close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Mengenal Operasi Skoliosis Dan Prosedurnya

Hidup dengan skoliosis menjadi tantangan karena mengakibatkan rasa sakit, ketidaknyamanan dan rasa malu dengan penampilan fisik. Ketakutan kurva terus membengkok juga terus menyelimuti pikiran. Makanya tak sedikit yang berpikir menjalani operasi skoliosis adalah pilihan terbaik dan satu-satunya untuk menyembuhkannya. 

Sebenarnya ada alternatif lain untuk menyembuhkan skoliosis tanpa pembedahan. Namun memang ada juga beberapa kondisi yang mengharuskan Anda menjalani operasi skoliosis untuk menghindari risiko buruk yang mengancam. Sebelum membahas kondisi yang mengharuskan tindakan bedah, kenali dulu soal skoliosis mulai dari penyebab, ciri-ciri hingga jenisnya.

Penyebab skoliosis

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan bagian punggung melengkung membentuk huruf C atau S. Sebagian besar kasus skoliosis bersifat ringan tetapi kurva kelengkungan akan semakin memburuk pada anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Skoliosis parah dapat membuat penderitanya mengalami rasa nyeri, kelumpuhan dan juga mengurangi jumlah ruang di dalam dada sehingga sesak napas karena paru-paru tidak bisa berfungsi dengan baik.

Sayangnya penyebab skoliosis pada umumnya tidak diketahui, bisa saja berkaitan dengan postur tubuh yang buruk, olahraga, diet tertentu bahkan faktor keturunan. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang kemungkinan menjadi penyebab skoliosis, antara lain:

  • Infeksi atau cedera pada tulang belakang
  • Tulang belakang mengalami penyusutan atau aus seiring usia semakin tua
  • Tulang belakang sejak dalam rahim tidak terbentuk dengan baik
  • Adanya kelainan saraf atau otot seperti yang terjadi pada penderita cerebral palsy atau distrofi otot

Ada juga faktor risiko yang menyebabkan Anda bisa menderita skoliosis, yakni:

  • Usia: Semakin berumur, risiko terkena skoliosis semakin tinggi
  • Jenis kelamin: Anak perempuan memiliki risiko terkenal skoliosis parah lebih besar
  • Riwayat keluarga: Anak dari keluarga yang menderita skoliosis akan berisiko terkena kelainan tulang belakang ini juga

Ciri-ciri skoliosis

  • Ada beberapa ciri-ciri atau tanda Anda menderita skoliosis, apa saja?
  • Bengkoknya tulang belakang membentuk huruf S atau C
  • Bahu dan pinggang tidak rata
  • Posisi tubuh condong ke satu sisi
  • Panggul tinggi sebelah
  • Satu tulang belikat lebih menonjol dari yang lain
  • Satu sisi tulang rusuk menjorok ke depan
  • Adanya penonjolan di satu sisi punggung saat membungkuk ke depan
  • Sakit punggung untuk penderita skoliosis dewasa
  • Sesak napas

Jenis kelainan tulang skoliosis

Skoliosis ini terdiri dari beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Berikut ini penjelasannya:

1. Skoliosis idiopatik

Kelainan tulang belakang skoliosis ini yang paling sering terjadi dan penyebabnya tidak diketahui. Biasanya muncul pada remaja meski tak menutup kemungkinan terjadi pada anak-anak dan bayi.

2. Skoliosis degeneratif

Skoliosis ini terjadi pada orang dewasa yang disebabkan faktor penambahan usia. Seiring proses penuaan itu sendi penyokong tulang belakang menjadi tidak berfungsi dengan baik atau rusak.

3. Skoliosis neurologis

Skoliosis karena kelainan saraf sehingga mempengaruhi tulang belakang sehingga pertumbuhan tulang tidak normal. Ada dua jenisnya yakni struktural yang bersifat permanen karena lengkungan itu disebabkan cedera, penyakit atau cacat lahir. Satu lagi skoliosis nonstruktural yang bersifat sementara dan dapat diperbaiki.

