
Saat anak mengalami batuk pilek, orang tua mungkin akan langsung berpikir bahwa si Kecil mengalami flu. Faktanya, tidak semua batuk pilek disebabkan oleh flu. Memahami perbedaannya akan membantu orang tua untuk dapat memberikan penanganan, bahkan melakukan pencegahan dengan lebih baik.
Apa bedanya batuk pilek biasa dan flu?
Batuk pilek jadi salah satu gejala yang paling umum dari berbagai kondisi kesehatan. Begitu anak batuk dan pilek, orang tua langsung menganggap bahwa ia terkena flu. Padahal tidak selalu demikian.
Batuk pilek biasa, atau dikenal juga dengan sebutan common cold (selesma) seringnya disebabkan oleh rhinovirus. Sementara, batuk pilek akibat flu disebabkan oleh virus influenza.
Ada banyak tipe virus influenza, yang saat ini marak dan cenderung lebih berat disebut dengan influenza tipe A pada anak, yang disebabkan oleh virus influenza H3N2. Mengingat gejalanya yang lebih berat, infeksi virus influenza tipe ini disebut juga dengan superflu.
Gejala superflu pada anak
Cara sederhana membedakan apakah batuk pilek pada anak disebabkan oleh common cold atau superflu adalah dari tingkat keparahan gejalanya.
Umumnya, gejala batuk pilek karena common cold akan hilang dalam waktu 2-3 hari. Sementara, gejala superflu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2 cenderung lebih berat dan lama.
Menurut dr. Hutomo Laksono, Sp.A, beberapa gejala superflu pada anak yang perlu orang tua waspadai, di antaranya:
- Demam tinggi mendadak, di atas 39oC
- Menggigil
- Batuk pilek yang lebih berat
- Sakit menelan
- Nafsu makan berkurang
- Lemas
Cegah Superflu pada Anak dengan Vaksin Influenza
Mendapati anak batuk pilek tentu bisa membuat orang tua menjadi bingung, apalagi jika disebabkan oleh flu yang cenderung gejalanya lebih berat. Kabar baiknya, kondisi ini dapat dicegah dengan memberikan vaksin influenza pada anak.
Data menunjukkan, manfaat vaksin flu anak adalah membantu melindungi mencegah flu sekitar 70-90%. Meskipun tetap ada kemungkinan terinfeksi influenza, umumnya anak yang mendapatkan vaksin influenza memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan anak yang tidak mendapatkan vaksin.
Di Indonesia sendiri, infeksi flu terjadi sepanjang tahun. Namun, puncaknya biasanya terjadi pada bulan Agustus hingga Januari, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Maka itu, waktu terbaik untuk memberikan vaksin influenza pada anak agar terhindar dari infeksi influenza tipe A H3N2 adalah sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Bahaya superflu pada anak
Flu yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:
- Pneumonia
- Radang telinga
- Kejang demam
Untuk mencegah flu berubah menjadi komplikasi, selain penanganan yang tepat dan istirahat yang cukup, vaksin flu untuk anak dapat memberikan manfaat dalam hal mencegah gejala superflu pada anak jadi terlalu berat.
Risiko komplikasi umumnya lebih tinggi pada anak yang berusia di bawah 5 tahun, memiliki penyakit komorbid, seperti asma, penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronik, ataupun obesitas.
Strain virus flu umumnya selalu bermutasi. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk memberikan vaksin flu untuk anak setiap tahun. Ini membantu anak terlindungi dari berbagai strain virus flu.
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami, dr. Hutomo Laksono, Sp.A, di Eka Hospital MT Haryono untuk mengetahui waktu yang tepat dan seberapa sering pemberian vaksin perlu diulang.
Untuk membuat janji temu, Anda dapat menuju halaman booking dokter Eka Hospital MT Haryono. Selain itu, Anda juga dapat menghubungi Call Center 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk booking dokter sekaligus mencari informasi terkait harga vaksin influenza di rumah sakit Eka Hospital MT Haryono.
Saksikan pula video berikut untuk mengetahui informasi selengkapnya terkait gejala superflu pada anak dan cara pencegahannya.

