistem saraf.
- Pola makan yang salah: Konsumsi makanan yang memicu gas atau asam berlebih secara rutin.
Konsultasi spesialis di Eka Hospital MT Haryono
Jangan biarkan gangguan pencernaan menghambat potensi masa depan si kecil. Penanganan GERD yang tepat sejak dini tidak hanya meredakan gejala fisik, tetapi juga memastikan proses tumbuh kembang dan perkembangan otak anak tetap optimal. Segera konsultasikan kesehatan pencernaan buah hati Anda bersama ahlinya, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K) Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroentero Hepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono Beliau memiliki keahlian mendalam dalam menangani berbagai masalah pencernaan dan hati pada anak, guna memastikan setiap tahap pertumbuhan si kecil berjalan optimal dan terlindungi dari risiko malnutrisi. Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

