
Banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa saat mengandung, sistem kekebalan tubuh mereka berkurang. Penurunan antibodi ini bukanlah disebabkan penyakit, melainkan reaksi alami yang bertujuan agar tubuh ibu tidak menolak janin. Meski baik, di sisi lain membuat ibu hamil menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi mikroorganisme seperti bakteri atau virus.
dr. Lidya Kariadi, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan di Eka Hospital PIK mengingatkan perlunya melakukan vaksinasi rutin selama masa kehamilan. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan ibu dan juga sebagai cara paling efektif untuk mentransfer kekebalan tubuh pasif kepada janin di dalam kandungan. Antibodi yang terbentuk dalam tubuh ibu akan mengalir melalui plasenta, sehingga bayi memiliki perlindungan sejak hari pertama dilahirkan dan sebelum mereka bisa menerima jadwal vaksinasinya sendiri.
3 Vaksinasi yang sering terlewatkan oleh ibu hamil
dr. Lidya menjelaskan bahwa selain vaksinasi standar seperti Tetanus Toksoid (TT), ada tiga jenis vaksinasi penting yang seringkali terlewat saat masa kehamilan:
1. Vaksin influenza
Banyak yang menganggap flu sebagai penyakit ringan. Namun bagi ibu hamil, infeksi virus influenza dapat memicu komplikasi berat seperti pneumonia hingga risiko persalinan prematur. Vaksin flu aman diberikan pada trimester berapa pun dan efektif menurunkan risiko rawat inap pada ibu hamil akibat komplikasi influenza hingga 40%.
2. Vaksin pertusis (batuk rejan)
Pertusis adalah infeksi bakteri pada saluran napas yang sangat menular dan bisa berakibat fatal jika menyerang bayi baru lahir. Ibu hamil direkomendasikan menerima vaksin ini, biasanya dikombinasikan dalam vaksin Tdap, pada trimester ketiga atau usia kehamilan 27–36 minggu. Tujuannya adalah memaksimalkan transfer antibodi dari ibu ke bayi, sehingga bayi terlindung dari batuk rejan mematikan sebelum ia mendapatkan vaksin DPT pertamanya di usia 2 bulan.
3. Vaksin RSV (respiratory syncytial virus)
RSV merupakan penyebab utama penyakit infeksi saluran pernapasan bawah akut pada bayi. Bayi di bawah usia 6 bulan memiliki risiko tertinggi mengalami gagal napas akibat virus ini. Pemberian vaksin RSV pada ibu hamil di usia kehamilan 32–36 minggu terbukti secara klinis mampu melindungi bayi dari infeksi paru-paru berat akibat RSV selama beberapa bulan pertama kehidupannya yang rentan.
Tips menjaga kesehatan tubuh selama Hamil
Di samping melengkapi perlindungan medis melalui vaksinasi, dr. Lidya juga mengingatkan ibu hamil untuk wajib menjaga daya tahan tubuh harian dengan langkah-langkah berikut:
- Konsumsi makanan bergizi: Konsumsi makanan tinggi zat besi, kalsium, serta asam folat secara konsisten untuk mencegah anemia harian.
- Hidrasi yang cukup: Minum minimal 2,5 hingga 3 liter air per hari untuk mendukung volume darah kehamilan dan menjaga cairan ketuban.
- Olahraga ringan secara rutin: Lakukan aktivitas fisik intensitas rendah seperti jalan kaki atau yoga hamil selama 150 menit per minggu untuk melancarkan sirkulasi darah.
- Istirahat berkualitas: Pastikan tidur malam tercukupi (7–8 jam) guna meminimalkan stres fisik dan mengoptimalkan fungsi imun tubuh.
Konsultasi spesialis kebidanan dan kandungan
Setiap kehamilan perlu perencanaan vaksinasi agar tetap sehat. Skrining status imun dan penentuan waktu pemberian vaksinasi yang tepat sangat dapat menjaga keamanan ibu serta janin hingga hari persalinan tiba.
Untuk berkonsultasi mengenai jadwal vaksinasi kehamilan yang aman, pemeriksaan USG rutin, serta manajemen nutrisi kehamilan, Anda dapat membuat janji temu dengan ahlinya dr. Lidya Kariadi, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan di Eka Hospital PIK. Kunjungi juga penjelasan dr. Lidya di Instagram
Lindungi masa depan buah hati Anda sejak di dalam kandungan dengan melengkapi proteksi vaksinasi yang tepat.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