4. Skoliosis neuromuskular

Skoliosis ini karena adanya kelainan otot dan syaraf  seperti distrofi otot dan serebral palsi.

5. Skoliosis kongenital

Skoliosis karena pembentukan tulang belakang saat di dalam kandungan tidak sempurna.

6. Skoliosis karena kondisi tertentu

Ini kelainan tulang belakang membengkok akibat cedera pada tulang belakang, tumor, kelainan genetik (sindrom Marfan dan sindrom Down), dan infeksi tulang belakang.

Operasi skoliosis

Operasi skoliosis adalah tindakan bedah dengan menempatkan screws atau implan untuk mengoreksi bagian tulang belakang yang mengalami kebengkokan dengan kata lain meluruskan kembali tulang belakang itu. Ada tiga tujuan tindakan operasi skoliosis dilakukan, yakni menghentikan perkembangan kurva semakin memburuk serta mengurangi deformitas atau perubahan struktur dan bentuk tulang belakang.

Dalam proses operasi skoliosis untuk setiap perubahan yang dilakukan pada posisi tulang belakang, dokter bedah akan memperhitungkan keseimbangan batang tubuh secara keseluruhan dengan mencoba mempertahankan sebanyak mungkin kelengkungan alami tulang belakang (lordosis/kyphosis) sambil menjaga pinggul dan kaki setinggi mungkin. Selain itu, setiap penyesuaian tulang belakang juga harus mempertimbangkan kemungkinan efeknya pada sumsum tulang belakang. Kesehatan sumsum tulang belakang terus dipantau selama operasi.

Kondisi yang membutuhkan operasi skoliosis

Operasi skoliosis merupakan pilihan pengobatan yang dapat membuat tulang belakang menjadi lurus kembali, sekaligus memperbaiki postur tubuh dan mengurangi serta menghilangkan rasa sakit. Untuk lebih memahami pilihan pengobatan untuk skoliosis atau kelengkungan tulang belakang ini, pertama harus mengetahui penyebabnya.

operasi skoliosis

Pada anak-anak yang paling sering adalah skoliosis idiopatik kongenital dan neuromuskular. Sementara orang dewasa lebih banyak yang mengalami skoliosis degeneratif. Ada pertimbangan yang berbeda untuk anak-anak/remaja dan orang dewasa untuk melakukan operasi skoliosis, salah satunya karena setiap kurva atau derajat kelengkungan yang dialami berbeda.

Operasi skoliosis pada anak-anak/remaja

Tindakan operasi pada anak-anak dan remaja untuk mencegah peningkatan ukuran kurva. Apalagi pada kasus skoliosis idiopatik cenderung kurva akan bertambah besar ukurannya selama masa pertumbuhan. Jika kurva berada tulang belakang toraks, yang merupakan bagian dari tulang belakang yang melibatkan tulang rusuk, maka operasi adalah pertimbangan ketika kurva berukuran 45 derajat setelah didiagnosis sinar-X. Bahkan ketika kurva berukuran 55 derajat, ada kekhawatiran setelah masa pertumbuhan anak, kurva akan semakin meningkat.

Sementara itu pada kasus skoliosis neuromuskular yang disebabkan oleh adanya kelainan lain, kurva akan meningkat di usia dini. Hanya saja manfaat operasi untuk mencegah perkembangan kurva harus dipertimbangkan terhadap risiko yang akan terjadi mengingat penyakit yang mendasarinya.

Operasi skoliosis pada orang dewasa

Tindakan bedah pada orang dewasa dilakukan untuk mengelola gejala seperti nyeri pada otot punggung atau sendi kecil di tulang belakang akibat kelainan bentuk dan perubahan rematik serta gejala neurologis seperti nyeri saraf atau kelemahan akibat kompresi saraf. Ini terjadi pada pasien skoliosis idiopatik yang tidak melakukan operasi waktu remaja dan pasien skoliosis degeneratif. Jika pasien mengalami kelemahan yang memburuk di kaki karena perubahan rematik sehingga menekan saraf di punggung bawah, lebih baik untuk mendapatkan tindakan operasi.

