Home>Better Health>Ortopedi>Penyebab Total Knee Replacement dan Total Hip Replacement Membutuhkan Operasi Revisi

Better Health

Penyebab Total Knee Replacement dan Total Hip Replacement Membutuhkan Operasi Revisi

revisi tkr

Total hip replacement (THR) dan total knee replacement (TKR) adalah dua jenis prosedur yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah osteoarthritis berat pada area panggul dan lutut. Seiring meningkatnya jumlah kasus, jumlah tindakan ini pun meningkat.

Dan, berhubung setiap prosedur medis memiliki risiko masing-masing, operasi revisi mungkin saja diperlukan beberapa tahun kemudian untuk mengatasi komplikasi yang muncul. Seberapa besar kemungkinan seseorang harus menjalani operasi revisi setelah THR dan TKR?

Simak ulasan lengkap dari dr. Jamot Silitonga, Sp.OT, Subsp.PL (K), konsultan ortopedi panggul dan lutut Eka Hospital BSD berikut ini.

Penyebab utama butuh operasi revisi pada TKR dan THR

Pada orang yang menjalani total hip replacement ataupun total knee replacement, sebagian di antaranya mungkin membutuhkan operasi revisi setelah operasi pertama kali.

Biasanya, operasi revisi ini diperlukan bila muncul komplikasi pada area yang bermasalah. Komplikasi adalah salah satu hal yang terhitung umum terjadi pada setiap tindakan medis, terutama seiring dengan bertambahnya durasi pemakaian implan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin membuat Anda membutuhkan operasi revisi.

1. Infeksi

Menurut Dr. dr. Jamot Silitonga, Sp.OT, Subsp.PL (K), pada tahun pertama pasca operasi, terdapat kemungkinan sekitar 1% risiko komplikasi. Infeksi yang terjadi pasca TKR dan THR mungkin membutuhkan operasi revisi, sekaligus untuk membersihkan area infeksi agar tidak menyebar.

2. Dislokasi

Dislokasi, khususnya pada prosedur total hip replacement, adalah salah satu komplikasi yang mungkin terjadi. Kondisi ini juga akan membutuhkan operasi revisi.

3. Patah atau fraktur di sekitar panggul

Setelah melakukan THR dan TKR, Anda mungkin memerlukan operasi revisi jika mengalami patah atau fraktur di sekitar implan. Fraktur atau patah ini umumnya dapat terjadi karena terjatuh atau pengeroposan tulang.

4. Masa pakai implan

Seiring dengan meningkatnya masa pakai, akan meningkat pula risiko komplikasi yang dapat terjadi setelah tahun pertama Anda menjalani THR dan TKR.

Biasanya, masa pakai yang lebih lama akan membuat lapisan implan menipis ataupun kelonggaran (loosening) komponen. Hal ini membutuhkan operasi revisi untuk mengatasinya.

Berapa lama masa pakai implan pada prosedur THR dan TKR?

Secara umum masa pakai implan yang digunakan dalam total hip replacement dan total knee replacement dapat bertahan hingga sekitar 15-20 tahun.

Meski demikian, pada tahun pertama ada risiko infeksi atau komplikasi lainnya sekitar 1% pada tahun pertama. Risiko ini bisa meningkat hingga 10% sampai dengan 10 tahun setelah operasi dilakukan dan mungkin membutuhkan operasi revisi.

Sama seperti semua prosedur medis lainnya, THR dan TKR memiliki risiko komplikasi, termasuk komplikasi yang memerlukan pembedahan ulang.

Namun, dokter biasanya akan tetap merekomendasikan Anda untuk menjalankan prosedur total hip replacement ataupun total knee replacement jika manfaat yang akan Anda rasakan jauh lebih besar dibanding risiko komplikasi akibat prosedur yang dapat terjadi di masa yang akan datang.

Jika Anda memiliki keluhan atau rasa tidak nyaman terkait nyeri lutut ataupun pinggul, cobalah berkonsultasi selagi Anda masih bisa beraktivitas normal. Sebab, semakin dini ditemukan, akan semakin besar pula peluang perbaikan sehingga mungkin saja Anda tidak membutuhkan operasi.

Selain itu, jika Anda pernah menjalani THR dan TKR kemudian mengalami keluhan atau kekhawatiran, segeralah konsultasi dengan dokter yang menangani Anda.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pinggul dan lutut Anda pasca operasi. Operasi revisi mungkin saja tidak dibutuhkan jika tidak terjadi komplikasi tertentu.

Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Jamot Silitonga, Sp.OT, Subsp.PL (K), konsultan ortopedi panggul dan lutut di Gatam Institute Eka Hospital BSD. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

Anda juga dapat menyaksikan penjelasan lengkap dari Dr. dr. Jamot Silitonga, Sp.OT, Subsp.PL (K), di halaman ini.

Bagikan

  • Instagram Post Gatam Institute, www.instagram.com/p/DYl905lzFrC/

    Diakses pada 6 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved