Home>Better Health>Kehamilan>Kesundulan? Ini Dia Cara Menjaga Kehamilan yang Berjarak Terlalu Dekat

Better Health

Kesundulan? Ini Dia Cara Menjaga Kehamilan yang Berjarak Terlalu Dekat

kesundulan

Kesundulan adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kehamilan yang tidak direncanakan, setelah baru saja melahirkan.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat ini bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk menjaga kehamilan.

Kapan Seseorang Bisa Hamil Kembali Setelah Melahirkan?

Beberapa ibu yang baru saja melahirkan, terutama kemudian menyusui, mungkin cenderung merasa “aman” dan beranggapan bahwa dirinya tidak mungkin hamil lagi dalam waktu dekat.

Padahal kenyataannya, seorang ibu dalam usia produktif sudah bisa hamil lagi setelah 3-4 minggu setelah melahirkan, termasuk ketika Anda belum mengalami menstruasi kembali ataupun sedang menyusui.

Meskipun menyusui adalah kontrasepsi alami karena bisa menunda terjadinya ovulasi, kehamilan setelah melahirkan tetap mungkin terjadi pada ibu menyusui.

Itu sebabnya, jika Anda berencana mengatur jarak kehamilan dan mencegah kesundulan, pastikan berkonsultasi dengan dokter terkait metode kontrasepsi yang aman, termasuk jika harus dilakukan saat menyusui.

Berapa Jarak Kehamilan yang Ideal?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Eka Hospital BSD, dr. Baruch Djaja, Sp.OG, menyebutkan 2-3 tahun adalah jarak kehamilan yang ideal.

CDC juga merekomendasikan bahwa seminimal-minimalnya Anda perlu menjeda setidaknya 18 bulan antara kehamilan yang satu dengan yang selanjutnya.

Pasalnya, rahim membutuhkan waktu untuk pemulihan, terutama jika proses kelahiran dilakukan secara operasi caesar.

Selain itu, memberikan jarak kehamilan yang tepat dapat membantu menurunkan risiko komplikasi di kehamilan berikutnya, seperti diabetes gestasional, kelahiran prematur, serta berat bayi lahir rendah.

Risiko Jarak Hamil Terlalu Dekat

Jarak kehamilan yang terlalu dekat—kurang dari 6 bulan— dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan janin, khususnya jika kehamilan terjadi di atas usia 35 tahun.

Salah satu penyebabnya adalah karena pemulihan ibu belum sempurna sehingga ada risiko kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin.

Beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi jika jarak kehamilan terlalu dekat, antara lain:

  • Berat bayi lahir rendah
  • Kelahiran prematur
  • Bayi lahir mati
  • Solusio plasenta (plasenta terlepas sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum waktu kelahiran)
  • Cacat lahir
  • Gangguan kesehatan mental, khususnya pada ibu
  • Anemia pada ibu hamil

Cara Menjaga Kehamilan agar Tetap Sehat

Meskipun kesundulan atau jarak hamil yang terlalu dekat bisa meningkatkan risiko kesehatan, ini bukanlah hal yang pasti terjadi. Ibu tetap dapat menjaga kehamilan tetap sehat dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Konsumsi Makanan Bergizi

Memenuhi nutrisi saat hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan mendukung tumbuh kembang janin yang sehat. Jarak kehamilan yang terlalu dekat membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memiliki cadangan nutrisi yang dibutuhkan.

Sebab, nutrisi tersebut kemungkinan telah dipakai pada kehamilan sebelumnya dan untuk menyusui.

Maka itu, untuk mengejar asupan nutrisi, pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang tinggi asam folat, vitamin B12, zat besi, dan protein, serta rendah serat.

Konsultasikan pada dokter mengenai perlu tidaknya konsumsi vitamin saat hamil beserta dosisnya.

2. Istirahat

Kesundulan berarti Anda perlu menyiapkan energi berkali-kali lipat untuk menghadapi kehamilan kembali dan merawat bayi yang baru lahir. Jadi, manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.

Hindari memaksakan diri, terutama jika Anda mengalami gejala kehamilan yang cukup hebat.

Mintalah dukungan suami atau keluarga dalam membantu merawat si Kecil sehingga Anda memiliki waktu juga untuk lebih fokus pada diri sendiri dan kehamilan.

3. Banyak Minum

Kebutuhan cairan selama hamil perlu dipenuhi. Pasalnya, cairan sangat dibutuhkan untuk proses pembentukan ASI, baik untuk saat ini maupun saat anak nanti dilahirkan.

Ditambah lagi, ketika hamil, volume darah ibu hamil cenderung meningkat. Mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu mencegah dehidrasi, sembelit saat hamil, atau memburuknya gejala hamil lain.

4. Periksa Kehamilan Rutin

Berhubung kesundulan memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, pemeriksaan kehamilan rutin pun menjadi lebih penting lagi untuk dilakukan. Pastikan Anda berkonsultasi secara rutin ke dokter yang merawat Anda.

Belum menemukan dokter yang tepat? Anda bisa mengunjungi Eka Hospital BSD dan berkonsultasi dengan salah satu dokter spesialis kebidanan dan kandungan terbaik kami, dr. Baruch Djaja, Sp.OG.

Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

Bagikan

  • Instagram Post Eka Hospital, https://www.instagram.com/p/DROGJVukomZ/

    Diakses pada 18 December 2025

  • jamanetwork.com, https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/2708196

    Diakses pada 18 December 2025

  • acog.org, https://www.acog.org/womens-health/experts-and-stories/the-latest/planning-your-next-pregnancy-heres-how-long-to-wait

    Diakses pada 18 December 2025

  • nhs.uk, https://www.nhs.uk/baby/support-and-services/sex-and-contraception-after-birth/

    Diakses pada 18 December 2025

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved