.jpeg)
Scaling gigi adalah proses pembersihan karang gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Scaling gigi hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi di klinik atau rumah sakit.
Membersihkan karang gigi sendiri di rumah atau di “tukang gigi” dapat meningkatkan risiko infeksi yang justru menyebabkan masalah gigi. Lantas, berapa lama pembersihan karang gigi ini diperlukan?
Apa itu scaling gigi?
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi yang dilakukan oleh dokter gigi di ruang praktik.
Karang gigi, atau dalam bahasa medisnya disebut dengan tartar, adalah plak yang mengeras yang terbentuk di dasar gigi, dekat area gusi. Plak sendiri sebenarnya adalah hal yang normal yang dimiliki setiap orang.
Plak adalah lapisan lengket yang terbentuk dari bakteri yang hidup di mulut, air liur, dan sisa makanan. Pada awal mulanya, plak dapat dengan mudah dihilangkan dengan menggosok gigi atau menggunakan benang gigi.
Namun, lama-kelamaan, jika tidak dibersihkan, plak akan mengeras dan terbentuklah karang gigi alias tartar. Prosedur scalling berfungsi untuk membersihkan plak di gigi yang mengeras.
Manfaat scaling gigi
Tujuan utama scaling gigi adalah untuk membersihkan karang gigi dan plak di dasar gigi dekat gusi. Itu sebabnya, prosedur ini juga dikenal sebagai prosedur pembersihan gigi dengan cara deep cleaning.
Meski demikian, terkadang scaling gigi juga dilakukan bersamaan dengan root planing. Keduanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut, mengobati, sekaligus mencegah penyakit gusi.
Plak yang menempel dan mengeras di batas gusi dapat membuat gusi meradang. Jika dibiarkan, hal itu bisa berujung pada gigi tanggal.
Prosedur scaling gigi
Cara membersihkan karang gigi adalah dengan melalui prosedur scaling. Prosedur ini tergolong sederhana dan seringnya hanya membutuhkan satu kali janji temu dengan dokter gigi.
Untuk melakukan scaling gigi, dokter bisa menggunakan bius lokal ataupun tidak. Ini tergantung dari seberapa besar toleransi nyeri Anda. Namun umumnya, scaling gigi tidak memerlukan bius umum.
Selama prosedur, dokter akan mengikis lapisan karang gigi yang berada di area dekat gusi dan membersihkan plak dari kantong gusi dengan menggunakan bor gigi. Setelah itu, dokter dapat menyemprotkan air dari alat khusus untuk menyingkirkan plak yang sudah berhasil dilepaskan.
Dokter gigi akan terus melakukannya sampai akhirnya semua karang gigi berhasil dilepaskan. Di sela-sela, dokter akan meminta Anda berkumur, sebelum kembali melanjutkan prosedur pembersihan karang gigi. Dokter akan menggunakan scaler gigi manual dan alat pengikis (kuret) untuk menghilang sisa-sisa karang gigi yang kecil.
Sangat mungkin gusi Anda berdarah saat prosedur scaling gigi dan ini adalah hal yang normal.
Setelah prosedur scaling, dokter gigi dapat melanjutkan dengan prosedur root planing. Prosedur root planing dilakukan dengan menghaluskan permukaan akar gigi agar gusi dapat melekat dengan baik. Dengan demikian penyakit gusi dapat dicegah.
Efek samping scaling gigi
Scaling gigi adalah prosedur yang cenderung aman. Sangat jarang terjadi efek samping usai melakukan prosedur ini.
Gigi yang terasa lebih ngilu atau sensitif setelah melakukan scaling adalah hal yang normal terjadi. Rasa ngilu dan sakit ini bisa berlangsung selama 1-3 hari, atau bahkan seminggu.
Gusi bengkak dan berdarah juga masih terhitung normal dan akan membaik setelah beberapa hari.
Ada pun efek samping ringan yang dapat terjadi adalah risiko infeksi. Namun, ini sangat jarang terjadi.
Anda perlu segera kembali ke dokter gigi apabila mengalami tanda-tanda, seperti:
- Rasa sakit yang memburuk
- Penyembuhan tidak seperti yang diharapkan
- Demam
Pantangan setelah scaling gigi
Setelah melakukan pembersihan karang gigi, gusi dan gigi Anda mungkin akan menjadi lebih sensitif. Maka itu, ada beberapa pantangan yang perlu diikuti agar tidak memperburuk sensasi tidak nyaman di gigi.
Setelah scaling gigi, sebaiknya Anda:
- Menghindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin
- Makan makanan bertekstur lembut
- Minum obat yang diresepkan dokter gigi bila perlu
- Berkumur sesuai dengan anjuran dokter gigi
Seberapa sering harus scaling gigi?
Normalnya, scaling gigi cukup dilakukan setahun dua kali, atau setiap 6 bulan sekali.
Setiap kali sesi scaling gigi, Anda bisa saja hanya membutuhkan satu kali janji temu dengan dokter gigi. Akan tetapi, itu semua tetap tergantung pada seberapa banyak plak atau karang gigi yang menempel.
Dokter gigi dapat membagi proses scaling gigi menjadi dua kali pertemuan, bila mereka membagi berdasarkan rahang atas dan rahang bawah. Namun, bisa juga empat kali pertemuan dengan membagi masing-masing bagian rahang.
Walau pada umumnya scaling gigi cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali, beberapa orang dengan kondisi berikut ini membutuhkan scaling yang lebih sering:
- Memiliki penyakit gusi
- Memiliki riwayat penumpukan karang gigi atau gigi berlubang dalam keluarga
- Memiliki sistem imun yang lemah
- Diabetes
Konsultasikan dengan dokter gigi Anda mengenai seberapa sering Anda harus melakukan scaling gigi.
Pada kasus tertentu, dokter mungkin saja melakukan pemeriksaan penunjang sebelum melakukan scaling. Hal ini biasanya dilakukan bila Anda dicurigai mengalami masalah gusi dan mulut.
Sebagai permulaan, Anda bisa mengunjungi dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis konservasi gigi untuk menilai kondisi Anda. Tergantung kondisi yang dialami, Anda mungkin saja perlu dirujuk ke dokter gigi spesialis periodonsia yang menangani masalah gusi ataupun dokter gigi spesialis bedah mulut.
Penting bagi Anda memilih fasilitas pelayanan kesehatan yang lengkap, yang memiliki beragam dokter gigi spesialis dalam satu atap. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Untuk mendapatkannya, Anda bisa berkunjung ke poli gigi Eka Hospital. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi umum dan spesialis sesuai dengan permasalahan yang Anda hadapi.
Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