Pertimbangan tindakan operasi juga dilihat dari perkembangan kelengkungan tulang belakang, jika sangat signifikan dari waktu ke waktu berarti harus dibedah.

Prosedur operasi skoliosis

Ada perbedaan tindakan bedah untuk skoliosis pada anak-anak/remaja dan orang dewasa.

Pada anak-anak/remaja pembedahan dilakukan di punggung. Dokter kemungkinan juga akan membuat sayatan di tubuh bagian depan pada kondisi tertentu seperti thorax atau lengkungan di punggung bawah. Dokter akan menanamkan implan di tulang belakang dan menyambungkannya pada 1-2 ruas tulang belakang dengan tujuan memperbaiki posisi tulang belakang.

Sementara itu operasi skoliosis pada orang dewasa dilihat dari luasnya area pembedahan bahkan bisa dilakukan dua tahap. Berikut ini prosedurnya:

  • Microdecompression: Operasi mikro dengan mengangkat bagian yang menekan saraf tanpa mengganggu kestabilan tulang belakang. Dengan tindakan ini luka sayatan minimal 2cm, tidak mengganggu struktur tulang belakang. Masa perawatan dan penyembuhannya juga singkat.
  • Surgical stabilization: Tindakan untuk menstabilkan tulang belakang agar kembali ke posisi semula. Caranya dengan menempelkan pengait, kabel, sekrup pada tulang belakang. Dokter juga akan menggunakan metal batangan untuk menyambungkannya.
  • Fusi: Operasi tulang belakang untuk menggabungkan dua atau lebih tulang belakang yang berdekatan sehingga menyatu dan nantinya tumbuh bersama di sendi tulang dan membentuk tulang padat yang tidak bergerak lagi.
  • Osteotomy: Tindakan bedah untuk memotong segmen tulang belakang. Tujuannya untuk memperbaiki posisinya dan diluruskan.
  • Vertebral column resection: Dokter akan melakukan pengangkatan seluruh bagian tulang belakang sebelum posisinya diperbaiki. Ini adalah pilihan terakhir jika prosedur bedah seperti osteotomi dan operasi lainnya tidak berhasil.

Tindakan operasi skoliosis seiring perkembangan zaman sudah menggunakan teknologi canggih berupa robot atau yang disebut robotic spine surgery. Di Indonesia, salah satu rumah sakit yang sudah menggunakan teknologi operasi skoliosis dengan robot navigasi adalah Eka Hospital.

Operasi skoliosis menggunakan robot navigasi memiliki keunggulan seperti akurasi penempatan screws atau implan untuk mengoreksi bagian tulang belakang yang bengkok bisa mencapai 99,9%, bahkan pada area yang memiliki kesulitan tinggi. Operasi juga minim sayatan, minim cedera jaringan, waktu operasi lebih singkat, risiko pendarahan lebih sedikit, minim radiasi dan penyembuhan lebih cepat.

Penggunaan robot navigasi untuk operasi skoliosis satu-satunya baru di rumah sakit Eka Hospital dengan tim dokter bedah tulang belakang yang berkompetensi dan berpengalaman dari Gatam Institute.

Tim dokter Gatam Institute sebagai dokter ahli spine ada 5 orang dan mereka sudah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi untuk melakukan operasi skoliosis menggunakan robot navigasi. Berikut ini daftar kelima dokter ahli spine terbaik Eka Hospital:

1. Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine
Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine merupakan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi di Eka Hospital BSD. Beliau sudah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai dokter ortopedi Konsultan Tulang Belakang. Beliau juga menjabat sebagai chairman dari tim dokter ortopedi di Gatam Institute.

