
Saraf kejepit atau dalam istilah medis dikenal sebagai "kompresi saraf," adalah kondisi di mana saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau ligamen. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, atau kelemahan pada area yang terkena.
Saraf kejepit paling sering terjadi di punggung bawah, leher, dan pergelangan tangan, tetapi dapat terjadi di area tubuh lainnya. Terapi untuk saraf kejepit berfokus pada mengurangi tekanan pada saraf serta mengembalikan fungsinya agar pasien dapat kembali beraktivitas tanpa rasa sakit.
Saat ini ada beberapa terapi untuk saraf kejepit bertujuan untuk meredakan tekanan pada saraf dan mengurangi gejala. Berikut adalah beberapa metode yang sering digunakan:
1. Fisioterapi
Fisioterapi adalah salah satu terapi yang paling umum untuk meredakan gejala saraf kejepit. Terapi ini melibatkan latihan-latihan khusus yang membantu memperkuat otot di sekitar area yang terpengaruh. Dengan otot yang lebih kuat, tekanan pada saraf akan berkurang. Beberapa latihan yang sering dianjurkan meliputi latihan peregangan, latihan kekuatan, dan latihan postur tubuh.
2. Penggunaan obat
Obat-obatan seperti antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan. Dokter juga mungkin meresepkan obat pelemas otot untuk mengurangi kekakuan otot di sekitar area saraf yang terjepit.
3. Terapi panas dan dingin
Terapi panas dan dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Kompres dingin berguna untuk mengurangi pembengkakan, sedangkan kompres panas dapat membantu melancarkan aliran darah dan melemaskan otot yang tegang.
4. Terapi pijat
Terapi pijat yang dilakukan oleh ahli pijat atau fisioterapis terlatih dapat membantu melonggarkan otot-otot yang kaku di sekitar area saraf yang terjepit. Pijat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area yang terpengaruh, meredakan ketegangan, dan mengurangi nyeri.
5. Akupunktur
Akupunktur adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan menusukkan jarum tipis pada titik-titik tertentu di tubuh. Terapi ini dipercaya dapat merangsang aliran energi dan mempercepat proses pemulihan tubuh, termasuk mengurangi rasa nyeri akibat saraf kejepit.
6. Injeksi kortikosteroid
Pada kasus yang lebih berat, dokter mungkin menyarankan injeksi kortikosteroid. Suntik ini diberikan langsung ke area yang terjepit untuk mengurangi peradangan dan mengurangi tekanan pada saraf. Namun, injeksi ini biasanya diberikan dalam jangka pendek karena penggunaannya secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
7. Operasi
Jika semua metode pengobatan non-bedah tidak efektif, maka operasi mungkin diperlukan. Operasi biasanya bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf dengan mengangkat atau memodifikasi jaringan yang menyebabkan saraf terjepit. Operasi seringkali menjadi pilihan terakhir karena risiko dan pemulihan yang memerlukan waktu.
Gejala saraf kejepit
Gejala utama dari saraf kejepit adalah rasa sakit di area yang terpengaruh, yang bisa menjalar ke bagian tubuh lain. Beberapa gejala lain meliputi:
- Nyeri tajam atau menusuk di area yang terdampak
- Mati rasa atau kesemutan
- Kelemahan otot
- Berkurangnya sensasi terhadap suhu atau sentuhan di area kulit yang terdampak
- Kesulitan bergerak
Penyebab saraf kejepit
Saraf kejepit dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
- Cedera akibat kecelakaan atau aktivitas fisik yang berat dapat menyebabkan pergeseran tulang atau pembengkakan jaringan yang menjepit saraf.
- Hernia nukleus pulposus
- Pembentukan tulang baru akibat arthritis atau penyakit tulang lainnya dapat menekan saraf.
- Radang sendi atau tendinitis juga dapat menyebabkan jaringan membengkak dan menekan saraf.
- Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada saraf, terutama di area tulang belakang.
Pencegahan saraf kejepit
Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya saraf kejepit:
- Menjaga postur tubuh yang baik: Postur yang baik dapat mencegah tekanan berlebih pada saraf, terutama di tulang belakang.
- Melakukan olahraga secara teratur: Olahraga yang melibatkan latihan kekuatan dan fleksibilitas dapat membantu menjaga otot tetap kuat dan lentur.
- Menghindari beban berat: Jika harus mengangkat beban, pastikan untuk mengangkatnya dengan benar menggunakan kaki dan bukan punggung.
- Menjaga berat badan yang sehat: Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan berlebih pada saraf, terutama di tulang belakang.
Kapan harus ke dokter?
Jika gejala saraf kejepit tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu atau disertai dengan kelemahan otot yang parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Gejala yang menetap atau memburuk bisa menjadi tanda bahwa Anda memerlukan perawatan lebih lanjut atau bahkan operasi.
Saraf kejepit adalah kondisi yang dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman yang serius. Namun, dengan pilihan terapi yang tepat, seperti fisioterapi, obat-obatan, dan terapi panas atau dingin, gejala saraf kejepit bisa dikelola dengan baik. Mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga postur tubuh, berolahraga, dan menghindari beban berat, juga penting untuk mencegah kondisi ini di masa mendatang.
Jika Anda mengalami gangguan pada tulang belakang seperti saraf kejepit, jangan ragu untuk mengunjungi Gatam Institute Eka Hospital. Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

