.jpeg)
Penyakit pada kelenjar tiroid sering kali muncul tanpa gejala yang terlihat pada tahap awal. Banyak orang baru menyadari adanya gangguan tiroid setelah muncul benjolan besar di leher atau saat tubuh mulai mudah lelah. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan dini melalui skrining tiroid sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Berikut adalah penjelasan dari dr. Farid Kurniawan, Sp.PD, PhD, mengenai kelenjar tiroid, pentingnya skrining, dan prosedur pemeriksaan yang perlu Anda jalani.
Apa itu tiroid?
Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun. Meskipun ukurannya kecil, kelenjar ini memiliki fungsi yang sangat besar karena memproduksi hormon tiroid, utama berupa Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3).
Hormon-hormon ini mengontrol sistem metabolisme tubuh, termasuk mengatur detak jantung, suhu tubuh, tekanan darah, pembakaran kalori, hingga fungsi sistem pencernaan. Jika kelenjar ini memproduksi terlalu banyak hormon (hipertiroidisme) atau terlalu sedikit hormon (hipotiroidisme), seluruh fungsi organ tubuh akan mengalami gangguan.
Mengapa skrining tiroid penting?
dr. Farid menjelaskan, skrining tiroid berfungsi untuk mendeteksi gangguan fungsi maupun kelainan struktur pada kelenjar tiroid sejak dini, bahkan sebelum gejala fisik muncul. Langkah deteksi dini ini sangat penting karena:
- Mencegah komplikasi berat: Gangguan tiroid yang tidak ditangani dapat memicu masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung (aritmia atau gagal jantung), kolesterol tinggi, osteoporosis, gangguan kesuburan, hingga depresi.
- Mendeteksi tumor atau kanker sejak dini: Skrining dapat mendeteksi benjolan di kelenjar tiroid yang berpotensi menjadi kanker, sehingga penanganan bisa segera dilakukan sebelum sel kanker menyebar.
- Penting bagi wanita dan ibu hamil: Wanita memiliki risiko hingga delapan kali lebih tinggi terkena gangguan tiroid dibanding pria. Gangguan tiroid yang tidak terdeteksi selama kehamilan dapat membahayakan perkembangan otak janin dan memicu keguguran.
Jenis prosedur dalam skrining tiroid
Dokter spesialis umumnya menggunakan kombinasi prosedur berikut untuk mengevaluasi kondisi kelenjar tiroid pasien secara menyeluruh:
1. Pemeriksaan fisik
Dokter akan meraba area leher Anda untuk memeriksa apakah ada pembengkakan, perubahan tekstur kelenjar, atau benjolan yang tidak normal saat Anda menelan.
2. Tes darah
Prosedur ini mengukur kadar hormon di dalam darah untuk menilai seberapa baik fungsi kerja kelenjar tiroid Anda. Indikator utama yang diperiksa meliputi:
- TSH (Thyroid Stimulating Hormone): Hormon dari kelenjar otak yang memerintahkan tiroid untuk bekerja. Kadar TSH yang tinggi biasanya menandakan hipotiroidisme, sedangkan TSH yang rendah menandakan hipertiroidisme.
- FT4 (Free Thyroxine) dan FT3 (Free Triiodothyronine): Mengukur jumlah hormon tiroid aktif yang beredar di dalam darah.
3. USG Tiroid
Prosedur pencitraan noninvasif ini menggunakan gelombang suara untuk memetakan struktur kelenjar tiroid secara mendetail. Melalui USG Tiroid, dokter dapat melihat ukuran kelenjar, mendeteksi keberadaan benjolan yang tidak teraba saat pemeriksaan fisik, serta menganalisis apakah benjolan tersebut berisi cairan atau berisiko tumor/kanker.
Konsultasi spesialis penyakit dalam
Melakukan skrining tiroid secara berkala merupakan langkah pencegahan terbaik untuk memastikan metabolisme tubuh Anda tetap bekerja dengan optimal. Jangan menunggu hingga muncul benjolan besar atau gejala klinis yang mengganggu kualitas hidup Anda.
Untuk mendapatkan evaluasi fungsi tiroid yang akurat serta penanganan terpadu menggunakan fasilitas diagnostik modern, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya, dr. Farid Kurniawan, Sp.PD, PhD, Spesialis Penyakit Dalam Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