Prestasi Dr. Luthfi Gatam dan tim di Gatam Institute sudah menangani lebih dari 1000 kasus operasi tulang belakang dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. 100 kasus operasi tulang belakang baik skoliosis dan saraf kejepit (HNP) telah menggunakan instrumen robot navigasi dengan tingkat keberhasilan operasi 100 persen.

Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine mendapatkan gelar Dokter Spesialis Ortopedi di Universitas Indonesia. Beliau kemudian menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Epidemiologi dengan Tesis tentang Skoliosis di Universitas Indonesia. Beliau memiliki banyak pengalam berorganisasi hingga menjadi pembicara tentang masalah tulang belakang baik skala nasional maupun internasional.

2. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine
dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine merupakan salah satu Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang di Eka Hospital BSD. Dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine sebagai tim dokter operasi skoliosis Gatam Institute sudah sangat berpengalaman dalam menangani operasi kelainan tulang belakang yang satu ini.

dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine menamatkan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Indonesia. Beliau juga melanjutkan spesialis Ortopedi di universitas yang sama. Beliau juga menambah ilmunya dalam spesialis tulang belakang dengan mengikuti berbagai macam fellowship. 

3. dr. Harmantya Mahadipta, Sp.OT (K) Spine
dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine merupakan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang di Eka Hospital BSD. Beliau memiliki keahlian khusus untuk menangani masalah kesehatan pada tulang belakang baik dengan tindakan medis operasi maupun non-bedah. Salah satu teknik pengobatan yang didalami beliau adalah Endoscopic Spine Surgery.

dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine merupakan lulusan pendidikan kedokteran umum dan spesialis Orthopedi dan traumatologi di Universitas Indonesia. Beliau menjadi Konsultan Tulang Belakang setelah mengikuti fellowship di Universitas Indonesia dan Hiroshima di Jepang. Beragam pelatihan baik di dalam negeri maupun luar negeri juga kerap diikuti.

4. dr. Syafrudin,Sp.OT (K) Spine
dr. Syafrudin, Sp.OT (K) Spine merupakan dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Konsultan Tulang Belakang di Eka Hospital Pekanbaru. Beliau tergabung dalam tim dokter operasi tulang belakang Gatam Institute Pekanbaru yang memiliki keahlian dalam menangani nyeri saraf kejepit. Tindakan medis yang jadi kompetensinya antara lain operasi skoliosis, operasi saraf kejepit dan tindakan PELD yang minim sayatan.

dr. Syafrudin, Sp.OT (K) Spine merupakan lulusan Kedokteran Umum dan Pelatihan Orthopedi di Universitas Padjajaran di Bandung. Beliau juga aktif mengikuti pelatihan dan fellowship untuk menunjang keilmuannya sebagai dokter ahli spine.

5. dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K)
dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine salah satu dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi (Konsultan Tulang Belakang) di Eka Hospital BSD, Tangerang. Dia punya spesialisasi sebagai dokter ortopedi ahli spine. Keahlian beliau adalah menangani Hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf kejepit.

dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine memiliki riwayat pendidikan sebagai alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selain itu juga banyak mengikuti pelatihan dan simposium. 

Gatam Institute

Gatam Institute adalah pusat ortopedi dan tulang belakang yang memiliki platform revolusioner robot navigasi pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. Robot navigasi ini akan membantu keamanan pasien saat operasi tulang belakang dengan tingkat akurasi penempatan screws (implan) sampai 99,9 persen.

Robot navigasi bisa digunakan untuk operasi tulang belakang (cervical, thoracic, lumbar dan iliac) dari penanganan saraf kejepit hingga rekonstruksi skoliosis yang akan meningkatkan keamanan dan pemulihan pasien. Berikut ini rincian keunggulannya:

  • 99% akurasi penempatan implan
  • 53% mengurangi durasi waktu operasi
  • Navigasi langsung (real time)
  • Mengurangi paparan radiasi

Selama ini Gatam Institute dalam kurun waktu 8 bulan saja sudah berhasil menangani lebih dari 1000 kasus operasi tulang belakang, di antaranya 100 kasus operasi tulang belakang baik skoliosis dan saraf kejepit (HNP) dengan menggunakan robot navigasi yang memiliki tingkat keberhasilan mencapai 100 persen.

