
Apakah memiliki batu ginjal membuat tidak Anda bisa mengikuti ibadah puasa? Jika Anda penasaran, kami punya jawabannya. Mari simak artikel berikut ini.
Kabar baiknya, memiliki riwayat batu ginjal bukan berarti Anda otomatis dilarang berpuasa. Selama Anda menerapkan pola makan tepat pada waktu berbuka hingga sahur yang tepat, semuanya relatif aman.
Kapan boleh lanjut puasa?
Secara medis, puasa bagi penderita batu ginjal diperbolehkan selama batu tersebut tidak menyumbat saluran kemih secara total atau memicu komplikasi akut. Anda bisa tetap melanjutkan puasa bila tidak timbul gejala-gejala berikut:
- Mual dan muntah yang hebat (risiko dehidrasi berat).
- Kencing berdarah (hematuria).
- Demam dan menggigil (tanda adanya infeksi ginjal).
- Nyeri pinggang yang sangat tajam dan tidak hilang dengan istirahat.
Jika Anda merasa nyaman dan tidak ada keluhan di atas segera batalkan puasa.
Tips berpuasa aman bagi penderita batu ginjal
Agar mineral dalam urin tidak mengkristal menjadi batu baru akibat kekurangan cairan, Anda perlu menerapkan strategi "balas dendam" sehat setelah waktu Maghrib tiba.
1. Penuhi kebutuhan cairan harian
Saat berpuasa, konsentrasi urin menjadi lebih pekat, yang mana merupakan kondisi ideal bagi pembentukan batu. Oleh karena itu Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan 2,5 liter per hari.
Jangan minum 2,5 liter sekaligus saat sahur karena akan membuat Anda bolak-balik ke toilet. Bagi asupan cairan dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur).
2. Kurangi konsumsi garam dan protein hewani
Garam berlebih memicu ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium ke dalam urin, yang menjadi bahan baku utama batu ginjal. Sementara itu, protein hewani yang tinggi (daging merah, jeroan) dapat meningkatkan kadar asam urat dan menurunkan kadar sitrat (zat pembersih batu alami) dalam urin.
Pilih protein nabati atau ikan dalam porsi moderat, dan hindari makanan kaleng atau siap saji yang tinggi natrium saat berbuka.
3. Perbanyak aktivitas fisik
Puasa bukan alasan untuk tidur seharian. Aktivitas fisik ringan hingga sedang sangat membantu mencegah penumpukan mineral di ginjal. Pergerakan tubuh membantu sirkulasi cairan tetap lancar dan membantu batu-batu kecil (jika ada) untuk bergerak keluar secara alami melalui saluran kemih.
Konsultasi dengan Ahlinya
Setiap kasus batu ginjal memiliki karakteristik yang berbeda—mulai dari ukuran, lokasi, hingga jenis batunya (kalsium, asam urat, atau struvit). Penanganan yang tepat sebelum atau selama bulan puasa sangat krusial untuk mencegah kerusakan fungsi ginjal jangka panjang.
Jika Anda ragu dengan kondisi batu ginjal Anda atau ingin melakukan pemeriksaan screening (seperti USG atau CT Scan urologi) untuk memastikan keamanan berpuasa, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dr. Diki Arma Duha, Sp.U Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital Cibubur
Beliau akan memberikan penilaian medis yang akurat dan rencana manajemen cairan yang spesifik sesuai dengan kondisi kesehatan ginjal Anda. Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129

