
Kreatinin adalah zat limbah hasil pemecahan protein makanan dan jaringan tubuh. Kreatinin nantinya akan dibuang oleh tubuh setelah disaring ginjal dan dikeluarkan melalui urine.
Tingginya kadar kreatinin dalam tubuh bisa menjadi tanda adanya penurunan fungsi ginjal.
Apa itu kreatinin?
Kreatinin adalah zat sisa hasil pemecahan dari kreatin. Kreatin sendiri secara alami ditemukan dalam jaringan tubuh, khususnya sel otot, dan menjadi sumber energi. Selain ditemukan secara alami dalam tubuh, beberapa makanan juga mengandung kreatin.
Hasil metabolisme kreatin dalam tubuh akan berubah menjadi kreatinin. Kreatinin ini adalah zat limbah yang akan dikeluarkan oleh tubuh lewat urine, setelah melalui proses penyaringan di ginjal.
Dalam jumlah normal, kreatinin di dalam tubuh tidaklah berbahaya. Akan tetapi, apabila jumlah kreatinin dalam darah terlalu tinggi, ini bisa menandakan adanya masalah pada ginjal, sehingga fungsi penyaringannya tidak berjalan dengan baik.
Akibatnya, kreatinin lolos dari filtrasi ginjal dan tidak dikeluarkan lewat urine, sehingga tetap berada di dalam tubuh.
Penyebab kreatinin tinggi
Pria dan wanita memiliki kadar normal kreatinin yang berbeda. Pada wanita dewasa, kadar kreatinin normal adalah 0,5-1 mg/dL, sedangkan pada laki-laki dewasa 0,7-1 mg/dL.
Kadar kreatinin yang terlalu tinggi dapat menandakan adanya masalah pada fungsi ginjal. Beberapa penyebab kadar kreatinin tinggi, antara lain:
- Infeksi ginjal (pielonefritis)
- Glomerulonefritis, peradangan pada glomerulus, yaitu bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah
- Batu ginjal yang menyumbat saluran kencing
- Gagal ginjal
Selain masalah ginjal, keracunan obat, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung juga bisa memengaruhi fungsi ginjal dan menyebabkan kadar kreatinin tinggi.
Walau demikian, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan kadar kreatinin sementara waktu, seperti dehidrasi, kehamilan, dan olahraga ekstrem.
Gejala kreatinin tinggi
Tergantung dari penyebabnya, kreatinin yang tinggi bisa memunculkan gejala yang berbeda. Berikut ini adalah gejala kreatinin tinggi berdasarkan penyebabnya:
Keracunan obat
- Retensi cairan (bengkak di area kaki atau perut, atau area tubuh lainnya)
- Merasa kelelahan terus-menerus
- Linglung
- Mual
- Sesak napas
- Detak jantung tidak teratur
- Nyeri dada
Infeksi ginjal
- Demam
- Sakit pinggang atau punggung bawah
- Urine berbau menyengat
- Urine berwarna gelap atau keruh
- Anyang-anyangan
- Mual dan muntah
Glomerulonefritis
- Tekanan darah tinggi
- Buang air kecil sedikit
- Nyeri panggul
- Kencing berbusa dan berwarna merah
- Kaki atau wajah bengkak
Diabetes
- Sering haus dan merasa lapar
- Sering buang air kecil
- Kelelahan
- Pandangan kabur
- Luka yang sulit sembuh
- Kaki kesemutan atau mati rasa
Penyakit jantung
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Kelelahan ekstrem
- Detak jantung tidak teratur
- Kaki bengkak
- Mual
Sumbatan saluran kencing
- Sakit punggung atau pinggang
- Kencing berdarah
- Demam
Gagal ginjal
- Pembengkakan di wajah dan pergelangan kaki
- Kencing terlalu sedikit atau terlalu banyak
- Sesak napas
- Mual dan muntah
- Linglung
- Lemah
- Detak jantung tidak teratur
- Kehilangan nafsu makan
- Kram otot
Pemeriksaan kadar kreatinin
Untuk memastikan gejala yang Anda rasakan dan membuat rencana pengobatan, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pemeriksaan kreatinin. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu apakah gejala yang Anda rasakan benar disebabkan oleh masalah ginjal.
Tes kreatinin dapat dilakukan lewat sampel darah atau urine. Untuk melakukan pemeriksaan ini, Anda perlu berpuasa dulu sekitar 10-12 jam pada malam sebelumnya dan menghindari makan daging atau suplemen kreatinin pada waktu tertentu.
Pemeriksaan dengan sampel darah cukup sederhana. Anda hanya perlu ke laboratorium dan petugas akan mengambil sampel darah Anda untuk dianalisis.
Sementara, untuk tes urine, Anda perlu mengumpulkan urine Anda selama 24 jam pada wadah yang diberikan oleh pihak laboratorium dan memberikannya ke lab.
Cara membaca hasil tes kreatinin
Anda disebut memiliki kadar kreatinin tinggi bila hasilnya ada di atas 1 mg/dL untuk wanita dan 1,3 mg/dL untuk pria.
Pemeriksaan kreatinin adalah salah satu tes fungsi ginjal. Akan tetapi, sulit memastikan kondisi ginjal Anda hanya dari hasil tes kreatinin. Maka itu, bersamaan dengan tes kreatinin dokter juga akan meminta analisis hasil tes darah lainnya.
Beberapa tes fungsi ginjal yang dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kreatinin beserta kadar normalnya, antara lain:
- eGFR, untuk memeriksa seberapa cepat ginjal menyaring darah. Kadar normalnya adalah di atas atau sama dengan 60.
- Rasio albumin kreatinin. Albumin adalah protein yang ada di dalam darah. Ginjal yang berfungsi dengan baik seharusnya hanya membuang sangat sedikit albumin ke urine, atau bahkan tidak sama sekali. Rasio albumin kreatinin normal untuk pria adalah <17 mg/dL dan wanita <25 mg/dL.
- Nitrogen urea darah (BUN). Memeriksa produk limbal lain dalam darah seperti nitrogen urea. Nitrogen urea terjadi saat protein dari makanan terurai dan jika kadarnya tinggi maka ginjal tidak menyaring produk limbah secara efektif. Kadar BUN normal antara 7-20 mg/dl.
Pengobatan kreatinin tinggi
Mengingat kreatinin tinggi bisa disebabkan oleh beberapa hal, pengobatannya juga berbeda tergantung penyebabnya. Mulai dari pemberian obat untuk menyembuhkan infeksi hingga cuci darah bisa menjadi opsinya. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter spesialis penyakit dalam. Anda bisa berkunjung ke Eka Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis terbaik kami. Di Eka Hospital, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi untuk penanganan lebih intensif pada kasus gangguan fungsi ginjal. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08118822564 untuk membuat janji temu.