Tak hanya robot navigasi saja, Eka Hospital lewat Gatam Institute menghadirkan beberapa teknologi canggih seperti O-Arm, 3D C-Arm, Standing MRI, dan Instrumen Endoskopi Tulang Belakang Richard Wolf (Germany).

Sementara itu berikut ini tindakan medis yang ditawarkan Gatam Institute, antara lain:

  • Operasi Saraf Kejepit
  • Operasi Tulang Belakang
  • Ablasi Radiofrekuensi (RFA)
  • Bedah Ligamen Lutut
  • Bedah Ortopedi
  • Bedah Skoliosis
  • Bone Densitometry
  • Injeksi Sendi Sacroiliac
  • Kifoplasti
  • Konsultasi Ortopedi
  • Laminectomy
  • Laminotomy
  • Minimally Invasive Transforaminal Lumbar Interbody Fusion
  • Nucleoplasty
  • Percutaneous Endoscopy Lumbar Decompression (PELD)
  • Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD)
  • Percutaneous Stenoscopy Lumbar Decompression (PSLD)
  • Spine Fusion
  • Transforaminal Block
  • Transforaminal Lumbar Interbody Fusion
  • Vertebroplasty

Pusat ortopedi dan tulang belakang Gatam Institute ini ada di seluruh jaringan Eka Hospital seperti di BSD City, Cibubur, Bekasi dan Pekanbaru.

Jika Anda membutuhkan tindakan operasi skoliosis untuk mengobati masalah kelainan tulang belakang, bisa konsultasi dengan dokter spesialis tulang belakang dari Eka Hospital bisa buat janji melalui layanan WhatsApp Eka Hospital 0-8888-90-5555 atau lewat aplikasi kesehatan SehatQ. Caranya dengan download aplikasi SehatQ di Google Store atau Apple Store.
 

  • Scoliosis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • Scoliosis https://www.webmd.com/back-pain/causes-scoliosis
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • Scoliosis Surgery https://www.spine-health.com/conditions/scoliosis/scoliosis-surgery
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • When is the Right Time to Consider Scoliosis Surgery? https://njspinespecialists.net/blog/when-is-the-right-time-to-consider-scoliosis-surgery/
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • Scoliosis Surgery: Is It Right For You? https://www.hudsonvalleyscoliosis.com/treatments/surgery/
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • Minimally Invasive Scoliosis Surgery for Children https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/minimally-invasive-scoliosis-surgery-for-children
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • Scoliosis https://www.nhs.uk/conditions/scoliosis/treatment-in-adults/
    Diakses pada 8 Juli 2022
  • Surgical Treatment for Scoliosis https://orthoinfo.aaos.org/en/treatment/surgical-treatment-for-scoliosis/#:~:text=Most%20scoliosis%20surgeons%20agree%20that,scoliosis%20is%20a%20spinal%20fusion
    Diakses pada 8 Juli 2022

Dokter Terkait

dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine

Orthopedi : Tulang Belakang

hospital EKA Hospital BSD

dr. Syafrudin, Sp.OT (K) Spine

Orthopedi : Tulang Belakang

hospital EKA Hospital Pekanbaru & EKA Hospital BSD

Dr. dr Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine

Orthopedi : Tulang Belakang

hospital EKA Hospital BSD

Informasi Terkait

Scoliosis Awareness Month: Mengenali Gejala Skoliosis dari Awal

Saraf Kejepit: Gejala, Penyebab dan Terapi Pengobatannya

dr. Patar Parmonangan Oppusunggu Sp.OT(K)

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo